HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

25 April 2017

Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen (Bagian 2-Selesai)

Kembali lagi, saya lanjutkan tulisan sebelumnya yaitu mengenai Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen Bagian 1. Pada dasarnya susunan batu alam manual yang akan saya jelaskan kali ini lebih mirip dengan struktur batu alam susun sirih yaitu batu alam yang dipotong kecil-kecil dan disusun sejajar dengan tebal tidak beraturan untuk menambah nilai artistik susunannya. Sebagai contoh kita bisa melihat gambar dibawah ini:


batu-alam-susun-sirih
Batu Alam Susun Sirih (image: stonecontact.com)
Kalau kita perhatikan dengan seksama, betuk batu di atas di desain sedemikian rupa agar sisi kiri akan tersambung sempurna menutupi sisi kanan batu ini dan sudah jelas batu ini adalah batu alam buatan manusia dengan cara mencetak untuk susun horizontal. Berbeda dengan batu alam buatan manual yang saya sampaikan kali ini adalah untuk tiang pilar teras rumah saya yang arah susunnya adalah ke vertikal jadi tidak membutuhkan sabungan sisi yang rumit.
proses-pembuatan-batu-alam-buatan-bagian-2
Seperti di judul topik kali ini saya sebutkan dengan cara manual yang artinya kebanyakan akan dilakukan dengan tangan bukan menggunakan sistem cetak jadi. Tujuan saya membuat dengan cara manual adalah supaya hasil yang kita buat lebih lain dari pada yang lain (atau agak sedikit aneh 😁) dan tentunya dengan alat dan biaya material yang jauh lebih murah karena tidak memerlukan cetakan yang harganya lumayan mahal. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara manual akan memerlukan waktu lebih banyak dari sistem cetak tentunya. Untuk produksi massal dan dikejar waktu, gunakanlah sistem cetak.






Langsung saja, cetakan lis kayu yang saya sudah jelaskan di artikel bagian 1 digunakan untuk membuat base dan komponen/lempengan kecil batu alam yang caranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk Base Batu Alam:Campur pasir kasar dan semen.
  • Untuk Lempengan Batu Alam: Campur semen dan pasir untuk bahan batu alam, tambahkan cairan pengeras beton bila perlu. Pasir yang digunakan sebaiknya pasir yang paling halus seperti Pasir Elod dengan modulus aggregate 1,5-2,2 atau gunakan pasir pantai yang telah dicuci dan saring dengan ayak boleh di modifikasi menggunakan kasa nyamuk plastik /nylon biasanya berwarna hijau.

penyaring-pasir-halus
Saringan pasir halus dengan menggunakan triplek dan kasa nylon
  • Oleskan minyak dengan sangat tipis ke permukaan meja kerja atau gunakan koran sebagai alasnya. Hal ini bertujuan agar base yang sudah mengeras mudah di lepas dari permukaan meja.
  • Letakkan rangkain lis kayu yang sudah dijepit dengan binder clip keatas meja dan isi dengan campuran semen untuk base yang sudah kita buat sebelumnya. Komposisinya jangan terlalu basah agar kita bisa langsung melepas jepitan kayu langsung setelah semen terisi padat dan rata.
  • Setelah terisi padat dan rata, lepas penjepit binder clip dan perlahan-lahan juga lepaskan rangkaian lis kayu. Lakukan hal yang sama ke bagian lain permukaan meja kerja sampai jumlah yang diinginkan. Biarkan kering sampai bisa diangkat kalau ingin disusun dulu atau langsung tempel lempengan kalau sudah tersedia dengan semen aci kalau mau.



    • Lakukan cara membuat base batu alam di atas lagi dengan menggunakan campuran pasir halus dan semen, tetapi kali ini langsung di bagi-bagi menjadi lempengan kecil sesuai ukuran panjang yang diinginkan tetapi dengan lebar yang sama. Cara membaginya lebih baik menggunakan alat potong supaya lebih rapi bisa dibuat dengan mudah. Saya memotong tutup casing komputer bekas dengan gerinda sebagai plat seng pemotongnya (lihat gambar di bawah). Tunggu semen sampai kering dan bisa dilepas dan di pisah-pisah, biasanya dalam waktu 8 jam potongan ini sudah bisa ditempelkan.

    modifikasi-pemotong-semen-batu-alam
    Alat pemotong semen untuk batu alam


    batu-alam-dari-semen
    Semen yang sudah dipotong dan siap dipisah-pisahkan


    keping-batu-alam-dari-semen
    Potongan/lempengan batu alam yang sudah kering dan siap ditempel
    • Buat campuran semen aci secukupnya, disarankan dengan cairan pengeras beton. Kalau lempengan dan base atau permukaan yang akan kita tempelkan kering, basahi terlebih dahulu dengan menggunakan semprotan air atau gun sprayer supaya semen aci lebih menyatu dengan permukaan batu. Saya pakai bekas pewangi setrika pakaian saja. Warning: Kalau mau tiru saya, jangan lupa pamit dulu sama yang biasa pakai supaya nggak dimarah..😁
      gun-spray-batu-alam-buatan
      Semprotan Air
    • Susun dan tempel lempengan-lempengan yang sudah jadi dengan semen aci menggunakan kuas. Sapukan semen aci ke permukaan base dan lempengan kemuadian rongga-rongga sambungan. Ratakan/rapikan dengan mencelupkan kuas ke wadah berisi air untuk hasil sapuan yang lebih baik. Setelah semua selesai di tempel, pastikan tidak ada sisa semen acian di permukaan lempengan atau gunakan semprotan air untuk membersihkan sekaligus merapikan.

    lempengan-tertempel-batu-alam-buatan
    Lempengan yang sudah ditempel ke base batu alam
    • Pengecatan. Saya menggunakan cat air karena lebih mudah dirapikan dan tidak terlalu repot untuk membersihkan kuas. Silahkan menggunakan cat minyak kalau tidak malas seperti saya ya, karena cat minyak baik menutupi pori-pori semen karena bahkan batu alam yang memiliki pori-pori lebih kecil pun membutuhkan pelindung (optional).

    cat-batu-alam-buatan-dari-semen
    Pengecatan Batu Alam Buatan di atas  meja
    Tips:
    1. Kombinasi lempengan batu alam yang tebal dan tipis  akan menambah nilai artistik susunan batu alam. Sesuaikan cetakan lis kayu tebal untuk membuat tebal lempengan yang berbeda.
    2. Penggunaan base adalah untuk mempercepat pemasangan batu alam atau untuk penyelesaian bidang yang ingin dihias. Misalnya, kita ingin lebih menghabiskan waktu di ruangan sambil mendengan musik daripada di bawah terik matahari. Ukuran maksimal base adalah 30x30cm untuk mencegah patah.
    3. Tidak perlu menggunakan base apabila ingin menempel langsung ke tiang atau dinding dengan syarat plasteran dinding atau tiang sudah benar-benar rata.
    4. Lakukan pengecatan sebelum ditempel atau dalam posisi datar agar lebih mudah mencapai celah-celah sudut susunan lempengan batu alam; sehingga pada saat sudah terpasang hanya merapikan atau menutupi bagian-bagian yang kotor saja saja.

    Gambar di bawah adalah batu alam yang sudah saya tempel di pilar teras rumah saya.
    Saya juga menempel ornamen dari semen putih untuk mempercantik.


    batu-alam-buatan-di-pilar-rumah
    Batu Alam Buatan di pilar teras rumah
    Demikian tulisan kali ini mengenai apa yang saya lakukan untuk mengisi waktu luang saya, karena kreatifitas tak ada batas...semoga bermanfaat.

    Terima kasih dan silahkan tunggu artikel saya yang lain..

    3 komentar:

    1. artikel nya bagus gan informatif dan bermanfaat, kami baru memulai usaha sebagai supplier batu alam artikel nya meanbah wawasan baru

      BalasHapus
      Balasan
      1. Terima kasih untuk dukungannya gan. Semoga sehat dan sukses selalu.

        Hapus
    2. Terima kasih Petunjuknya cara membuat batu alam dari cement dan pasir, ini sangat bermanfaat sekali bagi saya.

      BalasHapus

    Terima kasih telah mengunjungi blog Kerajinan Kreatif. Silahkan meninggalkan pesan, baik itu kritik maupun saran untuk kepentingan kita bersama. Kami akan menanggapi secepat mungkin yang kami bisa. Kami sangat menghargai support Anda dengan membagikan artikel ini.
    Catatan:
    Semua komentar yang masuk akan kami moderasi terlebih dahulu, harap maklumnya. Mohon berkomentar dengan sopan demi kepentingan rekan-rekan kita yang lain. Komentar yang mengandung tautan atau berulang-ulang akan masuk ke kategori spam. Terima kasih atas perhatiannya. 😊