HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Thursday, June 1, 2017

Membuat Rak Sudut Ruang Kosong dari Gipsum dengan Biaya Murah

Sudut ruangan memang sering dibiarkan kosong dan sayang apabila tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin baik itu berupa hiasan atau rak barang-barang kecil yang unik. Kita kadang langsung berfikir kalau kebutuhan lain lebih penting daripada itu karena membeli rak kecil saja biayanya cukup mahal padahal kita bisa membuatnya dengan biaya yang sangat murah.
Kali ini saya akan membahas bagaimana membuat rak untuk sudut rumah minimalis yang terbuat dari tepung gipsum. Gipsum memang tidak sekuat kayu tetapi kalau digunakan ditempat yang tepat tentunya tidak akan beresiko pecah atau patah. Saya juga akan menjelaskan triknya bagaiman membuat gipsum lebih kuat dari papan gipsum biasa.
rak-sudut
Foto: Pinterest
Saya memilih bahan gipsum karena sifatnya yang ringan dan warnanya yang putih bersih sangat cocok untuk dinding dengan warna apapun apalagi dikombinasikan dengan warna-warna pastel seperti hijau muda, bru muda, merah muda dan kuning cream dan lain sebagainya. Sebenarnya cara merangkainya tidak berbeda dengan penggunaan bahan kayu atau triplek tetapi kelebihan gipsum adalah kemudahan dalam membentuk, beratnya yang relatif ringan dan perawatan yang cukup mudah. 

Sediakan bahan yang diperlukan:
  • Tepung gipsum - usahakan yang ada tulisan Casting Plasternya 
  • 1 batang lis kayu ukuran 1x3 atau 1x2 cm tergantung ketebalan yang diinginkan. Kali ini saya akan membahas tebal gipsum 3cm dengan menggunakan lis 1x3. Panjang lis yang dijual biasanya 2 meter dengan harga sekitar Rp 8000 saja
  • Paku baut / paku ulir kecil untuk menyambung bingkai cetakan
  • Sarung tangan karet bisa beli di apotek seharga Rp 2000 sepasang
  • Serat fiber 5 bungkus, biasanya seharga Rp 3000 / bungkus
    serat-fiber
    Serat Fiber
Untuk cara mencapur gipsum yang baik silahkan baca artikel: Cara Mengaduk Plaster Gipsum yang Baik dan Benar
Siapkan alat-alat yang diperlukan. Silahkan menggunakan barang lain sesuai yang ada yang penting fungsi dan tujuannya sama:
  • Meja dengan permukaan yang benar-benar rata untuk mencetak gypsum
  • Gergaji kecil untuk memotong gipsum
  • Gunting untuk memotong serat fiber
  • Obeng untuk paku baut/paku ulir
  • Amplas halus untuk menghaluskan permukaan dan sisi gipsum yang sudah jadi
  • Penjepit atau paper clip untuk mengikat cetakan
Gambaran bentuk gipsum dan jumlah yang kita butuhkan sebagai berikut. Jumlah gambar dibawah akan membentuk rak setinggi + 2 meter:
Papan Gipsum
Cara membuatnya tidaklah susah, yang pertama kita kerjakan adalah membuat cetakan gipsum dari kayu lis mengikuti gambar di bawah.
Cetakan Papan Gipsum
Untuk lengkungan boleh menggunakan styro foam bekas dengan memotong mengikuti seperempat lingkaran.
Berilah alas cetakan seperti plastik atau kertas. Kalau menggunakan kertas, pastikan yang tidak ada warna yang mudah luntur untuk menghindari warna terserap/menempel di gipsum.
Mulailah pengadukan gipsum tetapi sesuaikan banyaknya dengan jumlah cetakan yang kita punya untuk menghindari pemborosan. dalam tahap ini, tambahkan 1 serat fiber yang sudah digunting kecil-kecil ke dalam campuran gipsum dan usahakan tercampur merata karena serat inilah yang akan memaksimalkan kekuatan papan gipsum.
Gunakan tangan untuk memasukkan campuran gipsum serat fiber ke dalam cetakan sambil menekan campuran agar lebih padat dan tidak ada rongga udara. Lakukan hingga penuh, ulangi lagi sampai jumlah keping gipsum persegi dan keping gipsum kipas sudah cukup. Jangan lupa pakai sarung tangan karet.
Sebagai catatan, gipsum yang sudah diaduk akan mengeras dalam waktu 20-35 menit dan tidak dapat dituang lagi. Kita boleh melepas cetakan lis kayu tetapi gipsum akan kering sempurna dalam waktu 7 jam atau lebih bahkan 1 harian sesuai kondisi cuaca/kelembapan udara. Cara mencetak ini mirip dengan Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen
Setelah benar-benar kering, rapikan semua permukaan, sisi-sisi dan sudut-sudut tajam papan gipsum.
Cara merangkai rak:
Tarik garis agar tidak meleset dari letak yang kita inginkan. Saya sarankan mengambil patokan dari bawah yang menjadi penentu jarak bagian bawah rak dari lantai.
Untuk menempel ke dinding tidak usah menggunakan paku atau sekrup karena lebih praktis dengan menggunakan campuran gipsum saja sebagai bahan perekatnya.
Mulailah dari bawah dengan menempel 1 gipsum persegi, diikuti gipsum seperempat lingkaran/kipas, kemudian gipsum persegi yang kedua demikian seterusnya hingga selesai sampai gipsum persegi yang paling atas.
Urutan Pemasangan Rak
Urutan Pemasangan Rak
Demikian cara membuat rak hias sudut dan dinding interior rumah yang kosong, silahkan di kreasikan dengan model-model lain. Untuk menambah inspirasi ide kreatifitas kita, saya juga ada beberapa gambar yang saya dapat dari pinterest. Silahkan lihat-lihat:
Rak Dinding 1

Rak Dinding 4

Rak Dinding 2

Rak Dinding 5
Rak Dinding 6

Rak Dinding 7

Rak Dinding 8

Rak Dinding 9

Rak Dinding 10

Rak Dinding 11

Rak Dinding 12

Rak Dinding 13

Rak Dinding 14

Rak Dinding 15

Rak Dinding 18

Rak Dinding 16

Rak Dinding 17

Rak Dinding 19

5 comments:

  1. Wah keren indahnya rumah kalo seperti itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, daripada kosong jadi sarang laba-laba..hahaha.

      Delete
  2. saya sudah coba buat, tapi sepertinya berat menahan gypsum ukuran yang bulat itu, apa harus dipaku antara gypsum? sedangkan saya buat dengan tebal 1 cm aja sudah berat. apalagi 3 cm. Makanya saya bentuk model lain aja. Mohon penjelsan detailnya..terima kasih

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi blog Kerajinan Kreatif. Silahkan meninggalkan pesan, baik itu kritik maupun saran untuk kepentingan kita bersama. Kami akan menanggapi secepat mungkin yang kami bisa. Kami sangat menghargai support Anda dengan membagikan artikel ini.
Catatan:
Semua komentar yang masuk akan kami moderasi terlebih dahulu, harap maklumnya. Mohon berkomentar dengan sopan demi kepentingan rekan-rekan kita yang lain. Komentar yang mengandung tautan atau berulang-ulang akan masuk ke kategori spam. Terima kasih atas perhatiannya. 😊