HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Sunday, April 23, 2017

Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen (Bagian 1)

Batu alam (anak saya menyebutnya 'Batu Alami'😁) adalah lapisan keras bagian luar bumi yang terbuat secara mineral atau mineraloid dikategorikan berdasarkan proses pembentukannya seperti batuan beku, batuan metamorf dan batuan sedimen yang kebanyakan terjadi karena terkena panas yang sangat tinggi seperti dari lahar letusan gunung merapi.
Penggunaan batu sebagai bangunan sudah ada sejak jaman dahulu contohnya adalah candi-candi tetapi eksploitasi berlebihan sering kita dengar dewasa ini bahkan sampai merusak cagar alam demi keuntungan orang-orang berkantong besar. Menurut saya boleh-boleh saja melakukannya asalkan tidak berlebihan dan tentunya jangan sampai merusak lingkungan.





Pemanfaatan batu alam pada saat ini juga adalah sebagai bahan bangunan untuk memperindah eksterior rumah dan taman serta bangunan lainnya. Kita dapat menemukan berbagai macam jenis batu alam yang digunakan sebagai bahan hiasan seperti batu palimanan, andesit polos, andesit bakar, candi hitam, candi merah, batu cupang dan lain-lain. Ketersediaan yang mudah didapat dan pengolahan yang terbilang sangat sederhana membuat sebagian orang menjadikan bisnis batu alam ini sebagai mata pencarian utama terutama di Pulau Jawa. Jadi tidak heran apabila batu alam di pulau jawa sangat murah dibandingkan yang ada di daerah saya.





Mahalnya batu alam dan kepedulian saya terhadap alam (modus kata teman saya..😁) membuat saya berfikir untuk memperindah rumah dengan batu alam buatan sendiri yaitu dari bahan pasir dan semen. Meskipun sebenarnya semua berasal dari alam, setidaknya kedua bahan bangunan ini mudah dicari dan murah dibeli. Disamping itu, dengan membuat sendiri tentunya akan menghasilkan tampilan yang lebih istimewa dalam arti tidak sama dengan yang ada di pasaran.
proses-pembuatan-batu-alam-dari-semen
Proses Pembuatan Batu Alam dari Semen

Okay..langsung saja ke penjelasan intinya yaitu Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen.
  • Beli 1 batang lis kayu ukuran 1x3cm panjang normal 2 meter, biasa dipakai untuk plafond, harganya sekitar Rp 8.000/batang atau potong saja triplek tebal 9mm jadi lis dengan lebar 3cm dan panjang 33cm. Total lis yang kita butuhkan adalah 4 batang lis sepanjang 33cm:
lis-kayu-cetak-batu-alam
Lis Kayu 1x3 (Digambar dengan Google SketchUp)
  • Satukan 2 lis menjadi satu membentuk siku dengan menyambungkan bagian tebalnya. Totalnya menjadi 2 lis siku: 
lis-siku-cetak-batu-alam
Lis Siku
Cara menyatukan lis ini juga ada beberapa cara terserah mana yang paling mudah menurut Anda. Semakin baik sambungan yang kita buat maka akan lebih baik juga kualitas dan ketahanan lis kayu/frame ini. Bentuk sudut yang tidak siku akan sangat berpengaruh besar juga terhadap hasil yang telah dicetak karena selain lebar lempengan semen yang tidak sama besar juga akan membentuk sambungan yang kurang rapi. Berikut contoh cara menyambung yang paling sederhana menurut saya.
  • Menggunakan staples tembak (Cara mudah tapi tidak cukup kuat)

sambungan-lis-cetak-batu-alam
Menyambung Lis dengan Staples Tembak (Digambar dengan Google SketchUp)

  • Menggunakan sekrup kecil panjang dengan memberi lubang di sisi tebal lis terlebih dahulu dengan menggunakan bor mata kecil agar lis tidak pecah pada saat di sekrup.
cara-sambung-lis-cetakan-batu-alam
Menyambung Lis dengan Paku Sekrup kecil panjang(Digambar dengan Google SketchUp)
  • Berikan penahan di masing-masing ujung yang terbuka bisa dari seng, plat besi atau aluminium yang dibentuk siku. 
plat-penahan-lis-cetakan-batu-alam
Plat Penahan Aluminium Siku 1
plat-penahan-lis-cetakan-batu-alam
Sketsa Plat Penahan Aluminium Siku 2(Digambar dengan Google SketchUp)

penahan-plat-aluminium-lis-cetakan-batu-alam
Sketsa Penahan Aluminium Siku 3(Digambar dengan Google SketchUp)
plat-penahan-lis-cetakan-batu-alam
Sketsa Penahan Aluminium Siku 4
(Digambar dengan Google SketchUp)
Plat penahan aluminium ini bertujuan agar lis mudah dibuka setelah semen kita isikan nantinya. Saya menggunakan penjepit buku alias binder clips untuk penahannya, bisa kita beli di toko-toko alat tulis atau mungkin toko atom terdekat dengan harga berkisar Rp 9.000 per kotak dengan isi 12 buah. Penampakannya seperti ini:
binder-clip-penahan-cetakan-batu-alam
Gambar Penjepit atau Binder Clip

Frame cetakan jadi dari lis kayu seperti dibawah ini. Kita hanya tinggal menjepit penahan dengan 2 buah penjepit kertas sebelum memulai mengisi dengan campuran semen, dan tinggal melepasnya untuk pengerjaan selanjutnya. Sangat sederhana menurut saya.
frame-cetakan-batu-alam-buatan
Sketsa Lis Kayu cetakan Batu Alam buatan setelah selesai (Digambar dengan Google SketchUp)
Kegunaan rangkain ini nantinya untuk base dan lempengan batu alam yang akan kita buat dengan cara manual. Untuk lempengan yang lebih tebal, kita bisa membuat frame yang sama tetapi menggunaan bahan lis kayu yang lebih tebal juga. Hal ini akan menghasilkan efek timbul tenggelam yang sudah pasti menambah nilai artistik batu alam seperti Batu Alam Susun Sirih misalnya. Sebelum digunakan sebaiknya seluruh permukaan lis kayu harus kita lapisi dengan cat minyak atau resin supaya tahan lebih lama karena akan selalu basah oleh campuran semen. 
Baca Juga: Cara Melapisi Permukaan Kayu Dengan Resin
Sepertinya tulisan saya harus saya lanjutkan lagi nanti karena mata sudah mulai mengantuk. Saya akan tulis di bagian 2 mengenai cara membuat 'batu alami' nya dan yang jelas semakin lama ide kreatifitas dan imajinasi yang dihasilkan pasti akan semakin menarik. Tetap saja ikuti blog sederhana saya ini dan saya mohon supportnya dengan share. Terima kasih banyak...😁

Baca juga kelanjutannya: Cara Manual membuat Batu Alam dari Bahan Semen (Bagian 2-Selesai)

2 comments:

  1. Terima kasih mas. Ilmu yang bermanfaat. Barakallah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kembali mas, Alhamdulillah, senang bisa berbagi.

      Delete

Terima kasih telah mengunjungi blog Kerajinan Kreatif. Silahkan meninggalkan pesan, baik itu kritik maupun saran untuk kepentingan kita bersama. Kami akan menanggapi secepat mungkin yang kami bisa. Kami sangat menghargai support Anda dengan membagikan artikel ini.
Catatan:
Semua komentar yang masuk akan kami moderasi terlebih dahulu, harap maklumnya. Mohon berkomentar dengan sopan demi kepentingan rekan-rekan kita yang lain. Komentar yang mengandung tautan atau berulang-ulang akan masuk ke kategori spam. Terima kasih atas perhatiannya. 😊