HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

18 April 2018

Kerajinan resin kian lama kian diminati para pecinta seni baik di dalam maupun luar negeri terbukti dengan semakin menjamurnya penjual resin beserta perlengkapannya. Salah satu perlengkapan yang paling dicari dalam kerajinan resin adalah pewarnanya yang tentunya sangat perlu sebagai penambah pesona kilauan kerajinan resin bening seperti gantungan kunci, patung model, diorama dan lain sebagainya.
Alternatif-pewarna-resin
Alternatif Pewarna Resin
Di beberapa daerah peminat mungkin mengurungkan niat menggeluti hobby ini dan sering menghadapi kesulitan mendapatkan bahan-bahan kerajinan resin yang dibutuhkan termasuk pewarna tersebut. Memang bisa saja memesan secara online di internet serta aplikasi yang sudah banyak tersebar untuk mempermudah konsumen tetapi tetap saja ongkos kirim yang relatif tinggi membuat kita berfikir dua kali untuk membelinya. Mudah-mudahan, untuk kedepan pemerintah bersama-sama dengan swasta bekerjasama menekan harga ini untuk kepentingan rakyat banyak seperti penerapan kebijakan non monopoly yang sudah ada di negara-negara maju.
Dalam tulisan ini, saya mengajak para peminat seni kerajinan resin untuk tidak bersusah hati karena keterbatasan bahan-bahan di daerah karena tentunya resin fiberglas yang butek mayoritas ada di toko bangunan dan toko kimia meskipun tidak sama halnya dengan resin bening.
Resin-dan-pewarna
Resin dan Pewarna
Kerajinan tangan tidak harus melulu dengan resin bening tetapi bisa juga dengan resin butek, yang penting adalah kemauan dan daya kreatifitas kita dalam mengolahnya. Nah..resin butek memang tidak menarik karena tidak sebening kaca tetapi dengan pewarna tentunya bisa menambah nilai artistik dan keindahan yang tidak kalah dengan hiasan lainnya.





Sebelum membahas alternatif pewarna, ada baiknya kita mengenal dua jenis pewarna yang umum digunakan saat ini yaitu PIGMENT dan DYE yang memang sama-sama pewarna berbahan minyak tetapi memiliki perbedaan dalam hasil.
  • PIGMENT: Pigment adalah pewarna yang biasanya sangat kental sepeti pasta atau cat akrilik yang apabila dicampurkan dengan resin akan menghasilkan efek TIDAK TRANSPARAN. Sementara;
  • DYE INK: Pewarna yang lebih halus dan encer dalam bentuk cairan yang apabila dicampurkan sedikit saja akan menghasilkan warna yang bening tembus pandang atau transparan.
Kedua jenis pewarna ini banyak dijual online dan juga di toko-toko kimia dalam kemasan kecil seharga sekitar 15 - 20 ribu rupiah per botol isi 50 gram, Ongkos kirim bisa jadi gratis di Pulau Jawa atau Jakarta tapi Indonesia kan bukan Pulau Jawa saja... Hehehe... 
Kalau ke daerah saya di Kepulauan Riau, ongkos kirim bisa mencapai 79 ribu rupiah untuk sebotol pewarna, lebih mahal berlipat-lipat dari harga yang dibeli. Tapi kalau memang sudah hobby, ya silahkan saja lain halnya dengan mereka yang berfikir bisnis tentu memikirkan untung-rugi.
Karena kesulitan di atas, muncul ide untuk mencari alternatif pewarna dan akhirnya berhasil menemukan beberapa jenis barang yang bisa dipakai untuk pewarna resin yaitu pewarna Pastel Oil dan Tinta bolpen (baca ballpoint). Kedua bahan ini berbahan dasar minyak yang sudah tentu bisa bersenyawa dengan resin.

Pengujian yang saya lakukan adalah sebagai berikut:
A. Untuk Pastel Oil
Pastel-minyak
Pewarna Pastel Minyak
  • Menuang sedikit resin ke 4 buah wadah kecil dan yang saya pakai adalah cetakan kue / agar-agar. Wadah ini sedikit lemah dan kurang tahan panas, oleh sebab itu saya mencampur katalis tidak terlalu banyak. Biasanya saya menggunakan 2-3% katalis tapi kali ini saya gunakan 0.9% saja meskipun pengerasan akan memakan waktu lebih. Ngaak apalah karena akan saya tinggal tidur juga selama 7 jam.
  • Mengiris pastel dengan sangat tipis dan halus hampir menyerupai serbuk. Apabila irisan terlalu kasar, pastel akan susah tercampur dan tetap menyisakan beberapa gumpalan kecil yang akan terlihat jelas setelah mengeras.
  • Menuangkan serbuk pastel. Penggunaan pewarna yang terlalu banyak juga bisa mengakibatkan kegagalan dalam pencetakan resin jadi ada baiknya tidak lebih dari 5% saja.
  • Mengaduk hingga benar-benar tercampur dengan rata. Langkah ini sangat berperan dalam menciptakan hasil warna yang baik dan juga campuran yang sempurna.
  • Menuangkan/meneteskan katalis. Setelah resin dan pastel tercampur rata dan warna sudah sesuai keinginan, saya meneteskan katalis sebanyak 0,9% dan mengaduk lagi hingga benar-benar rata. Adukan ini juga membantu menyempurnakan pencampuran pewarna dan harus dilakukan dengan perlahan dan waktu yang cukup sekitar 2 menit. Pencampuran katalis yang tidak rata juga menimbulkan kegagalan dalam mencetak resin.
  • Hasil yang didapat adalah cenderung tidak transparan tapi cukup menarik.
B. Untuk Tinta Ballpoint
Bolpen-warna
Bolpen Warna
  • Tahapnya sama seperti pada saat pengujian pastel oil di atas tapi perlu diperhatikan bahwa pengunaan tinta ini sebaiknya sedikit saja. Tinta 1 tetes saja sudah sangat mempengaruhi resin dan warnanya juga tidak akan bagus lagi kalau terlalu pekat / gelap.
  • Adukan untuk jenis ini juga membutuhkan waktu yang lebih sedikit dibanding pastel karena bentuk bahan sebelumnya sudah cair tapi sangat kental.
  • Hasil yang didapat adalah berwarna yang transparan dan menarik apalagi kalau dicampur dengan resin bening. Warna tinta bolpen ini bermacam-macam, untuk lebih sederhana dalam percobaan silahkan beli 1 bolpen 4 warna sepeti hijau, biru, hitam dan merah.
Silahkan simak video dibawah ini sebagai perbandingan:






01 Maret 2018

Resin adalah bahan cair yang bisa mengeras membentuk lapisan padat seperti kaca. Komposit ini terdiri dari dua komponen bahan kimia berbeda yaitu komponen resin dan komponen pengeras (katalis). Bila kedua zat dicampur, reaksi kimiawi tetap akan terjadi dan zat yang dihasilkan akan mengeras padat kedap air dan udara.





Baca Juga: Hal-hal Penting yang Harus diperhatikan dalam Kerajinan Resin
Resin bisa dimanfaatkan untuk membuat banyak hal menyenangkan terlebih-lebih pada saat resin dalam kondisi cair diantaranya seperti menuang resin ke dalam cetakan, melapisi benda atau karya seni dengan resin sebagai lapisan yang mirip seperti kaca, menyelipkan benda-benda favorit atau gambar / kertas ke dalam resin, menggambar atau melukis dengan cara menuangkan lapisan ke atas lapisan lain yang sudah mengeras untuk membuat corak dengan kedalaman yang diinginkan, dan masih banyak hal-hal menyenangkan lain yang tak terhitung jumlahnya.
Beberapa tip bermanfaat sehubungan dengan kerajinan resin
Pemula yang baru mengenal resin mungkin merasa sedikit bingung dalam hal pengolahan dan semoga tips berikut akan membantu Anda dalam berkreasi resin:
  1. Campur masing-masing bagian dengan jumlah yang tepat. Komponen resin dan pengeras (katalis) harus ditakar dengan pas sesuai takaran yang dianjurkan karena resin membutuhkan reaksi kimia dari hasil perpaduan kedua komponen yang tepat sehingga harus dicampur dalam jumlah yang ditentukan sesuai dengan resin yang Anda gunakan.
  2. Tuangkan bagian resin terlebih dahulu ke dalam takaran. Dengan menuangkan bagian resin terlebih dahulu, Anda memiliki kesempatan lebih baik untuk mengetahui jumlah pengeras (katalis) yang paling tepat. Hal ini akan mengurangi kemungkinan kegagalan karya Anda dan juga akan menyisakan resin atau katalis yang berlebih karena kehabisan terlebih dahulu.
  3. Lindungi ruang kerja Anda dengan kertas lilin atau kertas minyak. Resin merupakan cairan yang sangat lengket dan susah untuk dihilangkan oleh karena itu, selalu lindungi area kerja Anda dengan kertas lilin atau perkamen, yang tidak menempel pada resin.
  4. Jika ada resin yang tumpah ke permukaan meja, biarkan saja. Biarkan campuran itu mengeras lalu buang dan jangan menuangkan resin yang tersisa ke tempat sampah Anda karena baunya bisa berbahaya dan mudah terbakar apabila terkena api.
  5. Aduk campuran dengan baik! Penyebab nomor satu dari kegagalan resin adalah karena tidak mengaduk kedua bagian resin dan katalis dengan cukup baik. Jadi aduklah dengan sempurna sampai kedua komponen benar-benar tercampur dengan rata sekitar 2 menit.
  6. Pecahkan gelembung udara yang ada. Reaksi panas akan muncul dalam campuran resin, jadi gunakan pemantik api barbeque, tiup dengan sedotan, atau alat pengering rambut (hair dryer) untuk mengeluarkan gelembung udara dari resin Anda. Hati-hati, karena apabila terlalu panas bisa melelehkan gelas plastik, wadah cangkir atau cetakan Anda, dan nyala api yang lama juga dapat membakar resin dan bahkan bisa terbakar hangus!
  7. Lapisi bahan-bahan yang akan dicelupkan. Apa pun yang berpori seperti kertas dan kayu akan menyerap resin dan menjadi berubah warna. Lindungi benda-benda yang akan Anda selipkan di dalam resin terlebih dahulu dengan cara melapisinya dengan gel akrilik atau lem putih. Anda juga bisa menggunakan lem kerajinan lain yang akan kelihatan transparan setelah mongering. Lapisan ini akan melindungi benda-benda hiasan kesayangan Anda dan membiarkannya tetap segar cerah di dalam resin.
  8. Hindari cetakan atau media dari kelembapan. Panaskan media atau cetakan silikon Anda dengan oven di suhu rendah sekitar 50-60°C selama 10 menit sebelum Anda menuang resin ke dalam atau ke atasnya. Sisi hangat akan mendorong gelembung naik ke permukaan.
  9. Rendam resin di air hangat. Masukkan mangkuk berisi resin ke dalam wadah berisi air hangat selama beberapa menit sebelum mencampurnya, lalu gerak-gerakkan wadah resin atau aduk dengan stik es. Campuran resin yang bersuhu hangat akan lebih lebih cepat, lebih baik, dan lebih sedikit gelembung yang ada di dalamnya. Hal ini juga akan mempermudah penuangankarena lebih cair dan mengurangi sisa yang ada di wadah campuran.
  10. Jangan disentuh! Setelah resin Anda dituang dan barang Anda diselipkan tapi terlihat gelembung udara muncul, biarkan saja. Resin memiliki dua tahapan yaitu fase awal dan fase pengerasan. Fase awal terjadi tepat setelah kedua bagian dicampur. Ini terjadi pada saat Anda menuang resin ke manapun, dan fase ini adalah saat resin merata sendiri dan mengikat/merekat. Reaksi ini terjadi sekitar 20 menit setelah pencampuran kedua bagian.  Reaksi kimia akan terus terjadi sampai campuran resin mengeras sempurna yang memakan waktu sekitar 2 hari atau lebih. Fase pengerasan ini adalah sebuah proses yang paling rentan dengan sentuhan karena tidak akan bisa meretakan permukaannya lagi dengan sendirinya seperti pada saat basah. Jika tersentuh permukaan yang seharusnya mulus tidak akan pernah kembali ke keadaan sebelumnya jadi, biarkan saja setelah Anda menuangkannya kedalam cetakan atau wadah/permukaan lain.

Demikian beberapa tips yang diharapkan bisa membantu Anda yang baru terjun di bidang kerajinan pernak-pernik resin. Karena Anda beraktivitas dengan bahan kimia, bekerjalah di area yang memiliki ventilasi yang memadai dan selalu ikuti semua petunjuk keselamatan yang tercantum pada kemasan resin yang Anda gunakan. Selain itu, bersenang-senanglah! Resin itu aneh dan cenderung berantakan tapi bisa digunakan untuk membuat beberapa karya seni yang sangat unik sesuai selera Anda. Selalu  manfaatkan waktu untuk bereksperimen dan lihat apa yang bisa Anda buat karena kreatifitas tidak ada batas!

Video di bawah ini mungkin bisa menjadi inspirasi bagi Anda juga, silahkan disimak.


16 Januari 2018

Kehilangan peliharaan yang kita sayangi memang menyedihkan dan terkadang tidak rela untuk membuangnya. Sebagai contoh, ikan hias yang sudah lama kita pelihara tentu saja membuat kita tetap ingin melihatnya dengan utuh dan terlihat tetap hidup. Sebenarnya hal yang paling benar adalah dengan mengikhlaskannya karena bagaimanapun semua makhluk akan mati kecuali memang untuk sekedar menjadikannya hiasan saja.
ikan-resin-hias
Ikan Resin Hias
Baca juga: Tips Mendapatkan Resin yang Sesuai di Daerahmu.

Ada beberapa pertanyaan yang saya terima terkait hal ini baik melalui komentar di blog, email maupun pesan di fans page Kerajinan Kreatif di jejaring sosial Facebook dan saya berkeputusan membahasnya dalam artikel kali ini.
Membuat hiasan resin dengan menggunakan ikan asli sebagai objeknya memang lebih susah apabila dibandingkan dengan menggunakan objek lain seperti serangga dan benda-benda kering lainnya karena ikan memiliki kandungan air yang lumayan banyak. Ikan yang memiliki kandungan air ini bisa mengganggu proses pengerasan resin dan memberikan hasil buruk ditambah lagi dengan perubahan warna yang tentunya akan merubah tampilan ikan dari aslinya. Setelah mengikuti beberapa forum luar, akhirnya saya mendapat solusi yang dipercaya merupakan cara terbaik mengawetkan ikan kesayangan dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan permanen selama-lamany, meskipun tidak bisa dipastikan jangka waktunya. Cara-cara yang dibahas pun diakui sudah dipraktekkan dan tidak merusak keaslian bentuk dan warna ikan. Langsung saja, mari kita simak langkah-langkah di bawah ini:





1. Mengawetkan Ikan
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • Formalin 5%. Formalin bisa dibeli di toko-toko kimia dengan kisaran harga Rp 5000 / ml.
  • Alkohol 5%, Alkohol 20%, Alkohol 50% dan Alkohol 70%. Untuk mebuat alkohol menjadi beberapa bagian dengan kadar berbeda bisa dengan menakar dan menambahkan air bersih. Sebagai contoh adalah dengan menggunakan 100ml alkohol 90% lalu merubahnya menjadi 70%, caranya adalah dengan mengambil 70ml alkohol 90% lalu menambahkan air sebanyak 25ml menjadi 100ml alkohol 70%. Demikian juga cara membuat alkohol 5%, 20% dan 50%.
  • Clear casting resin atau resin bening. Bisa menggunakan resin poliester, vinil-ester atau lebih baik lagi dengan menggunakan epoxy bening.
  • Hiasan-hiasan atau model-model aquascape lain sesuai selera untuk membentuk hiasan yang mirip dengan pemandangan karang dibawah permukaan air.
Cara Mengawetkan Ikan tanpa merusak bentuk dan warna:
a. Merendam ikan di dalam cairan formalin 5% selama 2 hari
b. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 5% selama 2 hari
c. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 20% selama 1 hari
d. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 50% selama 1 hari
e. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 70% selama 1 hari
f. Merendam ikan di dalam cairan alkohol 50% selama 1 hari
Catatan:
Untuk hasil maksimal, berikan beberapa lubang kecil dengan jarum agar cairan kimia meresap dengan baik ke semua bagian tubuh ikan yang lunak.

2. Menyiapkan Wadah Hias Ikan
Setelah ikan diawetkan, siapkan wadah yang akan dijadikan tempat ikan pajangan. Beberapa pengrajin menggunakan toples kaca atau mangkuk hias dari keramik agar hasil mirip seperti ikan hidup di dalam air tapi wadah ini bisa dari kayu atau apa saja sesuai selera. Tambahkan dan susun sedemikian rupa hiasan-hiasan dan tanaman aquascape plastik hingga menjadi seperti pemandangan karang hidup di bawah air apabila suka.

3. Menyiapkan Resin Bening
Buat campuran resin bening dan hardener (katalis) sekitar 1/3 dari volume wadah hias lalu tuang kedalamnya. Biarkan resin menjadi seperti jelly dan jangan sampai mengeras karena ikan perlu diletakkan dalam posisi berenang hidup di tengah-tengah air. Setelah posisi ikan sudah tetap dan terlihat hidup, buatlah campuran baru sekitar 1/3 dari volume wadah hias lagi lalu tuang hingga benar-benar menutupi ikan. Untuk nilai artistik, beberapa ikan diawetkan dengan tidak menutupi seluruh bagian tetapi menyisakan sedikit punggung ikan hingga terlihat sedang setengah mengapung dan usahakan agar tidak ada bagian ikan yang kontak langsung dengan udara untuk menambah awet ikan tersebut. 
Gelembung udara bisa saja terbentuk di sekitar ikan atau celah sirip. Kita bisa menghindari gdengan menutupi semua permukaan ikan dengan cara mengolesi resin dengan rata terlebih dahulu menggunakan kuas kecil dan halus.

Cara mengawetkan di atas memang terbilang lama dan memerlukan kesabaran tetapi akan membuahkan hasil yang memuaskan. Hiasan ikan di dalam resin banyak juga diproduksi dan dijadikan komoditi komersial dengan membentuk clay atau tanah liat sintetis sebagai model ikannya.

Demikian cara mengawetkan ikan hias kesayangan agar selalu tampak hidup. Untuk memberi kesar air yang beriak, boleh menggunakan lidi atau stik es yang dikombinasikan dengan meniup resin dengan sedotan atau pengering rambut (hair dryer). Tahap ini perlu dilakukan dengan sabar dan terus menerus hingga permukaan resin seperti jelly atau bisa mempertahankan bentuk seperti riak air.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa jadi panduan bagi peminat pembuatan hiasan binatang hidup lainnya.