HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Monday, August 21, 2017

Punya batu kerikil lebih tapi tidak tau mau diapakan? Jangan khawatir karena banyak yang bisa dikreasikan. Mungkin kita sudah sering mendengar terapi menginjak atau berjalan di atas batu kerikil yang tersusun sangat baik buat kesehatan dan peredaran darah.
Kerikil hias juga berguna untuk mempercantik tanaman-tanaman sebagai penutup permukaan tanah yang banyak dimanfaatkan pada pot tanaman-tanaman hias seperti bonsai misalnya. Membahas mengenai mempercantik tampilan sesuatu barang di rumah sudah tentu batu alam merupakan salah satu hal yang sangat mungkin dan tidak memakan biaya mahal. Sangat beruntung orang-orang yang tinggal di daerah yang banyak batu kerikilnya seperti sungai, karena di sana sangat mudah mendapatkan batu-batu kerikil yang bagus dan beragam.


Kerikil Hias
Kerikil Hias
Bagi yang susah mendapatkan batu kerikil, kita juga bisa memproduksi tiruannya dengan biaya yang relatif murah dan tentunya bisa menentukan ukuran yang kita inginkan.
Baca artikel:  Cara Membuat Batu Koral Hias dari Bahan Semen
Di artikel kali ini, saya akan menjelaskan 2 jenis barang yang bisa kita buat dari kerikil-kerikil berukuran kecil maupun sedang yaitu keset kaki dan alas tempat wadah makanan panas di meja makan sebagai alternatif sentra usaha kerajinan anyaman yang sudah banyak di pasaran. Bahan-bahan yang digunakan juga relatif tidak mahal dan mudah didapatkan tentunya sangat fantastis kalau dijadikan salah satu sektor usaha kecil yang bisa menghasilkan keuntungan. Coba silahkan dibuat perhitungan biaya produksi berdasarkan penjelasan lebih mendalam mengenai cara dan bahan yang dibutuhkan di bawah ini untuk dapat menentukan harga jualnya:
  • Bahan Dasar untuk Alas
Sehelai kecil karpet lantai nylon meteran dapat dijadikan bahan dasar pembuatan alas kedua barang ini karena sifatnya yang sedikit kaku. Kain tebal juga bisa digunakan dengan menjahit lapisan lain seperti plastik tebal dibawahnya. Bahan dasar ini dibentuk sedemikian rupa sesuai keinginan kita seperti bentuk hati, bulat, oval atau kotak/petak dengan cara mengguntingnya.
  • Batu Kerikil
Selain dari penjelasan di atas, batu kerikil ini dapat juga dibeli di toko ikan atau toko-toko tanaman tetapi tentunya dengan biaya yang sedikit lebih mahal. Batu kerikil buatan yang berwarna banyak juga dijual online dengan harga bervariasi. Batu inilah yang nantinya disusun sedemikian rupa dengan kreasi dan imajinasi keindahan yang kita miliki tentunya akan menambah nilai artistik yang dihasilkan.
  • Silikon Tabung atau Lem Kaca
Bahan ini banyak dijual ditoko bangunan dengan harga bervariasi. Warna yang digunakan sebaiknya adalah yang bening karena kasat mata dan agar tidak menggangu penampilan batu kerikil apabila ada yang melekat disisinya. Keuntungan penggunaan lem kaca ini selain sangat kuat meskipun elastis juga tahan air apabila ingin membersihkannya.
proses-merekatkan-kerikil
Proses Merekatkan Kerikil
  • Cat pelapis batu alam (Opsional)
Cat pelapis ini berguna membuat batu tampak mengkilap dan mudah dibersihkan apabila kotor. Penggunaannya hanya sekedar opsional sesuai keinginan saja tetapi tentunya akan menambah nilai aristik dan nila jual. Warna yang dugunakan juga sebaiknya yang bening saja. Menimbang harga yang lumayan mahal di kisaran 90-100 ribu rupiah per kilogramnya, cat ini cukup dikuaskan sedikit dipermukaan batu saja untuk mengurangi pemborosan.
Kerajinan seperti ini masih kurang dikembangkan tetapi peminatnya sangat banyak karena penampilannya yang unik dan sangat menarik. Barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti ini memang sudah sangat banyak terbuat dari bahan-bahan sintetis dengan harga yang relatif murah tetapi hal ini belum tentu menjadi pilihan bagi orang-orang yang menyukai keindahan. Pemasaran online barang-barang yang bernilai seni juga sangat banyak seperti BukaLapakQlapa.comHeritage.idCraftline.co.idTokopedia.com, Shopee, dan masih banyak lagi.

Coba lihat gambar di bawah ini, mungkin bisa jadi inspirasi bagi semua dan pasti bisa lebih baik lagi, tentunya semua hanya memerlukan kemauan dan niat yang kuat untuk meningkatkan nilai jual di pasaran. Kualitas batu-batu yang ada di Indonesia masih lebih baik daripada luar negeri dan sangat memungkinkan menjadi salah satu barang ekspor yang diminati mancanegara. Kenapa tidak?

Contoh Alas Wadah Makanan / Minuman Panas
Contoh Alas Wadah Makanan / Minuman Panas

Contoh Keset Kaki Batu Kerikil
Contoh Keset Kaki Batu Kerikil
Demikian 2 buah contoh barang yang bisa dikreasikan dari batu kerikil yang menarik, sangat banyak dan mudah didapatkan atau bahkan dibuat sendiri. Tentunya nilai suatu barang akan lebih tinggi apabila menggunakan yang alami.
Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi bahan ide untuk dikembangkan menjadi salah satu sentra usaha kecil kerajinan kreatif rakyat Indonesia. Terima kasih.

Friday, August 11, 2017

Kita pasti sudah sering melihat papan nama tempat dengan menggunakan huruf timbul yang kebanyakan terbuat dari bahan akrilik atau bahan lainnya. Papan dekorasi ucapan selamat pada pernikahan atau peresmian huruf timbulnya terbuat dari styrofoam atau gabus. Ada pula yang menempel di dinding tembok atau kubah mesjid seperti kaligrafi, nama bangunan mesjid dan lain-lain. Tentunya juga sudah banyak tutorial cara membuat huruf timbul ini baik berbentuk artikel maupun video di youtube tetapi kali ini saya akan mencoba mengupas tuntas cara membuatnya dari bahan semen.
huruf-timbul-dari-semen

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membuat huruf timbul ini tetapi kali ini saya akan menjabarkannya dengan cara yang paling mudah dan tidak memerlukan keterampilan khusus atau keahlian tersendiri seperti yang ditakutkan banyak orang. Semua pasti bisa, yang penting mau aja.
Kalau kita bayangkan bahan dari semen tentunya memiliki massa yang lumayan berat seperti batu terlebih-lebih untuk ukuran yang lebih besar atau tebal tetapi kita bisa mengakalinya dengan beberapa campuran bahan untuk meringankan hasilnya dan disini saya juga akan menjelaskan bahan-bahan utama, campuran dan alternatifnya.
Berikut ini adalah beberapa bahan campuran semen yang bisa meringankan hasil coran semen baik dengan maupun tanpa pasir yaitu:
  • Serbuk kayu halus
Serbuk kayu dapat kita beli atau ambil di tempat usaha pengerutan kayu seperti pembuatan pintu, jendela dan kusen. Mereka mungkin saja mengijinkan kita mengambilnya atau dengan menukarkannya dengan beberapa rupiah yang tentunya tidaklah mahal. Serbuk kayu halus ini cukup kita tambahkan dan aduk merata dengan semen dan pasir sebelum menambahkan air. Perbandingan yang paling baik untuk hasil maksimal menurut saya adalah 2 serbuk kayu halus : 2 pasir halus : 1 semen. 
  • Serbuk kulit kelapa halus
Serabut kelapa halus memiliki massa yang lebih ringan dari serbuk kayu karena mengandung bahan seperti busa tetapi kemungkinan sangat susah didapatkan. Tetapi bahan ini adalah campuran yang sangat baik untuk meringankan huruf timbul yang dihasilkan. Cara dan perbandingan penggunaan yang sama seperti serbuk kayu tidak akan mempersulit proses campurannya.
  • Bubur kertas tissu
Bubur kertas tissu tercampur baik dengan adukan beton karena sifatnya yang halus memungkinkan penyebaran yang lebih luas ke dalam campuran semen dan pasir tetapi tentunya akan memakan biaua lebih dibanding serbuk kayu dan serabut kelapa. Cara membuat buburnya tidak membutuhkan proses yang lama karena cukup dengan merendamnya ke dalam wadah berisi air kemudian menghancurkannya dengan tangan. Untuk hasil yang lebih maksimal, boleh menggunakan blender emak. Hehehe...awas ketauan ya. Perbandingannya adalah 3 bubur kertas : 2 pasir : 1 semen dan air silahkan disesuaikan.
  • Bubur kertas koran atau kardus bekas
Sama halnya dengan bubur kertas tissu, tetapi bahan ini tentunya sangat mudah dibuat dan mudah didapatkan tetapi proses menghancurkannya sedikit lebih sulit daripada tissu dimana kita diharuskan merendam kertas ini semalaman agar mudah dihancurkan dengan baik. Beberapa pengrajin menggunakan mesin cuci untuk menghancurkan bahan ini. Untuk keperluan kecil kita juga bisa menggunakan blender. Untuk proses mengaduk bahan, silahkan gunakan perbandingannya yang sama dengan bubur kertas tissu di atas.
  • Styrofoam / Gabus
Styrofoam atau gabus biasanya berwarna putih dan banyak terdapat dikemasan-kemasan elektronik ini juga sangat baik untuk dijadikan campuran untuk meringankan beton. Bahkan ada juga industri-industri rumah tangga yang memanfaatkan limbah styrofoam ini  menjadi bahan campuran pembuatan bata ringan. Wow. Selain menyelamatkan lungkungan, kita juga sudah membantu program daur ulang limbah kalau menggunakan cara ini tentunya ya. Caranya adalah dengan menggunakan alat khusus atau modifikasi alat pemarut gabus seperti mirip gerinda asah batu akik gitu, hanya piringannya lebih besar dan kasar. Maaf, gambarnya nggak ada, mungkin bisa dicari ya.. Gabus ukuran halus ini mungkin juga ada yang dijual online, silahkan cari dengan kata kunci "styrofoam balls". Perbandingan campurannya cukup mengunaan sedikit saja karena styrofoam ini sendiri sudah memiliki massa yang sangat ringan seperti udara.
  • Foaming Agent
foaming-agent
Foaming Agent untuk Meringankan Beton
Foaming agent adalah cairan kimia khusus yang digunakan dalam pembuatan bata ringan dalam skala besar. Cara persiapannya juga cukup rumit dan membutuhkan alat/mesin khusus seperti foming agen generator. Tetapi jangan khawatir, kita juga bisa merubah cairan kimia ini menjadi busa yang siap dicampurkan dengan semen dengan menggunakan mixer mama. Kalau nggak diijinkan boleh juga menggunakan bor tangan dengan menggunakan besi cor yang dibentuk ujungnya membentuk spiral. Cairan kimia foaming agent ini juga bisa langsung kita campurkan dengan air setelah semen dan pasir teraduk rata dan semua terserah yang mana yang lebih mudah ya.

Nah, demikian beberapa bahan yang menurut saya bisa meringankan huruf timbul yang akan dibuat terlebih-lebih untuk ukuran yang lumayan besar seperti papan nama sekolah atau perusahaan besar, siapa tau dapat proyek nantinya ya. Aamiiin.
Dengan penjabaran di atas tentunya kita sudah bisa melanjutkan ke cara pembuatannya dan saya akan menjelaskan 3 cara yang paling mudah yaitu:

Dengan Cetakan Karet
Cetakan karet dapat kita beli, pesan atau kita buat sendiri dengan mengunakan silikon cair sang dituangkan ke dalam wadah negatif huruf/kata. Cara ini lumayan mahal dan belum tentu akan digunakan terus menerus dengan ukuran huruf ataupun kata yang sama. Tetapi kalau memiliki dana lebih silahkan menggunakan cara ini dan silahkan melihat-lihat siapa tau ada tutorial onlinenya. Sebagai catatan, saya akan menjelaskan cara membuat cetakan ini di artikel lainnya so silahkan ditunggu dan stay tune ya.
Setelah cetakan disiapkan, campuran semen atau bata ringan cukup dituangkan ke dalam cetakan dan tunggu 1 hari hingga benar-benar keras. Harap diingat, bahwa proses pengerasan adalah waktu dan bukan karena kering menguap sebab campuran yang dipaksa kering, misal dijemur, akan lebih rapuh.

Dengan Cara Manual menggunakan Tangan
Cara membentuk manual bisa dibilang tidak mudah tapi saya sarankan kalau memang tertarik karena saya sering menggunakan cara ini pada saat-saat tertentu. Menurut saya, cara ini adalah cara paling ekonomis dimana kita hanya membutuhkan koran sebagai alas dan hasil print huruf sebagai malnya. Kita hanya membentuk huruf sedikit-demi sedikit dengan kedua tangan mengisi dan mengikuti hasil cetakan huruf yang ingin kita buat. Tentunya hasil yang akan didapatkan tiddak akan benar-benar siku atau berbentuk balok melainkan huruf bersisi bulat.

Dengan Lembaran Styrofoam
Lembaran styrofoam bisa kita beli di toko-toko buku dengan berbagai ukuran ketebalan. Cara ini sangat mudah yaitu dengan membentuk lubang mengukuti huruf yang bisa dicetak dengan menjiplak hasil cetakan jenis huruf atau kata menggunakan printer. Tetapi kekurangan cara ini adalah bahwa styrofoam yang sudah dibentuk tidak bisa digunakan berulang kali karena kita mungkin harus mengancurkan sisi-sisi cetakannya pada saat melepaskan huruf dari semen yang sudah mengeras. Kekurangan lainnya adalah kita dituntut membentuk huruf stencil (terpisah) apabila membentuk permukaan negatif huruf yang tidak menyatu seperti huruf P, B, O, R dan lain-lain, kemudian menutupi celah yang ada dengan semen baru.

Dengan Mengukir Huruf
Mengukir huruf bisa dilakukan dengan menggunakan pisau cutter atau modifikasi alat ukir lainnya dengan bahan plat besi. Cara ini harus dilakukan pada saat semen belum mengeras dan bahan campuran yang dibuat juga tidak cair atau membentuk tanah liat saja.

Dengan Menggunakan kuas
Saya pernah bereksperimen dengan membentuk styrofoam sesuai dengan cetakan huruf font kurus/tipis tanpa bold, kemudian menutupi permukaan styrofoam dengan menggunakan kuas berlapis-lapis hingga tebal, kemudian mengikis sisi-sisi kasar huruf dengan menggunakan pisau cutter untuk merapikan dan membentuk sisi yang lebih tajam.

Cara membuat huruf timbul dari semen di atas pernah saya lakukan dan terlepas dari sisi ekonomisnya, bisa disimpulkan bahwa cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan cetakan karet diikuti dengan cara melubangi styrofoam dengan menggunakan pisau cutter atau kawat panas. Untuk sisi praktisnya adalah dengan menggunakan kuas menutupi permukaan styrofoam yang berbentuk huruf berulang-ulang hingga mencapai ketebalan yang diinginkan. Perlu diingat bahwa dengan melapisi permukaan styrofoam ada resiko retak rambut yang akan timbul karena kita menggunakan semen acian saja. Untuk itu perlu ditambahkan cairan additive pengeras (plasticizer) ke dalam semen acian yang banyak dijual ditoko-toko bangunan maupun dipesan online.
Setelah huruf-huruf yang dibutuhkan selesai dibuat, selanjutnya adalah menempelkannya ke permukaan tembok dimana huruf-huruf ingin ditampilkan.

Untuk menghindari huruf terlepas oleh getaran atau cuaca ekstrim seperti panas dan hujan, ada perlunya juga kita memperhatikan kondisi permukaan dinding dan sisi belakang huruf, juga bahan yang kita gunakan untuk merekatkan huruf dengan permukaan dinding.
Kondisi permukaan huruf timbul dan dinding: Apabila huruf atau permukaan dinding yang akan kita satukan tidak baru lagi, kita perlu memperhatikan apakah permukaannya cukup kasar atau tidak karena permukaan yang halus dan sudah matang (keras) memungkinkan rentannya huruf terlepas. Oleh karena itu ada baiknya kita mengikis atau membersihkan permukaan dinding dari lapisan yang lapuk atau berlumut. Ada baiknya permukaan dinding tempat merekatkan huruf dibuat kasar sedemikian rupa misalnya dengan mengupas acian apabila ada dengan menggunakan pahat atau paku beton besar.
Bahan perekat huruf timbul dan dinding beton: Selain kondisi permukaan beton kedua huruf dan dinding yang kasar basah dan tidak rapuh, campuran semen acian yang kita gunakan juga sangat mendukung kekuatan rekat huruf timbul yang dihasilkan. Saya sendiri menggunakan semen acian dengan sedikit air ditambah dengan sedikit adhesive perekat misalnya Sikachim Bonding.

Demikian cara membuat huruf timbul dari bahan semen dan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan beban yang lebih ringan dan rekatan yang lebih kuat. Semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi semua, silahkan meninggalkan komentar apabila ada tambahan atau pertanyaan yang ingin pembaca sampaikan. Terima kasih.