HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Thursday, May 18, 2017

Membuat Bingkai Hiasan Jendela dari Lis Gipsum

Hai sahabat kreatif, semoga selalu dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apapun. Kali ini, saya akan mencoba berbagi cara membuat bingkai hiasan jendela dari bahan gypsum yang kebetulan masih ada 5 batang di gudang, sisa dari lis plafond rumah saya. Biasanya bahan yang digunakan adalah Lis Profil dari bahan kayu khusus tapi apa salahnya kita gunakan gipsum sebagai penggantinya karena disamping ekonomis, juga lebih praktis. Sudah lama saya ingin mengerjakan ini tapi karena kesibukan dan rasa malas yang paling besar, baru bisa kesampaian minggu yang lalu. Saya berhasil melawan rasa malas saya dan memang betuk kalau rasa malas tidak boleh kita pelihara karena bisa jadi wabah yang mendarah daging. Seram yah...hehehe.
Bingkai Hiasan Jendela dari Lis Gipsum
Add caption
Baca Juga: Pengenalan Gipsum dan Manfaatnya


Memulai memang sangat susah tapi kalau sudah berhasil di langkah awal, biasanya kita akan semangat bahkan tidak kenal rasa capek.
Langkah awal membuat Bingkai Jendela dari Gipsum adalah sebagai-berikut:
  • Abil kertas, pena/pensil, alat ukur/meteran dan penggaris panjang. 
  • Kopi segelas (keseringan baca blog orang nih..hehehe) 
Langsung ke pengerjaan, saya mengukur lebar gypsum dan memberi tanda selebar gypsum pada tembok dikeempat sisi kusen. Kemudian saya ambil penggaris panjang dan menarik garis dari hasil penanda lebar yang sudah saya buat tadi membentuk batas pinggir terluar.
Setelah semua sisi telah saya beri tanda garis, saya mencatat ukuran panjang masing-masing sisi terluar garis yang nantinya akan dijadikan acuan panjang bingkai gypsum yang akan di potong.
Gambarannya kira-kira seperti ini:
Kusen Jendela
Kusen Jendela
Dari gambaran diatas, kita bisa kita tentukan seberapa panjang masing-masing bagian gypsum yang harus kita potong. Panjang normal gypsum adalah 2m.
Bingkai Jendela dari gipsum
Bingkai Jendela dari gipsum
Setelah kita selesai memotong gypsum, saya meyakinkan kalau setiap ujung yang disatukan akan membentuk sudut 45 derajat. Tidak harus sangat tepat karena celah atau jarak yang mungkin ada nantinya bisa ditutupi dengan campuran gypsum. Jangan buang dulu sisa potongan karena nantinya mungkin bisa kita menggunakan lagi dengan cara menyambung.
Langsung saja ke cara menempelnya, saya sudah menyediakan tepung gypsum yang saya beli di toko bangunan dan mulai membuat campuran agar menjadi pasta dan inilah yang akan menjadi lem untuk bingkai gypsum untuk jendela.
Baca juga: Cara Mengaduk Plaster Gipsum yang Baik dan Benar
Setelah saya mencampur/mengaduk gipsum, saya langsung menempelnya satu persatu mulau dari bagian atas, kiri, bawah dan kanan. Celah yang ada saya tutupin lagi dengan campuran gypsum tadi dan untuk membersihkan sisa-sisa gipsum yang menempel saya menggunakan amplas atau mengorek dengan hati-hati menggunakan pisau cutter. 
Demikian tulisan saya kali ini mengenai cara menghias Bingkai Jendela dari Lis Gipsum, semoga bisa menjadi inspirasi kita semua dan mengembangkannya tidak hanya jadi lis jendela tapi juga yang lain.
Bingkai Jendela dari Gipsum-Selesai
Bingkai Jendela dari Gipsum-Selesai
Catatan:
Perlu diperhatikan bahwa campuran gipsum akan mengeras dalam waktu 10 menit, maka lakukanlah dengan cepat atau membuat campuran sedikit-sedikit saja. Sebenarnya ada cara lain untuk memperlambat pengerasan gimpsum (retarder) tapi belum sempat saya jelaskan dalam kesempatan ini. Silahkan ditunggu di artikel saya selanjutnya..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah mengunjungi blog Kerajinan Kreatif. Silahkan meninggalkan pesan, baik itu kritik maupun saran untuk kepentingan kita bersama. Kami akan menanggapi secepat mungkin yang kami bisa. Kami sangat menghargai support Anda dengan membagikan artikel ini.
Catatan:
Semua komentar yang masuk akan kami moderasi terlebih dahulu, harap maklumnya. Mohon berkomentar dengan sopan demi kepentingan rekan-rekan kita yang lain. Komentar yang mengandung tautan atau berulang-ulang akan masuk ke kategori spam. Terima kasih atas perhatiannya. 😊