HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

07 November 2020

 

jenis-resin-dan-kegunaannya
Jenis Resin dan Kegunaannya


Resin merupakan zat kental yang diubah menjadi polimer kaku melalui proses pengawetan. Resin terbentuk secara alami tetapi sekarang sering dibuat secara sintetis. Beberapa resin sintetis memiliki sifat yang mirip dengan resin tumbuhan alami, tetapi banyak juga yang sangat berbeda.

Resin sintetis memiliki beberapa kelas. Beberapa diproduksi dengan esterifikasi senyawa organik. Beberapa resin lebih seperti plastik termoseting di mana istilah "resin" diterapkan secara luas ke reaktan atau produk, atau keduanya. Istilah "resin" dapat diterapkan pada salah satu dari dua monomer dalam kopolimer, yang lainnya disebut "pengeras". Untuk plastik termoseting yang hanya memiliki satu monomer, satu-satunya senyawa monomer disebut "resin". Misalnya, metil metakrilat cair umumnya disebut "resin" atau "resin tuang" jika dalam keadaan cair atau kental sebelum berpolimerisasi dan "set." Polimetil metakrilat berikutnya sering berganti nama menjadi kaca akrilik atau hanya akrilik.

 

Artikel ini membahas 12 jenis resin dan properti serta aplikasinya.

Resin Poliester

Resin poliester terbentuk dari reaksi asam organik dibasa dan alkohol polihidrat. Mereka sangat fleksibel dan memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap panas, bahan kimia, dan api. Mereka cenderung berbiaya rendah. Mereka digunakan untuk konstruksi, laminasi, perbaikan otomatis pengisi, ski, pancing, komponen pesawat dan kapal, pelapis, aksesori dekoratif, dan botol.

 

Resin Fenolik

Resin fenolik adalah jenis resin termoseting. Mereka kuat, tahan panas dan benturan dan memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi kimia dan penetrasi kelembaban. Resin fenolik dapat dikerjakan dengan mudah. Mereka digunakan untuk impregnasi resin, lapisan rem, komponen listrik, laminasi, perekat untuk semen, perekat terikat, dan cetakan.

 

Resin Alkyd

Resin alkid adalah resin poliester termoplastik yang dibuat dengan memanaskan alkohol polihidrik dengan asam polibasa. Mereka memiliki sifat listrik dan termal yang sangat baik dan ketahanan kimia yang baik. Mereka berbiaya rendah dan digunakan untuk isolasi listrik, komponen elektronik, pengisi dempul, dan cat.

 

Resin Polikarbonat

Resin polikarbonat merupakan termoplastik yang umumnya dikembangkan dari bisphenol A dan fosgen. Mereka memiliki indeks bias tinggi, stabilitas dimensi listrik dan termal, ketahanan terhadap pewarnaan, dan ketahanan terhadap filtrasi. Mereka digunakan untuk penggantian logam, helm pengaman, lensa, komponen listrik, film fotografi, dan isolator.

 

Resin Poliamida

Resin poliamida mengandung gugus amida sebagai bagian berulang dari rantai molekulnya. Mereka mudah dibentuk, kuat dan tahan, dan ringan. Mereka memiliki koefisien gesekan rendah dan tahan abrasi dan bahan kimia. Mereka digunakan untuk bantalan nonlubricated, serat, roda gigi, jahitan, ban, gelang jam, kemasan, dan botol.

 

Resin poliuretan

Resin poliuretan adalah kopolimer yang terdiri dari komponen poliol dan isosianat. Mereka sangat serbaguna jika dikombinasikan dengan resin lain, dan memiliki elastisitas lapisan tipis dan daya rekat yang tinggi pada substrat. Resin poliuretan juga memiliki keseimbangan yang baik antara perpanjangan dan kekerasan. Mereka digunakan untuk insulasi, elastomer, perekat, dan lapisan busa untuk pakaian.

 

Resin Silikon

Dulu resin silikon dibuat dengan natrium silikat dan berbagai klorosilan, tetapi sekarang resin tersebut sering dibentuk dengan tetraethoxysilane atau etil polisilikat yang kurang reaktif dan beberapa disiloksan. Mereka memiliki stabilitas termal dan oksidatif yang baik dan fleksibel serta anti air. Resin silikon membentuk lapisan keras karena struktur jaringan tiga dimensinya. Mereka digunakan untuk karet, laminasi, resin enkapsulasi, penghilang busa, dan aplikasi tahan air.

 

Resin epoksi

Resin epoksi, juga disebut poliepoksida, adalah sejenis prapolimer dan polimer reaktif yang mengandung gugus epoksida. Mereka memiliki ketahanan kimia dan panas yang sangat baik serta sifat adhesi yang kuat. Mereka digunakan untuk laminasi, perekat, lantai, pelapis, baling-baling, dan pelapis permukaan.

 

Resin Polietilen

Resin polietilen adalah jenis resin yang paling umum, dengan lebih dari 100 juta ton diproduksi setiap tahun. Mereka memiliki ketahanan kimia dan uap yang kuat atau kelembaban dan tingkat fleksibilitas yang tinggi. Mereka digunakan untuk pengemasan untuk laminasi dan film, wadah, isolasi kabel, pelapis, mainan, cetakan, pelapis, dan pipa dan tabung.

 

Resin Akrilik

Resin akrilik adalah zat plastik termoplastik atau termoseting terkait yang dibuat dari asam akrilat, asam metakrilat, atau senyawa terkait lainnya. Mereka jelas dengan kekuatan tarik yang baik. Resin akrilik tahan benturan dan UV. Mereka digunakan untuk panel struktural dan dekoratif, perekat, elastomer, pelapis, tanda, dan ubin tembus cahaya.

 

Resin Polistiren

Resin polistiren adalah polimer hidrokarbon aromatik yang terbuat dari monomer stirena. Mereka berbiaya rendah dan mudah diproduksi, dengan ketahanan yang sangat baik terhadap asam, basa, dan garam. Resin polistiren juga memiliki kejernihan dan fleksibilitas yang baik. Mereka digunakan untuk isolasi, pipa, busa, menara pendingin, karet, instrumen otomotif, dan dasbor.

 

Resin Polypropylene

Resin polipropilen adalah jenis resin polimer termoplastik yang tidak mengandung BPA. Mereka tidak berwarna dan tidak berasa, dengan kepadatan rendah dan ketahanan panas yang baik. Mereka bisa disterilkan, jadi sering digunakan dengan peralatan medis. Resin polipropilen juga memiliki ketahanan kimia yang baik. Mereka digunakan untuk mainan, komponen elektronik, pipa dan tabung produksi, serat dan filamen, dan pelapis.

 

Ringkasan

Artikel ini menyajikan pemahaman tentang berbagai jenis resin. Untuk informasi lebih lanjut tentang produk terkait, lihat panduan penyedia atau distributor untuk menemukan sumber pasokan potensial atau melihat detail produk tertentu.

Semoga artikel ini menghilangkan pemikiran kalau resin semua sama dan hanya sekedar cairan yang akan mengeras setelah dicampur dengan katalis saja.

Sumber: https://www.thomasnet.com/


Di bawah ini adalah salah satu contoh kegunaan resin:

Judul Video: 
Video Cara Melapisi Permukaan Kayu dengan Resin Epoxy (New Music Track)
Youtube ChannelKerajinan Kreatif
Durasi: 7 menit 9 detik



02 Mei 2020

Membuat cetakan batu alam tentunya untuk membuat batu alam buatan atau tiruan ya teman-teman. Disini akan saya bahas cara membuat cetakan batu alam susun sirih bali yang modelnya saya buat sendiri dari bahan semen.

Membuat Cetakan Batu Alam Susun Sirih Bali
Membuat Cetakan Batu Alam Susun Sirih Bali






Hal pertama yang saya lakukan adalah menyediakan bahan-bahannya sebagai berikut:
1. Semen biasa sebanyak 1 kg
2. lis kayu setebal 1 cm sekitar 1 meter
3. Silikon tembak tabung sebanyak 2 tabung
4. Sabun pencuci piring cair lemon sebanyak 1 bungkus 250 ml
5. Air untuk larutan sabun cuci

Untuk proses membuat cetakan bisa disimak disini: CARA MEMBUAT CETAKAN DARI SILIKON TABUNG/LEM KACA


Proses membuat model batu alam susun sirih bali ini terbilang sangat sederhana karena hanya menyusun potongan-potongan semen yang dicetak potong ke atas lempengan semen lain. Perekatnya adalah campuran semen aci yang disapukan dengan menggunakan kuas cat bekas seperti gamabr dibawah ini:
Membuat Lempengan Semen
Membuat Lempengan Semen
Gambar di atas adalah proses membuat lempengan semen ke dalam bingkai lis kayu. Untuk membuat potongan-potongan kecil, kita hanya membagi-bagi lempengan ini menjadi bagian-bagian kecil dengan garis memanjang, boleh menggunakan plat logam atau pisau cutter bekas.

Membuat Model Batu Alam Susun Sirih Bali
Membuat Model Batu Alam Susun Sirih Bali
Gambar di atas adalah hasil tempel potongan kecil ke atas permukaan lempengan semen yang sudah jadi sebelumnya. Untuk memperhalus hasil dan memperkuat rekatan saya menyapukan semen aci dengan tipis ke atas permukaannya.

Frame kayu tadi dapat digunakan lagi untuk membuat cetakan karet dari bahan silikon tembak atau lem kaca dengan alat penyemprot khusus tentunya. Silikon tembak kita masukkan ke dalam campuran air dan sabun pencuci piring lemon seperti disebut di bahan-bahan di atas untuk mengurangi zat pencair di silikon tersebut.
Campuran sabun ini juga berfungsi sebagai mold release karena air sabun akan mencegah silikon merekat ke benda yang dilapisi air sabun.

Untuk detail pembuatan cetakan hingga praktik mencetak menggunakan cetakan yang sudah jadi bisa kita simak di video lengkap berikut, semoga bermanfaat. Bila ada hal-hal yang ingin ditanyakan silahkan hubungi saya di whatsapp official Kerajinan Kreatif.





Judul Video: CARA TERBAIK MELAPISI KAYU DENGAN RESIN EPOXY BISA JUGA UNTUK MEJA DAN LANTAI KAYU
Youtube ChannelKerajinan Kreatif
Durasi: 11 menit 44 detik

04 Agustus 2019

Penggunaan Resin untuk permukaan kayu menjadi hobby yang menyenangkan dan jangan anggap remeh, keahlian ini bisa digunakan untuk mengais rejeki. Bagaimana tidak, meja-meja kayu yang sudah usang bisa disulap menjadi perabotan yang sangat menarik.

Melapisi Kayu dengan Resin

Tetapi penggunaan resin yang salah dan teknik yang jurang tepat tidak jarang juga mengakibatkan kerugian bahkan depresi karena kegagalan. Salah satu kegagalan yang sering dihadapi pemula adalah resin yang tidak merekat kuat ke permukaan kayu dan penting kita ketahui beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kegagalan ini seperti berikut ini:





  1. Penggunaan Resin yang Tidak Tepat: Resin yang digunakan untuk melapisi permukaan kayu seharusnya adalah jenis Crystal Clear Epoxy yang memang jauh lebih kuat dan bagus meskipun harganya juga jauh lebih mahal. Beberapa pengrajin ada juga yang menggunakan resin polyester seperti Resin 108 tetapi gagal. Hal ini sudah banyak dikeluhkan karena tidak jarang lapisan resin yang sudah mengeras terlepas sendiri dari permukaan kayu atau timbul retak setelah mengeras. Retak ini bisa terjadi apabila takaran katalis tidak sesuai atau kebanyakan yang akhirnya menimbulkan panas yang berlebihan akibat reaksi.
  2. Pemilihan Kayu yang Salah: Kayu yang ingin dilapisi juga menjadi salah satu faktor penentu berhasil tidaknya melapisi kayu dengan resin. Permukaan kayu yang terlalu berminyak seperti kayu cemara menghalagi resin masuk ke pori-pori kayu untuk mengikat lapisan resin dan permukaan kayu. Permukaan kayu yang basah dan lembab juga menjadi salah satu penyebab utama terkelupasnya lapisan resin dari permukaan kayu. Sifat resin yang tidak akan mengeras apabila terkena daerah yang lembab tidak memungkinkan resin merekat ke permukaan kayu. Sifat resin polyester yang melengkung setelah kering memang tidak dapat dihindari terutama pada lapisan yang tebal dikarenakan panas yang tidak merata di sisi luar lapisan resin.
  3. Teknik Pengerjaan yang Salah: Permukaan kayu yang sangat halus dan berpori-pori kecil berpeluang paling besar dalam kegagalan melapisi kayu dengan resin. Untuk itu diperlukan teknik khusus untuk menyiasati agar lapisan resin merekat atau mengikat di permukaan kayu seperti membentuk tekstur yang kasar atau membuka pori-pori kayu dengan menggosoknya dengan amplas yang kasar.
Solusi yang paling baik agar resin merekat ke permukaan kayu adalah dengan memastikan resin masuk ke pori-pori kayu dengan cara mengolesi campuran resin dan katalis ke permukaan kayu tersebut terlebih dahulu, baik dengan menggunakan kuas ataupun rakel karet, kemudian menuangkan campuran resin yang lebih tebal.
Di video berikut ini ada dicontohkan bagaimana melapisi kayu yang baik dan benar, semoga bermanfaat dan bisa megurangi kegagalan:

Judul Video: LENGKAP!!! TUTORIAL MEMBUAT CETAKAN BATU ALAM SUSUN SIRIH BALI
Youtube ChannelKerajinan Kreatif
Durasi: 12 menit 53 detik

18 April 2018

Kerajinan resin kian lama kian diminati para pecinta seni baik di dalam maupun luar negeri terbukti dengan semakin menjamurnya penjual resin beserta perlengkapannya. Salah satu perlengkapan yang paling dicari dalam kerajinan resin adalah pewarnanya yang tentunya sangat perlu sebagai penambah pesona kilauan kerajinan resin bening seperti gantungan kunci, patung model, diorama dan lain sebagainya.
Alternatif-pewarna-resin
Alternatif Pewarna Resin
Di beberapa daerah peminat mungkin mengurungkan niat menggeluti hobby ini dan sering menghadapi kesulitan mendapatkan bahan-bahan kerajinan resin yang dibutuhkan termasuk pewarna tersebut. Memang bisa saja memesan secara online di internet serta aplikasi yang sudah banyak tersebar untuk mempermudah konsumen tetapi tetap saja ongkos kirim yang relatif tinggi membuat kita berfikir dua kali untuk membelinya. Mudah-mudahan, untuk kedepan pemerintah bersama-sama dengan swasta bekerjasama menekan harga ini untuk kepentingan rakyat banyak seperti penerapan kebijakan non monopoly yang sudah ada di negara-negara maju.
Dalam tulisan ini, saya mengajak para peminat seni kerajinan resin untuk tidak bersusah hati karena keterbatasan bahan-bahan di daerah karena tentunya resin fiberglas yang butek mayoritas ada di toko bangunan dan toko kimia meskipun tidak sama halnya dengan resin bening.
Resin-dan-pewarna
Resin dan Pewarna
Kerajinan tangan tidak harus melulu dengan resin bening tetapi bisa juga dengan resin butek, yang penting adalah kemauan dan daya kreatifitas kita dalam mengolahnya. Nah..resin butek memang tidak menarik karena tidak sebening kaca tetapi dengan pewarna tentunya bisa menambah nilai artistik dan keindahan yang tidak kalah dengan hiasan lainnya.





Sebelum membahas alternatif pewarna, ada baiknya kita mengenal dua jenis pewarna yang umum digunakan saat ini yaitu PIGMENT dan DYE yang memang sama-sama pewarna berbahan minyak tetapi memiliki perbedaan dalam hasil.
  • PIGMENT: Pigment adalah pewarna yang biasanya sangat kental sepeti pasta atau cat akrilik yang apabila dicampurkan dengan resin akan menghasilkan efek TIDAK TRANSPARAN. Sementara;
  • DYE INK: Pewarna yang lebih halus dan encer dalam bentuk cairan yang apabila dicampurkan sedikit saja akan menghasilkan warna yang bening tembus pandang atau transparan.
Kedua jenis pewarna ini banyak dijual online dan juga di toko-toko kimia dalam kemasan kecil seharga sekitar 15 - 20 ribu rupiah per botol isi 50 gram, Ongkos kirim bisa jadi gratis di Pulau Jawa atau Jakarta tapi Indonesia kan bukan Pulau Jawa saja... Hehehe... 
Kalau ke daerah saya di Kepulauan Riau, ongkos kirim bisa mencapai 79 ribu rupiah untuk sebotol pewarna, lebih mahal berlipat-lipat dari harga yang dibeli. Tapi kalau memang sudah hobby, ya silahkan saja lain halnya dengan mereka yang berfikir bisnis tentu memikirkan untung-rugi.
Karena kesulitan di atas, muncul ide untuk mencari alternatif pewarna dan akhirnya berhasil menemukan beberapa jenis barang yang bisa dipakai untuk pewarna resin yaitu pewarna Pastel Oil dan Tinta bolpen (baca ballpoint). Kedua bahan ini berbahan dasar minyak yang sudah tentu bisa bersenyawa dengan resin.

Pengujian yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
A. Untuk Pastel Oil
Pastel-minyak
Pewarna Pastel Minyak
  • Menuang sedikit resin ke 4 buah wadah kecil dan yang saya pakai adalah cetakan kue / agar-agar. Wadah ini sedikit lemah dan kurang tahan panas, oleh sebab itu saya mencampur katalis tidak terlalu banyak. Biasanya saya menggunakan 2-3% katalis tapi kali ini saya gunakan 0.9% saja meskipun pengerasan akan memakan waktu lebih. Ngaak apalah karena akan saya tinggal tidur juga selama 7 jam.
  • Mengiris pastel dengan sangat tipis dan halus hampir menyerupai serbuk. Apabila irisan terlalu kasar, pastel akan susah tercampur dan tetap menyisakan beberapa gumpalan kecil yang akan terlihat jelas setelah mengeras.
  • Menuangkan serbuk pastel. Penggunaan pewarna yang terlalu banyak juga bisa mengakibatkan kegagalan dalam pencetakan resin jadi ada baiknya tidak lebih dari 5% saja.
  • Mengaduk hingga benar-benar tercampur dengan rata. Langkah ini sangat berperan dalam menciptakan hasil warna yang baik dan juga campuran yang sempurna.
  • Menuangkan/meneteskan katalis. Setelah resin dan pastel tercampur rata dan warna sudah sesuai keinginan, saya meneteskan katalis sebanyak 0,9% dan mengaduk lagi hingga benar-benar rata. Adukan ini juga membantu menyempurnakan pencampuran pewarna dan harus dilakukan dengan perlahan dan waktu yang cukup sekitar 2 menit. Pencampuran katalis yang tidak rata juga menimbulkan kegagalan dalam mencetak resin.
  • Hasil yang didapat adalah cenderung tidak transparan tapi cukup menarik.
B. Untuk Tinta Ballpoint
Bolpen-warna
Bolpen Warna
  • Tahapnya sama seperti pada saat pengujian pastel oil di atas tapi perlu diperhatikan bahwa pengunaan tinta ini sebaiknya sedikit saja. Tinta 1 tetes saja sudah sangat mempengaruhi resin dan warnanya juga tidak akan bagus lagi kalau terlalu pekat / gelap.
  • Adukan untuk jenis ini juga membutuhkan waktu yang lebih sedikit dibanding pastel karena bentuk bahan sebelumnya sudah cair tapi sangat kental.
  • Hasil yang didapat adalah berwarna yang transparan dan menarik apalagi kalau dicampur dengan resin bening. Warna tinta bolpen ini bermacam-macam, untuk lebih sederhana dalam percobaan silahkan beli 1 bolpen 4 warna sepeti hijau, biru, hitam dan merah.
Silahkan simak video dibawah ini sebagai perbandingan: