HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Thursday, July 27, 2017

Batu alam memang sudah diminati oleh oleh banyak orang dari dulu yang keindahannya membuat mata tidak bosan untuk memandang. Tempelan batu alam identik dengan rumah-rumah modern minimalis terlebih kalau dipadukan dengan berbagai macam corak ornamen yang sangat serasi di dinding baik dalam (interior) maupun di luar rumah (eksterior).
Tidak bisa kita pungkiri bahwa tempelan batu alam di dinding rumah maupun pilar teras mampu menciptakan kesan elegan dan mewah tetapi mungkin tidak semua batu alam yang kita inginkan tersedia di daerah kita bahkan mungkin tidak ada sama sekali kecuali harus memesannya terlebih dahulu dengan tambahan biaya tentunya. Lantas kenapa tidak mencoba membuatnya?
Adanya perbedaan selera di masing-masing individu, termasuk juga saya, rasanya sangatlah wajar dan bisa dimaklumi karena tidak semua orang menyukai jenis batu alam tertentu bahkan untuk mengimbanginya dewasa ini telah bermunculan bermacam corak batu alam tiruan baik berbentuk 3 dimensi yang persis dengan aslinya maupun yang berbentuk 2 dimensi dicetak pada permukaan keramik-keramik porselen untuk dinding dan lantai.

Di waktu yang lalu saya sudah menulis bagaimana cara membuat cetakan batu alam dari silikon tabung atau lem kaca dan kali ini saya akan mencoba menuangkan isi kepala mengenai cara membuat cetakan batu alam dari campuran resin dan katalis. Bahan yang digunakan untuk batu alam kali ini tidak berbeda dengan bahan yang digunakan pada cetakan karet silikon yaitu semen, pasir dan bahan-bahan lain seperti batu kerikil halus. Untuk menghemat waktu, ada baiknya kita bahas hal-hal penting berikut ini.

Model Batu Alam
Berbeda dengan cara membuat cetakan batu alam dari bahan karet silikon, modal untuk membuat cetakan dari resin ini jauh lebih hemat, tetapi model batu alam yang akan ditiru tidak bisa menggunakan batu alam asli yang keras seperti model dalam membuat cetakan dari karet silikon dimana sifat karet silikon yang elastis akan sangat mudah dilepas dari modelnya. Untuk cetakan dari resin kita membutuhkan model batu alam lunak yang nantinya bisa dilepas dengan mudah dan mustahil melepas resin dari batu alam yang keras bahkan bisa rusak nantinya. Saya pernah bereksperimen dengan membentuk busa gabus atau styrofoam dengan pisau cutter menjadi model batu alam tetapi hal ini juga mustahil karena styrofoam akan hancur apabila terkena resin yang mengandung zat kimia yang sanggup melelehkan styrofoam tersebut. Mungkin bisa saja berhasil kalau kita menutupi permukaan gabus dengan karet silikon sampai merata tetapi tetap saja itu kurang praktis dan ekonomis menurut saya jadi tidak saya teruskan.
Pada akhirnya, saya menggunakan clay atau tanah liat buatan dari campuran tepung jagung dan kalau ingin membuatnya sendiri, silahkan baca cara membuatnya di artikel Cara Membuat Clay Porcelin Pengganti Tanah Liat. Kalau tidak ingin membuatnya kita juga bisa menggunakan plastisin atau lilin mainan yang banyak dijual di toko-toko buku dengan harga bervariasi.
Cara membuat model dari plastisin tidak susah, kita hanya membentuk plastisin menyerupai batu alam dengan corak sesuai selera kita. Silahkan dikreasikan sebisa mungkin, saya hanya membentuk plastisin menjadi persegi dengan ukuran 20x10cm dengan ketebalan 1,5cm, dan dengan menggunakan pisau cutter saya mengiris dan mengorek hingga membentuk corak acak yang bahkan nggak mirip batu alam.
Perlu diingat kalau bahan batu alam yang akan kita gunakan yaitu semen sifatnya tidak elastis dan membutuhkan bentuk cetakan yang tidak menyebabkan kerusakan pada hasil. Perlu dipikirkan bentuk atau corak batu alam yang kita buat, boleh serumit apapun selama itu tidak membentuk lekukan yang bisa merusak batu alam pada saat melepaskannya dari cetakan resin.

Bingkai Cetakan
Cetakan batu alam dari resin akan lebih mudah dilepaskan apabila terpisah dengan sisi cetakan atau sebagai dinding penampung bahannya. Di penjelasan kali ini, saya menggunakan kayu ukuran 1x1 sebagai bingkai sisi cetakan yang saya potong dan sambung membentuk siku sebanyak 4 potong , dan semua sisi bagian dalam cetakan dilapisi dengan silikon karet setebal +1mm dan bagian lainnya saya lapisi cat minyak atau resin agar lebih awet. Untuk gambarnya lebih kurang seperti dibawah ini.
bingkai-cetakan-batu-alam
Bingkai Kayu Cetakan
Bahan Tambahan Resin
Cetakan batu alam dari resin membutuhkan bahan lain sebagai pendukung kekuatan cetakan dan berikut ini saya jelaskan apa-apa saja yang dibutuhkan:

  • Talk atau tepung khusus campuran resin, ada dijual di toko-toko bangunan biasanya untuk campuran resin dan menghindari retak atau pecah. Ibaratnya ya sebagai pasirlah dalam campuran beton...kira-kira begitu.
  • Serat fiber atau serat kaca sangat berguna untuk mengikat partikel-partikel cairan resin menjadi lebih kokoh. Kita bisa mengaplikasikannya dalam beberapa lapisan minimal 2 lapisan terpisah.
  • Besi/kawat beton ukuran 4mm atau sejenisnya dibentuk persegi sesuai ukuran cetakan batu alam. Besi ini berguna untuk menghindari cetakan yang sudah kering menjadi melengkung karena beberapa jenis resin bisa melengkung akibat reaksi panas pada campuran resin dan katalisnya.
Ketebalan Cetakan
Ketebalan cetakan sudah tentu berpengaruh terhadap kekuatan cetakan tetapi juga terhadap ketebalan batu alam yang dihasilkan karena tergantung dari tebal bingkai kayu yang kita gunakan. Ukuran bingkai yang kita gunakan di atas adalah 1x1 atau  +2,5 x 2,5cm dan ketebalan batu alam buatan sekitar 1,5cm. Perhitungan ini mengharuskan cetakan tidak lebih tebal dari 1cm dan sudah cukup kuat terlebih kalau ditambah dengan bahan-bahan tambahan di atas. Cetakan dirancang kuat dengan tujuan agar tahan dengan tekanan pada saat memadatkan bahan isian pada saat proses pembuatan.

Proses Membuat Cetakan
Proses pembuatan cetakan batu alam dari resin tidak begitu susah dan dapat langsung dilakukan setelah semua bahan dan pelengkap tersedia. Berikut langkah-langkahnya:

Proses_Pembuatan_Cetakan_Batu_Alam_Resin
Proses Pembuatan Cetakan Batu Alam dari Bahan Resin
  • Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah meletakkan model batu alam dari plastisin ke dalam bingkai kayu yang telah dibuat seperti contoh gambar di atas dan memastikan tidak ada celah antara kayu dan model batu alam agar resin tidak bocor membentuk persegi yang lebih rapi.
  • Campur resin dan katalis saja dengan perbandingan 1:10 atau sesuaikan dengan jenis resin yang dipakai atau lakukan sedikit percobaan/eksperimen untuk campuran yang sesuai. Setelah sesuai, oles permukaan model batu alam dari plastisin sampai rata. Setelah hampir kering, bentangkan mat / serat kaca / serat fiber dan kuaskan lagi resinnya hingga rata tanpa gelembung udara di dalamnya.
  • Letakkan kawat beton ukuran 4mm yang sudah dibentuk persegi ke atas lapisan serat kaca di model plastisin.
  • Campur talk, resin dan katalis dengan perbandingan 1 resin : 1 talk : 1/10 (0,10) katalis, aduk hingga rata dan tuangkan hingga menyisakan 1/2cm ke permukaan bingkai kayu cetakan. Tunggu hingga hampir kering.
  • Bentangkan lagi mat / serat kaca dan kuas lagi campuran resin yang sudah ada talknya tanpa menyisakan gelembung udara kemudian tuang lagi dengan resin talk hingga rata di permukaan bingkai kayu.
  • Tunggu hingga benar-benar kering sebelum melepaskan. Campuran resin dan kayu tidak akan menempel pada saat melepaskan cetakan karena bagian dalam kayu telah dilapisi dengan karet silikon. Silikon ini juga berfungsi untuk menutup celah antara kayu dan cetakan dengan rapat pada saat proses pembuatan batu alam sekaligus memberikan hasil yang lebih rapi pada sisi batu alam.
Baca juga artikel ini: Pengenalan Resin dan Katalis serta Takaran Tepat Perbandingannya
Proses Pembuatan Batu Alam
Pembuatan batu alam dengan cetakan ini melalui beberapa tahapan yang tidak begitu rumit dan pasti bisa dilakukan siapa saja. Caranya hanya dengan merangkai bingkai kayu di atas triplek atau papan yang permukaannya rata dengan ukuran sedikit lebih lebar dari bingkai kayu cetakan. Selanjutnya masukkan cetakan resin yang sudah selesai dibuat tadi kedalam bingkai kayu, lalu siapkan 3 jenis campuran semen yang berbeda sebagai berikut:
  • campuran pertama: semen aci encer (semen murni + air) dengan perbandingan sekitar 1:2
  • campuran kedua: beton (semen + pasir) yang lembab. Apabila pasir sudah basah seperti karena hujan misalnya, tidak usah ditambah air lagi.
  • campuran yang ketiga: semen dan pasir kering saja yang gunanya untuk menghisap kandungan air yang berlebihan pada campuran kedua apabila perlu.
Hal pertama yang dilakukan adalah dengan menuangkan sedikit semen aci ke dalam cetakan hingga menutupi sedikit permukaan cetakan. Kemudian memasukkan campuran kedua yang sedikit lembab hingga penuh dan memukul-mukul dengan pelan hingga padat menggunakan kayu atau martil karet. Kita bisa meletakkannya di lantai dan menginjak-injak hingga benar-benar padat. Permukaan isi campuran di cetakan tentunya tidak akan benar-benar penuh dan kita harus menutupi lagi dengan campuran ketiga yang kering dengan menggunakan sendok semen sambil ditekan-tekan hingga benar-benar padat. Isi lagi apabila belum benar-benar terisi dan terakhir ratakan dengan lis kayu yang lurus. Perlu diingat bahwa campuran ketiga hanya untuk mengurangi kelembapan campuran dibawahnya.
Selanjutnya letakkan kepingan triplek lain yang seukuran dengan alas ke atas permukaan isian yang sudah diratakan kemudian dibalikkan. Buka bingkai kayu dan lepas kan cetakan dari resin, batu alam sudah selesai dibuat. Kondisi batu alam tiruan ini belum mengeras hingga sekitar 12 jam dan lebih baik lagi apabila dibiarkan lembab dengan cara menyemprot dengan spray sesekali. Untuk pembuatan batu alam yang lebih banyak tentunya dibutuhkan kepingan triplek sebagai alasnya dan disarankan menggunakan triplek tebal minimal yang ukuran 8mm.

Finishing
Untuk memperindah batu alam, kita bisa melapisi permukaan batu alam dengan cat minyak semprot untuk hasil yang lebih maksimal atau menggunaakan kuas yang kecil dan halus agar bisa menjangkau semua celah. Silahkan dikombinasikan dengan warna yang menyerupai batu alam misalnya warna cream dan coklat. Bila ingin menggunakan cat tembok, lapisi lagi dengan cat pelindung batu alam atau resin untuk menghindari tumbuhnya lumut. Untuk menghindari proses pengecatan, kita juga bisa menggunakan semen putih yang diberi pewarna semen atau boleh juga dengan semen nat warna pada setiap campuran bahan. Gunakan juga pasir yang berwarna terang agar memberikan warna yang lebih baik, misalnya pasir pantai yang sudah dicuci.

Tips:
Tambahkan additive semen seperti sika, beton dll ke dalam bahan campuran untuk hasil yang lebih baik dan juga menambah kekerasan batu alam yang akan dibuat.

Demikian cara membuat cetakan dan proses membuat batu alam yang sederhana ini, semoga memberi manfaat bagi semua. Bila ada saran atau pertanyaan yang ingin disampaikan jangan sungkan-sungkan meninggalkan di kolom komentar di bawah, mudah-mudahan saya akan menanggapinya secepat mungkin yang saya bisa.
Untuk video referensi terbaru di channel youtube, silahkan simak video bagian 1 dari 3 di bawah ini:

Judul Video: Membuat Cetakan Batu Alam dari Resin Fiberglass - PART 1
Youtube Channel: Kerajinan Kreatif
Youtube URL: https://youtu.be/r1kZdIKIZDw
Durasi: 2 menit 49 detik

Saturday, July 22, 2017

Rumah dengan pekarangan yang kecil memang membutuhkan perhatian khusus bagi penyayang tanaman hias tapi pekarangan yang kecil bukan jadi halangan untuk tetap bisa memelihara tanaman hias kesayangan kita yang sekaligus memperindah eksterior rumah.
Dekorasi eksterior rumah yang menarik merupakan kebanggaan dan kesenangan tersendiri bagi pemiliknya. Seringkali kita mengabaikan dinding yang kosong di bagian luar rumah padahal banyak cara untuk membuat sekitar rumah lebih asri dan hidup salah satunya adalah dengan memanfaatkan tanaman-tanaman hidup yang berukuran relatif kecil. Bisa juga dengan memanfaatkan alat bantu penerangan yang artistik dari barang-barang bekas dan masih banyak lagi.
Berikut ini ada beberapa contoh hiasan dinding bagian luar rumah yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi kita semua dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai.

1. Kotak Kayu Pot Bunga Hidup
Kotak Kayu Pot Bunga
Kotak Kayu Pot Bunga
Dinding kosong akan terlihat lebih asri apabila ada bunga hidup di sekitarnya apalagi dengan bentuk unik yang jarang kita lihat seperti bunga di dalam kotak kayu yang digantung ini misalnya, Kayu bekas mudah sekali didapat dan kadang terbuang begitu saja. Sayang rasanya kalau tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Caranya cukup mudah, hanya dengan memanfaatkan kayu-kayu lis tipis seperti kayu bekas ekspedisi seperti yang ada di gambar atas. Sedikit modifikasi di bagian sudut akan menambah keindahan kotak ini.

Kayu yang digunakan tidak perlu yang berkualitas tinggi sepeti jati atau mahoni dan tidak perlu yang berbentuk sempurna dengan ketajaman sudut yang baku karena selain menambah nilai artistik sebuah kotak untuk pot bungan dinding, proses pembuatannya juga tidak akan membuat pusing. Hal yang terpenting dalam pembatanya adalah dengan tetap memperhatikan bentuk yang benar-benar kotak hingga nyaman untuk dulihat. Keindahan akan bertambah apabila kita mengaplikasikan finishing kayu seperti resin atau cat transparan untuk tetap menunjukkan warna dasar kayu dan tentunya hal ini juga akan menambah perlindungan terhadap permukaan kayu dari rayap, udara lembab dan cuaca ekstrim.

2. Menggunakan Semen sebagai Tempat Pot
kotak-wadah-semen
Kotak Semen Pot Bunga
Selain menggantung tanaman, kita juga bisa meletakkannya di dekat dinding tembok rumah. Nilai artistik akan bertambah dengan membuat kotak kecil yang bisa dipindah-pindah untuk tempat pot tanaman. Hal ini memang terlihat mubajir karena kotak ini bisa saja langsung diisi tanah dan ditanami bunga tetepi kelebihannya adalah, kita bisa mengganti warna dan jenis bunga agar tidak membosankan. Cara membuatnya juga tidak begitu susah, hanya dengan beberapa kepingan semen yang dibentuk dan meletakkannya di lantai hingga membentuk kotak. Sesuaikan warna kotak dengan earna tembok dengan kombinasi yang sama terang atau melapisi kotak dengan cat warna yang lebih terang dari warna cat tembok.
Baca Juga: Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen
3. Memanfaatkan Batu Karang Besar sebagai Tatakan Pot Bunga
Batu Karang Besar Dudukan Pot Bunga
Dinding yang kosong bisa ditutupi dengan tanaman-tanaman hias di atas batu karang besar yang diberi pewarna putih atau krim dan pelapis batu alam transparan untuk menghindari lumut. Cara ini memang sangat praktis dan sangat ekonomis tetapi nilai artistiknya cukup tinggi. Sesuaikan warna yang menarik yang tidak berlawanan dengan warna dinding Anda dan bunga yang cocok untuk ini adalah bunga-bunga kecil dan tidak liar seperti jenis kaktus.

4. Membuat Tebing Tiruan dari Bahan Semen
tebing-tiruan
Tebing Tiruan dari Semen
Tebing tiruan dari semen banyak kita temukan tetapi hanya sekedar hiasan dinding taman atau kolam ikan air terjun mini. Hal ini bisa juga kita aplikasikan sebagai tempat pot-pot bunga kecil di dinding rumah sebelah taman dan tentunya dengan bentuk dan ukuran yang relatif kecil dengan ketinggian 80cm dan ketebalan 20cm sudah lebih dari cukup untuk hiasan dinding.

Kita bisa memanfaatkan batu batu disekitar rumah dengan bermacam-macam bentuk dan ukuran yang bisa disesuaikan. Tekstur yang kasar dan pewarnaan yang alami seperti warna batu alam akan menambah nilai artistik tebing tempat bunga ini.

5. Membuat Ornamen dari Semen sebagai Pot Bunga Dinding
Pot bunga ornamen
Pot Bunga Ornamen Dinding
Nilai seni yang tinggi dan ide yang kreatif memang selalu menghasilkan keindahan yang istimewa misalnya ornamen yang ditempel di dinding luar rumah ini. Cara membuatnya memang relatif susah dan butuh kesabaran tetapi sebanding dengan keindahan yang didapatkan. Kita bisa memanfaatkan wadah kecil tanpa lubang untuk pot bunga, dan menutupi sisinya dengan semen cor. Untuk mengurangi berat, kita bisa mencampur semen dengan serbuk kayu atau busa parut kedalam campuran semen cor tersebut dan untuk ornamennya, dengan cara tempel manual.
Baca Juga: Cara Membuat Ukiran Batu Alam dari Semen tanpa Cetak dan Pahat
Demikian beberapa contoh dari banyak hiasan yang bisa menambah asri rumah dengan memanfaatkan kekosongan dinding bagian luar. Sekali lagi, halaman pekarangan rumah yang terbatas tidak menjadi halangan untuk tetap memelihara bungan hidup. Selamat berkreasi.
Kerajinan-kerajinan berbahan porselin yang terbuat dari tanah liat china (China Clay) sudah sangat populer sejak dulu di seluruh dunia. Di Indonesia, tahun 1950 bahan-bahan keramik seperti keramik, porselen dan gerabah berasal dari tanah liat sudah dikembangkan dengan cara dibakar untuk proses pengerasannya.
Tidak semua daerah memiliki kualitas tanah liat yang benar-benar bagus termasuk daerah saya di Kepulauan Riau yang tanahnya mengandung senyawa bauksit yang susah untuk langsung dibentuk kecuali melalui proses penyaringan yang lumayan memakan waktu dan biaya. Sebagai salah satu solusi untuk membuat kerajinan porselen adalah dengan membuat bahan clay buatan disebut dengan clay porselen nabati yang aman terutama bagi anak-anak karena clay porselen nabati ini cocok untuk bahan prakarya anak-anak untuk memancing daya kreatifitasnya.

clay-porselen-nabati
Clay Porselen Nabati
Kali ini, Kerajinan Kreatif melansir Kliping.Co akan mencoba membahas salah satu cara terfavorit dari berbagai cara membuat clay yang cocok untuk barang-barang porselin dan kualitasnya tidak kalah dengan tanah liat pada umumnya.

Berikut Bahan dan Cara Membuat Clay Porselin Nabati:

skema-cara-membuat-porselen-nabati
Cara Membuat Porselen Nabati

Sebelum memulai proses lebih lanjut, kita persiapkan terlebih dahulu bahan-bahannya:
  • 125 gram Tepung maizena/tepung jagung, merek bebas
  • 225 gram Lem putih atau lem kayu
  • 2 sendok makan baby oil seperti j&j tetapi bebas memakai merek apa
  • 2 sendok makan cuka makanan atau vinegar
  • Pewarna makanan sesuai selera kalau mau. Sebenarnya akan lebih baik kalau proses mewarnai dilakukan setelah prakarya selesai untuk hasil maksimal.
Setelah semua bahan tersedia, porselen nabati sudah bisa dibuat dengan cara berikut:
  1. Masukkan semua bahan ke dalam wadah berukuran sedang dan uleni sampai semua bahan tercampur merata dan kalis/tidak lengket.
  2. Tambahkan tepung jagung apabila terlalu lengket/lunak, dan apabila terlalu keras tambahkan lem, baby oil dan cuka sampai sempurna.
  3. Masukkan pewarna sesuai keinginan sedikit demi sedikit hingga merata.
  4. Coba dibentuk dan apabila sudah cukup liat silahkan mulai berkarya atau simpan ditempat tertutup apabila tidak digunakan agar tidak mengering. Wadah seperti kantong plastik kedap udara boleh juga digunakan yang penting usahakan tidak banyak sisa udara sebelum ditutup rapat.
Catatan:
Untuk hasil yang lebih baik, proses membuat adonan disarankan dimasak dengan api kecil setelah semua adonan tercampur dengan rata. Tambahkan tepung jagung sedikit demi sedikit hingga adonan tidak terlalu lunak.

Berikut ini ada beberapa contoh kerajinan dari clay porselen nabati yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi Anda:
karya-kerajinan-dari-clay-porselen-diy
Kerajinan Kreatif dari Clay Porselen Nabati

Demikian cara membuat bahan clay porselen nabati untuk kerajinan seperti mangkok kecil, patung-patung mainan dan boneka-boneka lucu. Paduan warna warni akan menambah keindahan karya kerajinan seperti bunga, model animasi, model buah, unggas lucu dan lain-lain.
Selain resep di atas, silahkan simak resep paling sederhana yang ada di video berikut ini:

Mungkin terlintas di benak kita apabila mendengar kata Ban Bekas yang identik dengan sampah atau limbah yang berbahaya. Bagaimanapun limbah ini tidak akan hancur oleh tanah dan bisa menjadi sarang nyamuk apabila dibuang begitu saja. Jadi, ban-ban bekas jangan dibuang karena selain merusak lingkungan, masih banyak manfaat yang bisa dikreasikan dari ban-ban bekas misalnya untuk pekarangan dan bahkan bisnis. Semasa sekolah mungkin memanfaatkan ban bekas menjadi pot bunga kecil sudah dipelajari dan menjadi tugas mata pelajaran keterampilan. Itu bukan sekedar untuk nilai tinggi dari mata pelajaran saja tetapi secara jelas hal itu sudah memberikan bekal ide untuk generasi muda dalam menghadapi masa depan sekaligus menumbuhkan rasa sayang lingkungan sejak dini.
Sekarang ini banyak pengrajin yang dapat bertahan hidup bahkan cukup lumayan hanya dengan memanfaatkan keterampilan dalam mengolah ban-ban bekas menjadi kebutuhan masyarakat. Kita juga bisa menyulap sampah ini menjadi hal-hal yang bermanfaat bagi pekarangan rumah kita sendiri atau merubahnya menjadi karya unik yang bernilai tinggi. Kenapa tidak? Semuanya bisa menjadi mungkin asalkan ada kemauan.





Selain sebagai karya seni, ban-ban bekas juga bisa dimanfaatkan sebagai pengganti bahan-bahan bangunan atau furnitur-furnitur yang tidak kalah menariknya dengan furnitur yang harganya fantastis. Dengan sifat karet yang tidak mudah rusak atau busuk menjadi nilai lebih tersendiri bagi ban bekas dalam hal ketahanan untuk dimanfaatkan di dalam maupun di luar rumah.
Berikut ini ada 12 bentuk pemanfaatan ban-ban bekas menjadi barang-barang yang bernilai tinggi.

1. Pot Bunga.
Taman yang kosong akan lebih indah apabila dipenuhi bunga-bunga segar dan penuh warna. Pot-pot yang digunakan tidak perlu dibeli cukup dengan memanfaatkan ban-ban bekas menjadi penggantinya denga menyusun serta mewarnai sedemikian rupa sudah bisa menjadikan pekarangan rumah kita terlihat asri dan menarik. Proses pembuatannya terbilang mudah dan tidak memerlukan keterampilan khusus dalam hal ini.


 Pot-bunga-ban-bekas
Pot Bunga dari Ban Bekas

2. Kursi Taman
Siapapun pasti ingin bersantai menikmati waktu luang bersama keluarga di pekarangan rumah apalagi kursi-kursi dan meja taman yang dibuat sendiri merupakan suatu kebanggaan bagi pembuatnya. Ban-ban bekas yang ada disekitar kita bisa dijadikan bahan tempat duduk yang cantik dan unik dan hanya memerlukan sedikit polesan. Untuk lebih menarik lagi, ban bekas bisa dibentuk sedemikian rupa dengan alat-alat sederhana seperti pisau, dan kawat ditambah dengan bahan-bahan tekstil lain sebagai sandarannya atau busa-busa bekas yang dilapisi kain / plastik sebagai dudukannya. Aplikasi warna yang cerah sudah tentu menambah kesan ceria areal pekarangan rumah.

kursi-dan-meja-dari-ban-bekas

Kursi dari Ban Bekas
3. Hiasan Model Hewan dan Unggas di Taman
Taman yang diisi dengan model patung hewan atau unggas akan menambah keindahan taman dan terlihat lebih hidup. Tidak perlu yang mahal, model hiasan ini bisa dibuat dari ban-ban bekas yang dihias dengan cat warna-warni.

model-patung-dari-ban-bekas
Patung dari Ban Bekas
4. Air Mancur Hias Taman
Air mancur mini tidak selalunya mahal. Ban-ban bekas bisa dijadikan air mancur menarik yang tidak kalah menariknya dengan yang berbahan batu alam atau semen. Air mancur dari ban bekas ini juga memiliki kelebihan dibanding yang permanen atau yang terbuat dari batu alam dimana ban bekas ini bisa dipindah-pindah dengan mudah karena tidak seberat yang terbuat dari batu alam atau semen.

air-mancur-dari-ban-bekas

Air Mancur dan Kolam Ikan dari Ban Bekas
5. Atap Rumah dari Ban Bekas
Atap rumah tidak harus terbuat dari genteng, seng atau asbes. Ban-ban bekas juga bisa dimanfaatkan menjadi atap rumah yang tidak kalah cantiknya bahkan lebih menarik dari atap rumah konvensional.

atap-rumah-dari-ban-bekas

Atap Rumah dari Ban Bekas
6. Sol Sepatu dan Sol Sendal
Punya sendal atau sepatu bekas yang solnya sudah rusak? Gunakan ban bekas sebagai gantinya. Pengrajin sol sendal dan sepatu juga banyak memanfaatkan ban-ban bekas sebagai mata pencarian sehari-hari atau mungkin bisa menjadikannya komoditas alternatif baru. Sifat karet ban yang lentur dan tahan lama jadi kelebihan lain dari penggunaannya sebagai sol sendal dan sol sepatu.

sol-sendal-sepatu-dari-ban-bekas

SolSepatu dan Sendal dari Ban Bekas
7. Bingkai Gambar dan Bingkai Foto
Garis-garis ban-ban bekas bisa membentuk corak yang menarik apabila dijadikan hiasan seperti gambar bingkai foto di bawah ini. Corak ban-ban bekas juga bisa dibentuk dengan menggunakan besi-besi panas sesuai dengan keinginan. Paduan warna hitam dengan warna abu-abu atau putih cocok untuk dijadikan hiasan elegan dan minimalis atau apabila suka yang hitam polos, kita bisa menggunakan semir sepatu untuk mempercantik tampilannya.

bingkai-foto-dari-ban-bekas

Bingkai Foto dari Ban Bekas
8. Tempat Buku dan Majalah
Punya banyak buku atau majalah tapi ingin meletakkanya di dekat tempat duduk, silahkan manfaatkan ban bekas menjadi rak penyimpanannya. Cukup memotong ban menjadi dua atau 3 sudah bisa dijadikan tempat buku dan majalah yang unik. Penambahan besi cor jadi kakinya tidak begitu susah. Polesan warna bisa disesuaikan dengan warna interior dengan menggunakan cat minyak.

tempat-majalah-dari-ban-bekas

Tempat Majalah dari Ban Bekas
9. Rak Dinding Gantung
Tidak susah memikirkan rak gantung untuk tempat barang-barang. Cukup dengan ban utuh dan menambahkan kayu bekas di tengahnya sudah bisa kita jadikan tempat barang-barang kita daripada berserak dilantai atau meja. Warna putih atau metalik sangat cocok sebagai kombinasi warna apapun.

rak-dinding-dari- ban-bekas

Rak Dinding dari Ban Bekas
10. Wastafel dan Meja Kamar Mandi
Modifikasi kerangka besi sebagai tempat ban bekas bisa dikreasikan menjadi wastafel kamar mandi atau luar rumah. Ban bekas ini juga bisa dijadikan meja rias di depan cermin kamar mandi. Usahakan menutup celah-celah menuju ruang kosong bagian dalam ban agar tidak menjadi sarang serangga. 

wastafel-dari-ban-bekas

Wastafel dari Ban Bekas
11. Meja Serbaguna
Ban bekas bisa disulap menjadi meja lesehan yang serba guna. Cocok untuk anak-anak mudah yang ingin ruangannya lebih sederhana dalam penyimpanan barang-barang keperluan yang berukuran kecil seperti gambar di bawah ini. Susunan 2 buah ban bekas bisa dijadikan meja ruang tengah atau ruang tamu dan bisa juga sebagai meja sudut ruangan.


meja-serba-guna-ban-bekas

Meja Serbaguna dari Ban Bekas
12. Taman Bermain untuk Anak-anak (Kids Playground)
Memiliki pekarangan yang kosong dan ingin memiliki usaha kecil sebagai playground sangat cocok untuk dijadikan sebagai uang tambahan. Manfatkan ban-ban bekas berbagai ukuran sebagai hiasan warna-warni yang menarik atau sebagai arean permainan, ayunan dan pijakan bagi anak-anak.

fasilitas-play-ground-dari-ban-bekas

Arena Bermain Anak
Demikian beberapa manfaat ban-ban bekas menjadi benda-benda yang serba guna. Selain dengan memanfaatkan barang yang tidak bernilai menjadi barang lain yang bernilai jual kita juga sudah ikut serta mengurangi limbah yang cenderung merusak lingkungan bahkan bisa menjadi bahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan dengan ban-ban bekas ini, kita hanya tinggal memikirkan ide-ide kreatif yang ada di dalam diri kita. Semua kreatifitas tidak harus menjadi keahlian karena semua manusia sudah dilahirkan dengan kemampuan berfikir yang cenderung kreatif. Tinggal kita sendiri saja yang menentukan apakah kita mau mengembangkannya atau tidak.