HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Wednesday, April 18, 2018

Kerajinan resin kian lama kian diminati para pecinta seni baik di dalam maupun luar negeri terbukti dengan semakin menjamurnya penjual resin beserta perlengkapannya. Salah satu perlengkapan yang paling dicari dalam kerajinan resin adalah pewarnanya yang tentunya sangat perlu sebagai penambah pesona kilauan kerajinan resin bening seperti gantungan kunci, patung model, diorama dan lain sebagainya.
Alternatif-pewarna-resin
Alternatif Pewarna Resin
Di beberapa daerah peminat mungkin mengurungkan niat menggeluti hobby ini dan sering menghadapi kesulitan mendapatkan bahan-bahan kerajinan resin yang dibutuhkan termasuk pewarna tersebut. Memang bisa saja memesan secara online di internet serta aplikasi yang sudah banyak tersebar untuk mempermudah konsumen tetapi tetap saja ongkos kirim yang relatif tinggi membuat kita berfikir dua kali untuk membelinya. Mudah-mudahan, untuk kedepan pemerintah bersama-sama dengan swasta bekerjasama menekan harga ini untuk kepentingan rakyat banyak seperti penerapan kebijakan non monopoly yang sudah ada di negara-negara maju.
Dalam tulisan ini, saya mengajak para peminat seni kerajinan resin untuk tidak bersusah hati karena keterbatasan bahan-bahan di daerah karena tentunya resin fiberglas yang butek mayoritas ada di toko bangunan dan toko kimia meskipun tidak sama halnya dengan resin bening.
Resin-dan-pewarna
Resin dan Pewarna
Kerajinan tangan tidak harus melulu dengan resin bening tetapi bisa juga dengan resin butek, yang penting adalah kemauan dan daya kreatifitas kita dalam mengolahnya. Nah..resin butek memang tidak menarik karena tidak sebening kaca tetapi dengan pewarna tentunya bisa menambah nilai artistik dan keindahan yang tidak kalah dengan hiasan lainnya.





Sebelum membahas alternatif pewarna, ada baiknya kita mengenal dua jenis pewarna yang umum digunakan saat ini yaitu PIGMENT dan DYE yang memang sama-sama pewarna berbahan minyak tetapi memiliki perbedaan dalam hasil.
  • PIGMENT: Pigment adalah pewarna yang biasanya sangat kental sepeti pasta atau cat akrilik yang apabila dicampurkan dengan resin akan menghasilkan efek TIDAK TRANSPARAN. Sementara;
  • DYE INK: Pewarna yang lebih halus dan encer dalam bentuk cairan yang apabila dicampurkan sedikit saja akan menghasilkan warna yang bening tembus pandang atau transparan.
Kedua jenis pewarna ini banyak dijual online dan juga di toko-toko kimia dalam kemasan kecil seharga sekitar 15 - 20 ribu rupiah per botol isi 50 gram, Ongkos kirim bisa jadi gratis di Pulau Jawa atau Jakarta tapi Indonesia kan bukan Pulau Jawa saja... Hehehe... 
Kalau ke daerah saya di Kepulauan Riau, ongkos kirim bisa mencapai 79 ribu rupiah untuk sebotol pewarna, lebih mahal berlipat-lipat dari harga yang dibeli. Tapi kalau memang sudah hobby, ya silahkan saja lain halnya dengan mereka yang berfikir bisnis tentu memikirkan untung-rugi.
Karena kesulitan di atas, muncul ide untuk mencari alternatif pewarna dan akhirnya berhasil menemukan beberapa jenis barang yang bisa dipakai untuk pewarna resin yaitu pewarna Pastel Oil dan Tinta bolpen (baca ballpoint). Kedua bahan ini berbahan dasar minyak yang sudah tentu bisa bersenyawa dengan resin.

Pengujian yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
A. Untuk Pastel Oil
Pastel-minyak
Pewarna Pastel Minyak
  • Menuang sedikit resin ke 4 buah wadah kecil dan yang saya pakai adalah cetakan kue / agar-agar. Wadah ini sedikit lemah dan kurang tahan panas, oleh sebab itu saya mencampur katalis tidak terlalu banyak. Biasanya saya menggunakan 2-3% katalis tapi kali ini saya gunakan 0.9% saja meskipun pengerasan akan memakan waktu lebih. Ngaak apalah karena akan saya tinggal tidur juga selama 7 jam.
  • Mengiris pastel dengan sangat tipis dan halus hampir menyerupai serbuk. Apabila irisan terlalu kasar, pastel akan susah tercampur dan tetap menyisakan beberapa gumpalan kecil yang akan terlihat jelas setelah mengeras.
  • Menuangkan serbuk pastel. Penggunaan pewarna yang terlalu banyak juga bisa mengakibatkan kegagalan dalam pencetakan resin jadi ada baiknya tidak lebih dari 5% saja.
  • Mengaduk hingga benar-benar tercampur dengan rata. Langkah ini sangat berperan dalam menciptakan hasil warna yang baik dan juga campuran yang sempurna.
  • Menuangkan/meneteskan katalis. Setelah resin dan pastel tercampur rata dan warna sudah sesuai keinginan, saya meneteskan katalis sebanyak 0,9% dan mengaduk lagi hingga benar-benar rata. Adukan ini juga membantu menyempurnakan pencampuran pewarna dan harus dilakukan dengan perlahan dan waktu yang cukup sekitar 2 menit. Pencampuran katalis yang tidak rata juga menimbulkan kegagalan dalam mencetak resin.
  • Hasil yang didapat adalah cenderung tidak transparan tapi cukup menarik.
B. Untuk Tinta Ballpoint
Bolpen-warna
Bolpen Warna
  • Tahapnya sama seperti pada saat pengujian pastel oil di atas tapi perlu diperhatikan bahwa pengunaan tinta ini sebaiknya sedikit saja. Tinta 1 tetes saja sudah sangat mempengaruhi resin dan warnanya juga tidak akan bagus lagi kalau terlalu pekat / gelap.
  • Adukan untuk jenis ini juga membutuhkan waktu yang lebih sedikit dibanding pastel karena bentuk bahan sebelumnya sudah cair tapi sangat kental.
  • Hasil yang didapat adalah berwarna yang transparan dan menarik apalagi kalau dicampur dengan resin bening. Warna tinta bolpen ini bermacam-macam, untuk lebih sederhana dalam percobaan silahkan beli 1 bolpen 4 warna sepeti hijau, biru, hitam dan merah.
Silahkan simak video dibawah ini sebagai perbandingan:






Thursday, March 1, 2018

Resin adalah bahan cair yang bisa mengeras membentuk lapisan padat seperti kaca. Komposit ini terdiri dari dua komponen bahan kimia berbeda yaitu komponen resin dan komponen pengeras (katalis). Bila kedua zat dicampur, reaksi kimiawi tetap akan terjadi dan zat yang dihasilkan akan mengeras padat kedap air dan udara.





Baca Juga: Hal-hal Penting yang Harus diperhatikan dalam Kerajinan Resin
Resin bisa dimanfaatkan untuk membuat banyak hal menyenangkan terlebih-lebih pada saat resin dalam kondisi cair diantaranya seperti menuang resin ke dalam cetakan, melapisi benda atau karya seni dengan resin sebagai lapisan yang mirip seperti kaca, menyelipkan benda-benda favorit atau gambar / kertas ke dalam resin, menggambar atau melukis dengan cara menuangkan lapisan ke atas lapisan lain yang sudah mengeras untuk membuat corak dengan kedalaman yang diinginkan, dan masih banyak hal-hal menyenangkan lain yang tak terhitung jumlahnya.
Beberapa tip bermanfaat sehubungan dengan kerajinan resin
Pemula yang baru mengenal resin mungkin merasa sedikit bingung dalam hal pengolahan dan semoga tips berikut akan membantu Anda dalam berkreasi resin:
  1. Campur masing-masing bagian dengan jumlah yang tepat. Komponen resin dan pengeras (katalis) harus ditakar dengan pas sesuai takaran yang dianjurkan karena resin membutuhkan reaksi kimia dari hasil perpaduan kedua komponen yang tepat sehingga harus dicampur dalam jumlah yang ditentukan sesuai dengan resin yang Anda gunakan.
  2. Tuangkan bagian resin terlebih dahulu ke dalam takaran. Dengan menuangkan bagian resin terlebih dahulu, Anda memiliki kesempatan lebih baik untuk mengetahui jumlah pengeras (katalis) yang paling tepat. Hal ini akan mengurangi kemungkinan kegagalan karya Anda dan juga akan menyisakan resin atau katalis yang berlebih karena kehabisan terlebih dahulu.
  3. Lindungi ruang kerja Anda dengan kertas lilin atau kertas minyak. Resin merupakan cairan yang sangat lengket dan susah untuk dihilangkan oleh karena itu, selalu lindungi area kerja Anda dengan kertas lilin atau perkamen, yang tidak menempel pada resin.
  4. Jika ada resin yang tumpah ke permukaan meja, biarkan saja. Biarkan campuran itu mengeras lalu buang dan jangan menuangkan resin yang tersisa ke tempat sampah Anda karena baunya bisa berbahaya dan mudah terbakar apabila terkena api.
  5. Aduk campuran dengan baik! Penyebab nomor satu dari kegagalan resin adalah karena tidak mengaduk kedua bagian resin dan katalis dengan cukup baik. Jadi aduklah dengan sempurna sampai kedua komponen benar-benar tercampur dengan rata sekitar 2 menit.
  6. Pecahkan gelembung udara yang ada. Reaksi panas akan muncul dalam campuran resin, jadi gunakan pemantik api barbeque, tiup dengan sedotan, atau alat pengering rambut (hair dryer) untuk mengeluarkan gelembung udara dari resin Anda. Hati-hati, karena apabila terlalu panas bisa melelehkan gelas plastik, wadah cangkir atau cetakan Anda, dan nyala api yang lama juga dapat membakar resin dan bahkan bisa terbakar hangus!
  7. Lapisi bahan-bahan yang akan dicelupkan. Apa pun yang berpori seperti kertas dan kayu akan menyerap resin dan menjadi berubah warna. Lindungi benda-benda yang akan Anda selipkan di dalam resin terlebih dahulu dengan cara melapisinya dengan gel akrilik atau lem putih. Anda juga bisa menggunakan lem kerajinan lain yang akan kelihatan transparan setelah mongering. Lapisan ini akan melindungi benda-benda hiasan kesayangan Anda dan membiarkannya tetap segar cerah di dalam resin.
  8. Hindari cetakan atau media dari kelembapan. Panaskan media atau cetakan silikon Anda dengan oven di suhu rendah sekitar 50-60°C selama 10 menit sebelum Anda menuang resin ke dalam atau ke atasnya. Sisi hangat akan mendorong gelembung naik ke permukaan.
  9. Rendam resin di air hangat. Masukkan mangkuk berisi resin ke dalam wadah berisi air hangat selama beberapa menit sebelum mencampurnya, lalu gerak-gerakkan wadah resin atau aduk dengan stik es. Campuran resin yang bersuhu hangat akan lebih lebih cepat, lebih baik, dan lebih sedikit gelembung yang ada di dalamnya. Hal ini juga akan mempermudah penuangankarena lebih cair dan mengurangi sisa yang ada di wadah campuran.
  10. Jangan disentuh! Setelah resin Anda dituang dan barang Anda diselipkan tapi terlihat gelembung udara muncul, biarkan saja. Resin memiliki dua tahapan yaitu fase awal dan fase pengerasan. Fase awal terjadi tepat setelah kedua bagian dicampur. Ini terjadi pada saat Anda menuang resin ke manapun, dan fase ini adalah saat resin merata sendiri dan mengikat/merekat. Reaksi ini terjadi sekitar 20 menit setelah pencampuran kedua bagian.  Reaksi kimia akan terus terjadi sampai campuran resin mengeras sempurna yang memakan waktu sekitar 2 hari atau lebih. Fase pengerasan ini adalah sebuah proses yang paling rentan dengan sentuhan karena tidak akan bisa meretakan permukaannya lagi dengan sendirinya seperti pada saat basah. Jika tersentuh permukaan yang seharusnya mulus tidak akan pernah kembali ke keadaan sebelumnya jadi, biarkan saja setelah Anda menuangkannya kedalam cetakan atau wadah/permukaan lain.

Demikian beberapa tips yang diharapkan bisa membantu Anda yang baru terjun di bidang kerajinan pernak-pernik resin. Karena Anda beraktivitas dengan bahan kimia, bekerjalah di area yang memiliki ventilasi yang memadai dan selalu ikuti semua petunjuk keselamatan yang tercantum pada kemasan resin yang Anda gunakan. Selain itu, bersenang-senanglah! Resin itu aneh dan cenderung berantakan tapi bisa digunakan untuk membuat beberapa karya seni yang sangat unik sesuai selera Anda. Selalu  manfaatkan waktu untuk bereksperimen dan lihat apa yang bisa Anda buat karena kreatifitas tidak ada batas!

Video di bawah ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda juga, silahkan disimak.


Tuesday, January 16, 2018

Kehilangan peliharaan yang kita sayangi memang menyedihkan dan terkadang tidak rela untuk membuangnya. Sebagai contoh, ikan hias yang sudah lama kita pelihara tentu saja membuat kita tetap ingin melihatnya dengan utuh dan terlihat tetap hidup. Sebenarnya hal yang paling benar adalah dengan mengikhlaskannya karena bagaimanapun semua makhluk akan mati kecuali memang untuk sekedar menjadikannya hiasan saja.
ikan-resin-hias
Ikan Resin Hias
Baca juga: Tips Mendapatkan Resin yang Sesuai di Daerahmu.

Ada beberapa pertanyaan yang saya terima terkait hal ini baik melalui komentar di blog, email maupun pesan di fans page Kerajinan Kreatif di jejaring sosial Facebook dan saya berkeputusan membahasnya dalam artikel kali ini.
Membuat hiasan resin dengan menggunakan ikan asli sebagai objeknya memang lebih susah apabila dibandingkan dengan menggunakan objek lain seperti serangga dan benda-benda kering lainnya karena ikan memiliki kandungan air yang lumayan banyak. Ikan yang memiliki kandungan air ini bisa mengganggu proses pengerasan resin dan memberikan hasil buruk ditambah lagi dengan perubahan warna yang tentunya akan merubah tampilan ikan dari aslinya. Setelah mengikuti beberapa forum luar, akhirnya saya mendapat solusi yang dipercaya merupakan cara terbaik mengawetkan ikan kesayangan dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan permanen selama-lamany, meskipun tidak bisa dipastikan jangka waktunya. Cara-cara yang dibahas pun diakui sudah dipraktekkan dan tidak merusak keaslian bentuk dan warna ikan. Langsung saja, mari kita simak langkah-langkah di bawah ini:





1. Mengawetkan Ikan
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • Formalin 5%. Formalin bisa dibeli di toko-toko kimia dengan kisaran harga Rp 5000 / ml.
  • Alkohol 5%, Alkohol 20%, Alkohol 50% dan Alkohol 70%. Untuk mebuat alkohol menjadi beberapa bagian dengan kadar berbeda bisa dengan menakar dan menambahkan air bersih. Sebagai contoh adalah dengan menggunakan 100ml alkohol 90% lalu merubahnya menjadi 70%, caranya adalah dengan mengambil 70ml alkohol 90% lalu menambahkan air sebanyak 25ml menjadi 100ml alkohol 70%. Demikian juga cara membuat alkohol 5%, 20% dan 50%.
  • Clear casting resin atau resin bening. Bisa menggunakan resin poliester, vinil-ester atau lebih baik lagi dengan menggunakan epoxy bening.
  • Hiasan-hiasan atau model-model aquascape lain sesuai selera untuk membentuk hiasan yang mirip dengan pemandangan karang dibawah permukaan air.
Cara Mengawetkan Ikan tanpa merusak bentuk dan warna:
a. Merendam ikan di dalam cairan formalin 5% selama 2 hari
b. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 5% selama 2 hari
c. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 20% selama 1 hari
d. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 50% selama 1 hari
e. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 70% selama 1 hari
f. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 50% selama 1 hari
Catatan:
Untuk hasil maksimal, berikan beberapa lubang kecil dengan jarum agar cairan kimia meresap dengan baik ke semua bagian tubuh ikan yang lunak.

2. Menyiapkan Wadah Hias Ikan
Setelah ikan diawetkan, siapkan wadah yang akan dijadikan tempat ikan pajangan. Beberapa pengrajin menggunakan toples kaca atau mangkuk hias dari keramik agar hasil mirip seperti ikan hidup di dalam air tapi wadah ini bisa dari kayu atau apa saja sesuai selera. Tambahkan dan susun sedemikian rupa hiasan-hiasan dan tanaman aquascape plastik hingga menjadi seperti pemandangan karang hidup di bawah air apabila suka.

3. Menyiapkan Resin Bening
Buat campuran resin bening dan hardener (katalis) sekitar 1/3 dari volume wadah hias lalu tuang kedalamnya. Biarkan resin menjadi seperti jelly dan jangan sampai mengeras karena ikan perlu diletakkan dalam posisi berenang hidup di tengah-tengah air. Setelah posisi ikan sudah tetap dan terlihat hidup, buatlah campuran baru sekitar 1/3 dari volume wadah hias lagi lalu tuang hingga benar-benar menutupi ikan. Untuk nilai artistik, beberapa ikan diawetkan dengan tidak menutupi seluruh bagian tetapi menyisakan sedikit punggung ikan hingga terlihat sedang setengah mengapung dan usahakan agar tidak ada bagian ikan yang kontak langsung dengan udara untuk menambah awet ikan tersebut. 
Gelembung udara bisa saja terbentuk di sekitar ikan atau celah sirip. Kita bisa menghindari gdengan menutupi semua permukaan ikan dengan cara mengolesi resin dengan rata terlebih dahulu menggunakan kuas kecil dan halus.

Cara mengawetkan di atas memang terbilang lama dan memerlukan kesabaran tetapi akan membuahkan hasil yang memuaskan. Hiasan ikan di dalam resin banyak juga diproduksi dan dijadikan komoditi komersial dengan membentuk clay atau tanah liat sintetis sebagai model ikannya.

Demikian cara mengawetkan ikan hias kesayangan agar selalu tampak hidup. Untuk memberi kesar air yang beriak, boleh menggunakan lidi atau stik es yang dikombinasikan dengan meniup resin dengan sedotan atau pengering rambut (hair dryer). Tahap ini perlu dilakukan dengan sabar dan terus menerus hingga permukaan resin seperti jelly atau bisa mempertahankan bentuk seperti riak air.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa jadi panduan bagi peminat pembuatan hiasan binatang hidup lainnya. 

Thursday, December 14, 2017

Pot bunga merupakan hiasan yang wajib ada di ruang tamu baik itu untuk bunga hidup maupun bunga imitasi dari plastik. Selain menambah keindahan, rangkaian bunga di dalam pot ini bisa menambah rasa nyaman dan lebih hidup ruangan yang tentu menambah betah penghuninya. Pot bunga bisa didapatkan di pasar dengan mendatangi langsung maupun dengan memesan secara online tentunya dengan nilai artistik dan harga yang bervariasi.

Pot bunga banyak yang berbentuk unik dan menarik dipandang mata, terbuat dari berbagai macam bahan dari besi, kuningan/tembaga, plastik, kayu, keramik maupun semen. Kebanyakan pot bunga berbahan semen ditempatkan untuk bunga hidup yang dipajang dihalaman rumah yang bentuknya besar dan berat sehingga kebanyakan diletakkan di tempat yang sama dan jarang dipindah-pindah. 

Penggunaan bahan semen ternyata tidak melulu untuk pot bunga besar tetapi juga bisa untuk meja tamu meskipun pada dasarnya, semen memang memiliki massa yang berat tapi bisa dibuat kecil, tipis, kuat dan ringa seperti pot bunga dibawah ini:
pot bunga grc
Pot bunga dari semen grc buatan
Untuk membuat barang berbahan semen yang ringan dan kuat tentunya harus dilihat dari ukuran dan ketebalan lapisan semen yang apabila tipis tidak akan cukup kuat dan mudah pecah. Berikut langkah-langkah membuat pot bunga semen yang ringan untuk ruang tamu.

Alat dan bahan yang diperlukan:
  • Semen wajib ada
  • Pasir halus untuk campuran semen
  • Sika atau Lem fox untuk memperkuat campuran semen
  • Serat fiberglass (chopped strand mat) yang dipotong-potong halus untuk campuran semen
  • Pipa paralon (PVC) ukuran sedang, dibelah menjadi 2 bagian yang sama untuk membentuk dudukan melengkung berbentu S. Bahan ini boleh digantikan dengan memodifikasi kardus bekas.
  • Plastik sampul tebal dari plastik atau kertas tebal tahan air.
  • Triplek 8mm dipotong membentuk huruf S yang sama dengan bentuk pipa PVC
  • Cat kuas atau pylox
  • Lem tembak, Pisau cutter, kertas amplas dan gergaji triplek
Baca Juga: Jenis Kain Serat Kaca yang Populer di Masyarakat dan Pasaran Indonesia

Setelah semua bahan dan alat tersedia, berikut langkah-langkah membuatnya:
  1. Membelah (bukan memotong) pipa PVC dengan ukuran panjang 30 cm menjadi 2 bagian yang sama kemudian menempel sisinya dengan lem tembak membentuk pola melengkung.
  2. Memotong triplek dengan gergaji membentuk lengkukngan yang sama dengan sisi pipa PVC yang sudah ditempel. Fungsi triplek ini adalah untuk membentuk sisi pot bunga.
  3. Mencapur bahan semen, pasir, serat fiberglas halus dan air yang sudah dicampur lem pvc atau sika dan diaduk hingga rata. Campuran ini tidak boleh terlalu basah, cukup lembab tetapi tidak juga terlalu kering.
  4. Menebarkan adukan ke atas permukaan plastik membentuk petak atau seukuran dengan palstik sampul tersebut, kemudian memotongya menjadi 2 bagian yang sama.
  5. Meletakkan lapisan semen di atas plastik sampul ke pipa PVC yang melengkung dengan cara diangkat. Posisi lapisan semen akan membentuk mengikuti pipa PVC dan potongan membagi 2 bagian dengan bentuk yang persis sama.
  6. Meletakkan 2 bilah triplek 8mm yang berbentuk S dengan arah yang berlawanan hingga membentuk celah berbentuk mirip guci, kemudian mengisinya dengan campuran semen yang sama. Bentuk guci ini dibutuhkan sebanyak 2 buah, caranya adalah dengan menggoyang-goyang rangkaian triplek dan mengankatnya kemudian membentuk lapisan sama 1 lagi.
  7. Menunggu hingga kering sekitar 8-12 jam
  8. Mengangkat semua lempengan semen dari posisinya dan menyambung/merangkai menjadi pot bunga. Setiap sisi ditempelkan dengan menyapukan semen dan lem putih pvc dengan menggunakan kuas. Untuk merangkai keempat keping semen GRC ini oleh diikat sementara dengan karet atau tali sebelum mengolesi semua sisi sambungan.
  9. Setelah kering dan bisa di tegakkan, isi sisi bawah rangkaian dengan campuran semen untuk membentuk dasar pot bunga sekaligus memperkuat rangkaian.
  10. Setelah kering, amplas semua permukaan hingga halus dengan menggunakan kertas amplas atau mesin gerinda kalau ada.
  11. Bersihkan dari sisa debu semen kemudian cat. Pot bunga siap digunakan.
Demikian langkah mudah membuat pot bunga unik dari semen GRC buatan yang tentunya tidak berat karena tipis tetapi kuat karena fiberglass. Untuk lebih jelasnya silahkan simak video cara membuatnya di channel Kerajinan Kreatif Youtube di bawah ini:


Judul Video: Cara Mudah dan Murah Membuat Pot Bunga Semen Cantik
Youtube ChannelKerajinan Kreatif
Durasi: 5 menit 40 detik


Wednesday, December 13, 2017

Dewasa ini penggunaan resin jenis polyester mendominasi penggunaan di seluruh dunia yaitu sekitar 80% dari semua jenis resin tentu karena harganya yang terjangkau oleh masyarakat. Selain itu, resin ini juga menempel kuat hampir pada semua permukaan benda-benda seperti kayu, plastik, keramik termasuk juga besi. Resin polyester juga digunakan juga untuk melapisi permukaan kayu dalam bidang furniture tetapi resin ini tidak meresap ke dalam pori-pori kayu sebelum diencerkan. Penggunaan resin dengan cara semprot juga sering digunakan dan tentunya tidak dalam keadaan kental melainkan harus diencerkan terlebih dahulu. Dengan apa mengencerkan resin? Ya, ASETON.
Aseton (acetone) ditemukan pada tahun 1832 oleh ilmuan Prancis dan Jerman dengan rumus kimia (CH3)2CO merupakan cairan bening yang mudah terbakar, menguap dengan cepat, larut di air dan merupakan senyawa campuran sederhana dari ketone/alkanone yaitu bahan kimia yang sering digunakan sebagai biang plastik, pelarut dan juga dalam beberapa bidang farmasi.
acetone and resin
Mengencerkan Resin
Untuk kerajinan yang menuntut kreatifitas, penggunaannya sebagai pengencer resin yang sifatnya kental ada beberapa hal yang perlu kita ketahui yaitu sebagai berikut:
  • Aseton berbahaya apabila terhirup banyak dan terus menerus. Ada baiknya menggunakan masker sebelum memulai pekerjaan yang berhubungan dengan aseton dan lebih baik bekerja di ruangan dengan ventilasi memadai.
  • Campurkan aseton tidak lebih 10% dari banyaknya resin sebelum ditambah katalisnya. Misalnya resin yang kita gunakan sebanyak 300ml, maka aseton tidak lebih dari 30ml dan aduk hingga rata sebelum menambah 1% katalisn yang tetap mengacu kebanyaknya resin yaitu 3ml. Penggunaan aseton yang berlebihan mengakibatkan resin tidak mengeras dan lebih rapuh meskipun ini masih diperdebatkan tetapi ada baiknya kita mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terlebih-lebih dalam pembuatan barang yang menuntut keamanan seperti kapal dan papan seluncur. Kalau patah kan bisa berabe...🤣
  • Aseton sangat mudah terbakar, maka jauhkan dari api dan tolong jangan merokok selagi bekerja. Toh kan pakai masker kecuali maskernya ada lubang khusus untuk rokok. Hehehe... Jangan dicoba ya..itu cuma candaan garing saya.
  • Penambahan aseton pada cairan resin tidak memperlambat proses pengerasan maka lapisi kayu atau benda yang ingin dilapisi resin serata dan secepat mungkin. Jangan megurangi jumlah katalis juga untuk memperlambat proses pengerasan dan kalau memang diperlukan, resin boleh didinginkan terlebih dahulu.
  • Aseton sangat ampuh membersihkan peralatan kerja seperti kuas dan roller. Untuk membersihkan resin yang sudah mengeras aseton juga bisa digunakan dengan sedikit tenaga dan kesabaran.
  • Sapukan aseton dengan kain bersih untuk menghilangkan lapisan permukaan yang terasa lengket sebelum melakukan amplas untuk polishing atau mengkilatkan.
Baca Juga: Petunjuk Penggunaan Katalis MEKP (Methyl Ethyl Ketone Peroxide) Sebagai Bahan Campuran Resin
Dalam kehidupan sehari-hari Aseton bisa kita temukan karena penggunaannya sebagai bahan dasar terpentine/tinner (pengencer cat) juga penghapus cat kuku. Aseton murni harganya cukup mahal yang disebabkan oleh tingginya biasa produksi dan besarnya manfaatnya dalam industri-industri berat.
Selain sebagai pengencer resin polyester berikut ini ada beberapa manfaat lain dari asetone murni yang perlu kita ketahui dalam industri kecil, menengah dan besar:

1. Sebagai pembersih permukaan besi

Dalam industri besar seperti pengelasan dan pengecatan, permukaan besi yang bersih merupakan syarat utama sebelum melakukan pengelasan kedua bagian. Aseton digunakan sebagai bahan pembersih yang ampuh yang mampu mengurangi waktu operasional tanpa menggunakan cara konvensional seperti mengamplas terlebih-lebih industri bidang struktur seperti bangunan raksasa dan transportasi tentu menuntut kekuatan sambungan pengelasan besi baja dan juga kekuatan lapisan cat yang akan melindungi dalam jangka waktu lama.

2. Pengencer cat

Banyak industri-industri besar yang tidak menggunakan tinner atau terpentine dalam pengecatan barang-barang produksinya tetapi menggunakan aseton. Meskipun fungsinya hampir sama tetai kesempurnaan penguapan aseton jauh lebih baik dibanding tinner biasa yang sudah tentu tidak akan mempengaruhi kualitas asli cat pelapisnya.
3. Penghilang Karat
Industri perbaikan mobil dan bengkel-bengkel tidak lepas dari penggunaan aseton sebagai penghilang karat pada besi-besi kerangka termasuk baut-baut yang sudah dilepas akibat karat. Terkadang baut-baut yang susah dilepas dengan pelumas membuat kita putus asa dan meghancurkan besi baut yang bisa merusak komponen utama juga tetapi Aseton akan mempermudah proses perbaikan yang tentu akan mengurangi biasa dan waktu operasional.
4. Obat-obatan di bidang Farmasi
Takaran kecil aseton juga digunakan di bidang farmasi sebagai produksi obat-obatan dan juga sebagai bahan alkohol sebagai obat luar (non-consumable alcohol). Tanpa aseton, rasanya barang-barang di rumah sakit kelihatan tidak steril dan kotor yang bisa membahayakan pasien.
5. Kecantikan
Selain sebagai pengencer dan penghapus cat kuku, aseton juga digunakan sebagai bahan kecantikan lain seperti kosmetik dan bahan penghilang selaput kering pada penyakit kulit.
6. Sebagai Campuran Bahan Bakar
Aseton digunakan sebagai campuran bahan-bakar karena pembakaran akan lebih sempurna dan tidak meninggalkan timbal pada tangki-tangki mesin, motor atau mobil sehingga aseton bisa meningkatkan nilai oktan bahan bakar. Banyak menambahkannya sekitar 10% untuk mobil dan motor balap.

Itulah beberapa kegunaan bahan kimia yang satu ini dan mungkin dengan mengetahui ini kita bisa mencari solusi masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari seperti contoh video mengenai tips mengencerkan resin fiberglass yang benar di bawah ini:

Tuesday, December 5, 2017

Para pengrajin fiberglass tentu sudah tidak asing lagi dengan nama katalis, dan 30% hingga 60% kandungan murni secara umum digunakan sebagai campuran pengeras resin poliester (UPR) dalam pembuatan barang-barang berbahan fiberglass. Nama kimia dari cairan katalis untuk resin ini adalah MEKP adalah singkatan dari Methyl Ethyl Ketone Peroxide. Mungkin bagi sebagian masyarakat awam masih kurang mengetahui sifat atau karakteristik MEKP ini dan perlu diketahui bahwa cairan ini merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik dan benar. Untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasan di bawah ini:
Katalis (MEKP) Resin Poliester
Katalis (MEKP) Resin Poliester
Baca Juga: Jenis Resin yang Umum Digunakan pada Saat ini dan Perbedaannya
Keamanan Penyimpanan
Katalis memiliki dampak negatif terhadap barang lain (korosif) sehingga merupakan barang yang dilarang untuk angkutan-angkutan tertentu terutama angkutan udara. Angkutan yang paling umum digunakan adalah angkutan darat yang ketat dalam ijin serta pengawasan instansi-instansi terkait. Cairan ini juga sangat mudah terbakar akibat pengaruh panas api maupun sinar matahari dan oleh sebab itu wadah penyimpanan juga sangat menentukan keamanan cairan katalis MEKP ini. Idealnya, cairan katalis ini harus disimpan di bawah suhu dingin tetapi bukan berarti disimpan bersama-sama dengan makanan lain di dalam lemari pendingin. Katalis bisa merusak dan mempengaruhi kialitas kesehatan produk makanan berbahan susu maka perlu di tutup rapat dengan baik atau ditempatkan di lemari pendingin yang tidak menyimpan barang makanan. Meskipun beberapa peneliti menemukan bahwa katalis MEKP tidak mencemari makanan atau minuman dalam kemasan kaleng, tetap saja penempatannya sebisa mungkin harus dihindari secara bersamaan.
Selanjutnya adalah keamanan pada saat penggunaan dimana saat mencampur katalis MEKP dengan resin dituntut proses pengerjaan dengan hati-hati terlebih saat melakukan pencampuran. Apabila menuang dengan sembarangan, katalis MEKP bisa tersiram atau tumpah dari wadah pencampur. Sebaiknya gunakanlah gelas ukur dan bukan jarum suntik karena bisa terciprat ke mata pada saat menyemprotkannya ke dalam wadah. Mohon dicatat bahwa cairan katalis MEKP ini sangat berbahaya apabila terkena mata bahkan bisa mengakibatkan kebutaan permanen.
hal yang tidak kalah pentingnya adalah untuk menjauhkan dari jangkauan anak-anak dan jika mereka menggunakannya, pastikan mereka diinstruksikan dalam penggunaannya dan diawasi dengan benar.
Dewasa ini, sebagian besar pengguna resin tertarik menambahkan akselerator untuk mempercepat pengerasan seperti kobalt yaitu cairan berwarna biru/ungu. Penggunaan kobalt juga sangat perlu diperhatikan pada saat mencampur dengan resin dan harus benar-benar tercampur rata terlebih dahulu sebelum menambahkan katalis MEKP. Pencampuran katalis MEKP yang tidak disengaja dengan akselerator kobalt akan menghasilkan reaksi yang sangat berbahaya yaitu ledakan dan api.
Dalam beberapa video percobaan di Youtube bisa kita temukan beberapa video yang menunjukkan bahaya MEKP ini seperti dengan menghentakkan palu ke atas tetesan atau mencoba membakarnya dengan api. MEKP yang digunakan adalah MEKP murni, tetapi untuk keselamatan dan keamanan transportasi maupun kerja, MEKP yang banyak dipasarkan sekarang ini telah dicampur dengan dimethyl phthalate, cyclohexane peroxide, atau diallyl phthalate untuk mengurangi sensitifitas cairan mEKP ini terhadap hentakan maupun api. Benzoyl peroxide juga telah digunakan untuk tujuan yang sama.

Pertolongan Pertama
MEKP bisa membahayakan mata dan seperti dikatakan di atas bisa mengakibatkan kebutaan permanen. Melindungi mata pada saat menggunakan merupakan tindakan pencegahan yang sanat wajib yaitu dengan menggunakan kaca mata pelindung. Apabila tersiram ke mata, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menyiramkan air bersih yang mengalir seperti air keran selama 15 menit tanpa henti, kemudian segera melakukan konsultasi ke pihak medis. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa hal ini sangat penting karena kebutaan permanen bisa terjadi dalam waktu 15 detik.
Jika tertelan jangan memaksakan muntah karena akan memperparah saluran pernafasan dan pencernaan, tetapi segera berikan segelas air dan dapatkan bantuan medis.
Hindari kontak kulit dan selalu gunakan pakaian pelindung. Jika terjadi kontak kulit, lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi dan cuci permukaan kulit dengan saksama. Satu tetes katalis yang mengenai jari bisa menyebar ke bagian kulit lainnya karena rasa gatal yang tidak tertahankan.  Apabila rasa gatal dan perih tidak kunjung hilang, segeralah konsultasikan ke pihak medis.
Beberapa peneliti juga menyebutkan bahwa bau menyengat katalis MEKP juga berbahaya terhadap kesehatan paru-paru sama halnya dengan bau bahan resin poliester sendiri. Sebaiknya masker selalu digunakan pada saat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan resin dan katalis ini.

Berapa banyak yang harus digunakan?
Penggunaan katalis MEKP yang tidek sesuai bisa berbahaya dan mengakibatkan panas berlebih bahkan menimbulkan api sebagai pemicu kebakaran.
Pada artikel terdahulu sudah dibahas bahwa secara umum penggunaan takaran katalis dihitung dalam persentase yaitu penggunaan katalis 1%  dari banyaknya resin = 10ml katalis untuk 1kg resin. Aturan praktis untuk poliester resin laminating antara 1% dan 2% yaitu 1% untuk cuaca panas (untuk memberi waktu pembasahan maksimum) dan 2% untuk cuaca dingin atau malam.
Mungkin ada pertanyaan kenapa mengukur resin dan katalis menurut berat - alasannya adalah bahwa cara ini adalah cara termudah untuk menghitung lebih akurat. Untuk takaran resin poliester, timbangan dapur sudah cukup memadai dimana timbangan dapat selalu dimasukkan ke dalam kantong plastik bening dan cara ini tentu tidak bermasalah apabila digunakan untuk mengukur bahan memasak. Tidak ada metode lain yang lebih baik dari pada metode ukur timbang, sebab banyaknya resin dengan volume sulit ditentukan dimana resin yang berbeda memiliki gravitasi spesifik yang berbeda pula. Sebagian orang mulai meninggalkan pengukuran menggunakan alat ukur cangkir dan lebih mudah membaca angka di petunjuk timbangan dari pada membaca tanda di sisi tabung reaksi. kalau memang harus memakai alat ukur volume, aturan kasar (atau mungkin keseluruhannya) adalah menghitung 1 liter dengan berat sekitar 1,1kg untuk mendapatkan hasil akurat dan alasan ini juga berlaku dibeberapa produk lain seperti misalnya: ½ liter karton susu akan menampung kira-kira 550gram atau minuman 375ml atau cairan lain yang bisa menampung sekitar 425 gram. Ini hanyalah sebuah contoh metode alternatif yang baik untuk digunakan.

Sebagai panduan, Kerajinan Kreatif menyertakan gambar skala perbandingan yang mudah-mudahan bisa membantu.
diagram-perbandingan-resin-katalis MEKP
Diagram Perbandingan Resin dan Katalis MEKP
Demikian penjelasan singkat mengenai katalis yang sering digunakan sebagai pengeras resin dalam pembuatan fiberglass. Semoga dengan adanya tulisan ini, bisa menambah kepedulian kita terhadap kesehatan dan keamanan lingkungan kerja kita dari bahaya.

Monday, November 27, 2017

Keberadaan resin memang tidak merata di semua tempat dan alasannya bisa dimaklumi. Masyarakat di beberapa daerah tidak mudah mendapatkan jenis bahan kimia yang banyak manfaatnya ini. Jenis resin yang paling mudah dijumpai adalah jenis Polyester (UPR) sebagai bahan membuat kapal atau bahan utama membuat fiberglass dan menambal bocor tapi resin ini memiliki karakteristik yang tidak mendunkung untuk kerajinan lain.
Para peminat kerajinan tangan seperti gantungan kunci, aksesoris perhiasan dan lain-lain banyak yang kesulitan mendapatkan resin bening yang cocok untuk kerajinan ini hingga mau tak mau harus membeli secara online dimana ongkos kirim yang tinggi mungkin jadi pertimbangan serius. Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, resin yang cocok untuk kerajinan ini adalah jenis resin vinylester yang berbeda dengan resin polyester. Lagi-lagi harga ongkos kirim ke daerah yang jauh dari penyalur memang bisa sangat tinggi dan akan mempersulit para pengrajin menentukan harga jual demi memperoleh keuntungan yang minim. Harga barang jadi bahkan bisa dikatakan lebih murah yang akhirnya membuat pengrajin kalah saing dengan produk-produk impor tersebut dikhawatirkan akan mematikan langkah masyarakat kecil dan menguntungkan importir nakal. Pedagang di daerah juga tidak mau rugi untuk menyediakan resin dengan penggunaan sedikit tentunya disebabkan harga kirim dan ijin ini itu yang akan membuat harga melambung tinggi. Kenyataan ini tentunya juga akan mengurangi frekuensi perputaran modal yang dimiliki para penjual eceran. Inilah dilemma.
Di forum-forum dan kolom komentar sering sekali ditemukan pertanyaan yang terdengar sangat tidak asing yaitu "di mana resin dijual?" atau "resin merek apa yang bagus/cocok?". Jawabannya tidak lain adalah di toko bangunan atau toko kimia terdekat (kalau ada). Tapi jangan khawatir kalau tidak ada, karena untuk sekedar hobby, memang tidak ada salahnya kita merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan resin sesuai kebutuhan hobby kita tersebut tidak lain harus beli online yang sebagian juga sudah tidak menambahkan ongkos kirim alias gratis dengan syarat-syarat tertentu. Bisa saja hobby ini menjadi menguntungkan tergantung kemauan kita masing-masing karena peminat kerajinan tangan tidak semua sama dan banyak yang juga memilih produk lokal yang lebih memiliki kharakteristik unik dan disinilah kita dituntut untuk lebih kreatif memproduksi barang yang berbeda dan lebih menarik dengan produk impor.
Baca juga: Peluang Usaha Kecil Menengah seputar Kerajinan Resin
Dalam kesempatan ini akan saya sampaikan beberapa jenis resin sesuai fungsinya dan ada di pasaran juga beberapa penjual yang direkomendasikan sebagai bahan pertimbangan untuk calon pembeli. Mohon di catat, Kerajinan Kreatif tidak jualan, tidak memiliki toko dan tidak mendapatkan imbalan dari tautan toko online yang akan disebutkan dibawah ya😅. Mudah-mudahan dengan adanya artikel ini diharapkan penjual produk terutama resin, semakin banyak yang memberikan penjelasan, petunjuk dan saran secara detil mengenai produk yang dijualnya untuk membantu calon pembeli dalam menentukan pilihan yang sesuai.

RESIN EPOXY
Resin epoxy sangat kuat dan banyak digunakan sebagai adhesive ataupun komposit di industri-industri besar seperti perkapalan sehingga jarang dipakai untuk kerajinan-kerajinan yang sifatnya hanya sebagai hiasan. Jenis resin memiliki viskositas medium-tinggi (13.000 mPa.s) dan daya tahan panas yang tinggi sehingga disebut resin premium sesuai dengan kualitas dan harganya yang cukup mahal. Takaran perbandingan umum epoxy adalah 1:1 untuk resin dan katalisnya. Beberapa merek yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
1. Eposhon
Eposchon adalah epoxy buatan Jerman yang terdiri dari 2 bagian yaitu Part A dan Part B. Epoxy B (EpoxyHardener) disebut juga EPH555 untuk type bening. Resin Epoxy A dan merupakan pasangan resin dengan perbandingan penggunaan 1:1 atau 2:1 untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini tentunya akan mengakibatkan adanya spekulasi perbandingan di berbagai daerah di Indonesia, sehingga dibutuhkan sedikit trial and error dari patokan formulanya. Epoxy ini bisa dibeli disini, disini dan disini
2. Milan (Lem/Adhesive)
Lem epoxy Merk Milan adalah buatan Jerman meskipun namanya kota Italia. Produk ini merupakan lem dua komponen yang diformulasikan khusus untuk merekatkan hampir segala jenis bahan seperti: Kayu, Aluminium, karet, formica, kaca, keramik, porselin, besi dan sebagainya. Epoxy ini juga dapat dipergunakan sebagai pengisi rongga-rongga pada sambungan (gap filling), memiliki ketahanan yang baik terhadap air dan beberapa bahan kimia lainnya seperti alkohol, alkali dan asam. Hasilnya setelah kering akan berwarna bening oleh karena itu bisa juga untuk cor kayu. Epoxy ini bisa kita beli disini atau disini.
3. Epoxy Merek Lain
Epoxy banyak diproduksi dalam bentuk kalengan oleh produsen-prodused cat ternama dan sudah tersebar keseluruh penjuru tanah air. Mudah-mudahan bisa jadi solusi bagi yang hobby bermain kayu. Selain untuk kayu, beberapa produk ini juga bisa diaplikasikan sebagai coating lantai, keramik dan permukaan lain. Jenis terlengkap bisa dicari disini.

RESIN VINYLESTER
Resin vinylester lebih kuat dari UPR dan lebih rendah dari epoxy tetapi beberapa merek sudah diformulasikan untuk menjamin kekuatan dalam pembuatan kapal dan barang-barang lainnya. Resin ini banyak juga digunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan hiasan, pelapis kayu, pelapis meja dan perekat atau penambal kuat. Setelah melakukan pencarian, resin vinylester yang Kerajinan Kreatif dapatkan hanya 1 atau mungkin masih ada tapi kurang dijelaskan mengenai jenis ini di situs Indonesia.
Ripoxy R-802 EX-1
Ripoxy R-802 EX-1 adalah tipe resin Vinyl Ester yang memiliki daya tahan korosif yang sangat baik serta daya tahan panas yang tinggi. Hasil jadi memiliki karakteristik mekanik yang sangat baik dalam hal ketahanan dan elongasi. Tipe resin ini sudah memenuhi syarat Lloyd's Register's (LR) Rules and Regulations untuk penggunaan dalam bidang pembuatan kapal. Resin ini harus dicampur dengan promotor atau katalis Mepoxe sebanyak 2.5%. Resin dan katalisnya bisa dibeli disini atau disini.

RESIN POLYESTER (UPR)
Resin Polyester adalah resin yang paling banyak digunakan untuk kerajinan dekorasi dan fiberglas seperti cetakan semen, menambal kapal, pembuatan tangki air dan lain sebagainya. Resin ini diformulasikan
1. Resin 108 (Yukalac C-108B) Bening
Yukalac C-108B adalah tipe resin yang berwarna sangat bening, sangat cocok digunakan untuk pembuatan barang cetakan, seperti perhiasan, mainan dan berbagai macam suvenir. Tipe resin ini sudah berpromotor tetapi tetapi penambahan Promotor E dianjurkan untuk mempercepat curing time sehingga mempermudah pengerjaan. Formulasi dianjurkan adalah penambahan Katalis MEPOXE 0.3 - 0.5%. Resin ini bisa dibeli disini, disini atau disini.
2. Resin Lycal Bening
Resin lycal adalah resin bening yang sering digunakan dalam pembuatan kerajinan hiasan dan piagam transparan juga papan nama. Resin lycal bisa dibeli disini, disini dan disini.
3. Resin 157 (Yukalac 157 BQTN-EX) Keruh / Butek
Yukalac 157 BQTN-EX adalah tipe resin General Purpose, umum digunakan untuk pembuatan berbagai jenis barang FRP dengan cara hand layup maupun spray up molding. Tipe resin ini sudah memenuhi syarat Lloyd's Register's (LR) Rules and Regulations dan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk penggunaan dalam bidang pembuatan kapal. Tipe resin ini mengandung thixotropic yang membuatnya lengket, serta sudah berpromotor. Formulasi dianjurkan adalah penambahan Katalis MEPOXE 1%. Resin ini bisa dibeli disini, disini dan disini.

Demikian beberapa jenis resin yang banyak dipasaran yang mungkin tidak ada dijual di daerahmu. Semoga tautan di atas bisa membantu mempermudah pencarian resin yang sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang masih dalam batas wajar.

Thursday, November 23, 2017



Sudah bukan rahasia lagi kalau kerajinan fiberglass sangat menguntungkan baik buat pemakaian sendiri maupun komersial yang bisa menghasilkan omset puluhan juta perbulan apabila ditekuni dengan baik. Orang-orang yang awam tetapi tertarik mengenai kerajinan resin fiberglass wajar bila merasa bingung harus mencari tahu lebih dalam mengenai kerajinan ini karena terbatasnya pembahasan terperinci yang bisa didapatkan. Keterbatasan ini juga ditambah oleh kurangnya wawasan atau mungkin kemauan pedagang dalam menjelaskan kepada konsumennya mengenai kekurangan atau kelebihan barang-barang tertentu seakan-akan hanya memikirkan keuntungan semata. Sangat senang rasanya membaca ulasan beberapa pedagang mau dan ikhlash meluangkan waktunya untuk menulis blog atau artikel mengenai produk yang dijualnya dengan terperinci, semoga sukses buat mereka, dan tentu sangat membantu para calon pembeli sekaligus calon pengrajin Indonesia dalam berkreasi.
resin-fiber
Resin Fiber
Dalam tulisan ini, dengan keterbatasan pengetahuan dan meskipun tidak banyak, akan dijelaskan sebaik mungkin mengenai salah satu bahan komposit fiberglass yang bisa dikatakan komposit utama yaitu serat kaca atau mat untuk menghindari kerugian waktu maupun materi hanya karena kesalahan pemilihan. Standar keamanan dan keselamatan sudah menjadi patokan utama dalam pemakaian bahan ini karena tidak semua bahan fiberglass mat berfungsi sama sebagai penguat komposit resin fiberglass. Dikatakan demikian karena ada sebagian serat kaca yang sengaja dirancang dan diproduksi bukan untuk penahan beban besar seperti badan kapal, penampung air, papan seluncur, dan banyak lagi, tetapi ada juga yang hanya untuk sekedar model, mainan atau hiasan saja. Berikut adalah beberapa serat kaca yang sering kita jumpai:
  • Chopped Strand Mat (CSM): Jenis serat kaca dengan anyaman yang diproduksi secara acak kebarbagai arah dan tidak beraturan. Serat kaca inilah yang paling banyak digunakan oleh pengrajin fiberglass karena harga yang relatif murah dan mudah digunakan. Kalau diterjemahkan secara harafiah ke bahasa Indonesia, chopped strand mat artinya adalah helaian handuk cincang😁. Memang benar kenyataannya, jenis serat kaca ini memang seperti kumpulan serat-serat yang dicincang dan dibentuk menjadi satu helai atau lembaran baru. Jenis serat ini sangat cocok sebagai penguat resin type polyester dan epoxy karena sudah mengandung bubuk pengikat yang akan bereaksi apabila terkena resin. Kapasitas serap yang bisa mencapai 1½ ukuran beratnya membuat jenis serat kaca ini cukup kuat digunakan untuk menopang beban besar. Ketebalan serat ini pun diproduksi berbeda-beda dari yang tipis hingga yang tebal dan kadang dipadukan dengan serat yang lebih baik yaitu Woven Roving Mat. 
  • Woven Roving Mat (WRM): Jenis serat kaca yang diproduksi dengan anyaman yang rapi dari dua arah yaitu horizontal dan vertikal dengan kekuatan beban yang sama. Jenis serat kaca ini sering juga disebut type (0°/90°) mengikuti sudut horizontal dan sudut vertikal yang dibentuk anyamannya yang berati kuat menahan beban kedua arah tersebut dan lemah ke arah diagonal atau 45°. Tetapi jenis serat kaca ini tetap banyak digunakan dan telah diuji kekuatannya dalam perkapalan terutama yang banyak disebut dengan WR600 (Woven Roving 600gram / m²) yang cukup tebal untuk 1 lapis / meternya. Kelebihan lain serat ini adalah pemakaian resin yang relatif lebih kecil dibanding CSM yaitu 1:1 dan hal ini menjadi pertimbangan bagi produsen peralatan dan kapal berbahan fiberglass untuk tujuan komersial. Produsen-produsen serat kaca juga tidak kalah cerdik menciptakan jenis serat baru yaitu menggabungkan jenis yang hampir mirip dengan WRM dan CSM tetapi dengan memebentuk arah serat 45° menjadikan jenis serat kaca baru yang disebut dengan Biaxial Mat.
  • Biaxial Mat (BX): Disebut juga biax fiberglass dan seperti dijelaskan di atas, jenis serat ini adalah ibarat perpaduan antara Woven Roving Mat (WRM) dan Chopped Strand Mat (CSM) yang dijahit hingga membentuk kekuatan yang maksimal. Arah untaian serat yang membentuk 45° dan CSM dilapisan bawahnya menjadikan serat ini lebih kuat dari kedua jenis sebelumnya. Kelebihan lain jenis serat ini adalah berkurangnya penggunaan serat yang berlapis-lapis dan disebut-sebut lebih hemat dalam penggunaan resin dibanding CSM dan WRM. Jenis serat Biaxial ini disebut  (+/- 45°) sesuai dengan arah untaian serat yang dibentuk membuat penggunaan jenis serat fiber yang satu ini sangat mudah karena mampu mengikuti lekukan permukaan yang dilapisi dengan jauh lebih baik. Kalau kita pernah mendengar seri serat BX1708, itu karena penggunaan lapisan depan seberat 17oz (17 ons) dan lapisan belakang dengan serat seberat 8oz (8 ons) sehingga total berat biaxial matnya adalah 25oz (25 ons). Secara internasional, ukuran yang dipakai adalah Oz atau Ons atau sekitar 28,35 gram untuk setiap ons-nya.


Demikian tiga jenis serat kaca yang banyak digunakan berdasarkan bentuk untaian seratnya dan ketiga serat kaca di atas cocok digunakan untuk pembuatan barang-barang yang membutuhkan daya tahan bocor, nilai ekonomis, kekuatan, TETAPI tidak terlalu menuntut sifat yang ringan misalnya tangki air, perahu, kano, surf board, dan masih banyak lagi.
Untuk barang-barang yang menuntut keringanan tetapi kuat adalah serat karbon (Carbon Fiber) atau sering disebut dengan CF atau Graphite Fiber atau Graphite Fibre. Sejak tahun 70an serat ini sudah mulai populer dan diproduksi besar-besaran seiring meningkatnya kebutuhan pasar yang menuntut kedua karakteristik tersebut yaitu kuat tetapi ringan. Kelebihan lain serat karbon ini adalah sifat kaku lenturnya, ketahanan terhadap suhu panas dingin yang ekstrim dan ketahanannya terhadap reaksi kimia yang besar. Serat karbon banyak digunakan dalam pembuatan pesawat terbang, pertahanan persenjataan, teknologi tinggi, olah raga profesioanal seperti mobil balap, sepeda balap, alat pancing, dan lain sebagainya.
Baca juga: Mengenal Karakteristik Resin Polyester dan Resin Epoxy Lebih Jauh
Selain arah anyaman/untaian serat di atas, berikut ini ada beberapa hal yang juga tidak kalah pentingnya untuk kita ketahui sebelum memilih serat kaca yang sesuai kita gunakan yaitu ukuran satuan penjualan yang digunaan. Serat kaca dihitung bukan berdasarkan lebarnya seperti membeli kain tetapi dengan berat bahan itu sendiri sebagai contoh, yang banyak dijual adalah 200gr dan 300gr yang artinya berat gulungan per-meter adalah 200 dan 300 gram. Tetapi kenyataannya, yang dijual adalah per-meter yang berat setiap meter persegi (m²) adalah 800gr. Ini kadang menimbulkan kebingungan mengenai jenis serat kaca yang akan dibeli. Kenapa kita membutuhkan ukuran berat bukan ukuran lebar? Jawabannya adalah karena serat kaca dirancang sesuai dengan penggunaan resin sesuai dengan beratnya untuk menjamin kekuatan yang dihasilkan dan dengan mengetahui berat serat kaca per meter tentu saja kita bisa dengan mudah menentukan berapa banyak resin dan serat kaca yang harus kita persiapkan untuk bidang permukaan yang kita inginkan. Hal ini akan mengurangi pemborosan dan kesulitan menentukan harga yang sesuai dengan bahan bagi pengrajin komersial atau pengusaha kerajinan ini. Beberapa jenis serat kaca sesuai dengan karakteristiknya memerlukan jumlah resapan resin yang berbeda seperti 1:1 untuk Woven Roving Mat dan 1:1½ untuk Chopped Strand Mat.
Demikian penjelasan mengenai beberapa jenis serat kaca yang banyak atau umum digunakan dalam dunia produksi material berbahan fiberglas yang sedikit banyaknya diharapkan bisa menambah pengetahuan sobat-sobat kerajinan kreatif dimanapun berada. Sebenarnya masih ada beberapa jenis fiberglass mat untuk resin yang perlu kita ketahui, silahkan tonton video di bawah ini.
Terima kasih dan selamat berkreasi.



Judul Video: Yuk, Kenali Dulu Beberapa Fiberglas Mat Resin ini
Youtube Channel: Kerajinan Kreatif
Durasi: 6 menit 45 detik



Monday, November 20, 2017

Dari sejak kecil kita sudah pasti sering bermain lipat kertas hingga membentuk mainan atau prakarya yang dikenal dengan origami . 
Sebenarnya teknik lipat kertas ini sudah lama ada sejak jaman dulu dan pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan, ahli matematika dan mesin Islam yang bernama Ismail al-Jazari (1136-1206).
Dalam tulisan ini akan kita bahas dan kupas tuntas hal yang berkaitan dengan teknik lipat kertas modern dan lebih rumit yaitu pepakura dengan bantuan perangkat lunak viewer yang bisa di download gratis yaitu Pepakura Designer.

Apa itu Pepakura Designer?
Pepakura Designer adalah perangkat lunak untuk mencetak bentuk model 3D yang serumit apapun ke atas kertas menjadi bentangan bagian-bagian model 3D tersebut. Kita bisa menggunakan program ini secara gratis untuk menampilkan saja tetapi untuk mengekspor file kita harus membayar lisensi sebesar US$38. Program ini bisa membuka file ber-format ekstensi .3DCG. Sebenarnya banyak freeware dan boleh kamu lihat di sini.

Apa saja yang kita butuhkan?
Kertas tentu saja ya, dan kertas yang kita gunakan sebaiknya kertas tebal atau boleh di cetak di atas kertas HVS kemudian ditempel ke kertas tebal sebelum 'bermain'. Berkreasi dengan pepakura yang sudah di cetak tidaklah begitu mahal dan bisa didapatkan dengan mudah di toko-toko buku yang diantaranya adalah:
  • Gunting atau Pisau Cutter
  • Lem kertas / Lem Putih. Sebaiknya menggunakan lem tetes cyanoacrylate atau lem setan untuk perekat sementara karena bisa ditetes dan cepat kering. Boleh juga dibantu dengan menggunakan selotip kertas yang meskipun sedikit merepotkan tetapi terbukti bagus.
  • Kuas untuk melapisi bagian yang perlu ditutupi dengan lem putih.
  • Penggaris untuk membantu melipat lurus.
  • Paku atau obeng tumpul untuk memberi tanda dan membantu melipat garis melengkung.
  • Dempul kalau memang serius menjadikan karya pepakura menjadi lebih kokoh.
  • Cat kalau ingin mewarnai dan tidak perlu kalau sudah di cetak warna.
  • Alas potong atau selembar kayu triplek juga bisa.
  • Alas boleh menggunakan aluminium foil atau plastik agar pepakura tidak merekat.
Singkatnya, adalah mencetak, menggunting dan menempel semua bagian menjadi satu bentuk model sesuai yang kita cetak. Mohon diingat bahwa hobby ini sangat membutuhkan kesabaran dan yang paling penting, waktu. Pandai-pandailah memanfaatkan waktu luang😁.

Mungkin ada kegagalan atau kebingungan yang timbul pada saat melipat dan menggunting kertas sebelum menempel. Perlu diperhatikan tanda garis yang ada di hasil cetak dan masing-masing garis memiliki fungsi petunjuk tersendiri sebagai berikut:
  • Garis putus-putus artinya LIPAT KE ATAS
  • Garis normal artinya GUNTING / POTONG
  • Garis Titik Garis Titik artinya LIPAT KE BAWAH
Dengan memahami arti garis tersebut kita tidak akan merasa bingung lagi. Sketsa yang lebih jelas silahkan lihat gambar di bawah ini:
Garis-garis Pepakura
Garis-garis Pepakura 


Untuk cara yang cukup mudah, silahkan saksikan video di bawah ini. Jangan lupa subscribe ya:
Judul Video: Membuat Model Kertas Sederhana dengan Pepakura
Youtube Channel: Kerajinan Kreatif
Durasi: 5 menit 10 detik


Demikian cara membuat model kertas dengan pepakura, semoga bermanfaat bagi semua. Apabila ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar dan silahkan juga berbagi untuk kita semua. Terima kasih.

Friday, November 17, 2017

Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan menjadi tempat berkumpul keluarga dan merupakan taman bermain bagi anak-anak. Taman tidak terlepas dari meja dan kursi untuk tempat duduk bersama anggota keluarga di hari libur dan itu bisa dibuat sendiri dari bahan semen maupun sisa-sisa kepingan beton disekitar rumah.
Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan cara membuat meja sederhana berukuran 60 x 40 cm dengan cara yang sangat sederhana tetapi bisa menghasilkan corak permukaan meja semen menarik. Ide membuat meja ini sebenarnya dimulai dari 2 buah kepingan semen berukuran 25 x 40 cm dengan tebal sekitar 3 cm yang sudah lama tidak terpakai dan sayang rasanya kalau dibuang. Semen yang sudah lama biasanya tidak akan merekat kuat pada semen baru dan akan dijelaskan cara mengakalinya di langkah-langkah di bawah ini nantinya.
meja-taman-unik-dari-semen
Meja Taman Unik dari Semen
Persiapan yang dilakukan adalah menyediakan 4 potong kayu ukuran 1x2 atau 2x2 untuk digunakan sebagai penopang yang membentuk persegi berukuran 60 x 40 cm dimana kedua kepingan akan disambung dengan semen cor menjadi kepingan baru seukuran dengan rangkaian kayu yang dibentuk di atas. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Bentangkan sehelai koran di atas meja sebagai alas agar semen tidak menempel di atas permukaan meja dan agar lebih mudah dilepas.
  2. Keempat kayu disusun di atas koran menjadi bidang persegi dan ujung setiap sambungan disatukan dengan menggunakan staples tembak agar mudah dilepas setelah semen cor mengeras.
  3. Aduk semen, pasir dan air dan isi kedalam bidang sambungan kayu hingga mencapai ketebalan 5 cm.
  4. Letakkan kedua kepingan semen ke dalam bidang persegi yang sudah terisi semen cor tepat di masing-masing sisi dan akan membentuk celah antar kedua keping sekitar 10 cm.
  5. Buat campuran perekat semen lama dengan semen baru dengan komposisi 20:10:1 semen putih, air dan sika. Aduk hingga benar-benar rata.
  6. Basahi kedua sisi kepingan dengan semprot air (gun sprayer) dan oleskan dengan campuran perekat yang telah dibuat dengan menggunakan kuas.
  7. Kuaskan juga semen putih ke permukaan kepingan dan tuang hingga menutupi semua permukaan kepingan semen lama.
  8. Buat campuran semen aci warna marun dan air lalu tuangkan sedikit demi sedikit untuk membentuk corak sesuai selera. Ratakan dengan menggunakan spatula.
  9. Campur semen putih, pasir kasar hias (saya ambil dari pantai), air dan sedikit sika lalu aduk hingga rata.
  10. Tuang campuran/adukan ke celah kedua kepingan beton hingga penuh dan rata dengan permukaan kepingan tersebut. Ketuk perlahan-lahan untuk memadatkan campuran dan tekan ke arah kedua sisi kepingan untuk memperkuat sambungan semen lama dan semen baru.
  11. Setelah campuran semen putih dan pasir kasar hias agak mengering, lap permukaannya dengan menggunakan busa agar tekstur pasir kasar dan menambah nilai artistik.
  12. Biarkan hingga kering dan amplas agar corak yang dihasilkan semen aci merah marun lebih indah.
Demikkian cara membuat kepingan meja taman yang bisa diletakkan di atas batu, tiang cor atau besi sebagai penyanggahnya. Untuk lebih jelasnya, dilahkan tonton video di bawah ini.

Judul Video: Membuat Meja Taman Unik dari Semen / Beton Cor
Youtube ChannelKerajinan Kreatif
Durasi: 10 menit 41 detik