HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Thursday, May 25, 2017

Gipsum sangat berguna bagi manusia dari jaman dahulu hingga sekarang. Bagaimana tidak, banyak bidang yang menggunakan bahan dari alam ini dan diambil manfaatnya seperti farmasi, kosmetik, Usaha Kecil Menengah (UKM), bahan bangunan, dekorasi dll.
Kali ini saya akan menulis bagaimana cara mencampur bahan gipsum yang tepat untuk hasil yang terbaik. Saya yakin sudah banyak artikel yang membahas ini tetapi saya coba menulis kembali sesuai apa yang saya ketahui dan praktekkan. Gipsum bisa kita dapatkan di toko-toko bangunan terdekat yang harga dan kualitas yang berbeda-beda.
cara-aduk-gypsum
Silahkan baca artikel saya sebelumya yaitu: Pengenalan Gipsum dan Manfaatnya
Seperti biasa, gunakanlah terlebih dahulu masker karena tepung gipsum sangat halus dan ringan, mudah terbawa oleh angin. Selalu lindungi tubuh kita dari bahaya, meskipun tidak terasa secara langsung. Disarankan juga menggunakan sarung tangan karet, meskipun banyak yang menggunakan tangan tanpa pelapis tetapi bagaimanapun gipsum ini sudah melalui beberapa proses kimiawi.
Sediakan Alat-alat agar tidak repot mencari kesana-kemari pada saat proses sudah dimulai:
  • Kertas koran; atau apa saja yang bisa dipakai sebagai alas meja kerja agar tetap bersih 
  • Gelas Plastik; gunakan untuk takaran 
  • Wadah Plastik; atau baskom untuk tempat mengaduk campuran 
  • Air; Perbandingan yang tepat adalah 1 air : 2 tepung gipsum. 
  • Spatula karet atau sendok plastik 
  • Tepung Gipsum; sekitar 2 gelas plastik 
  • Pewarna (opsional); Kalau ingin membuat gipsum berwarna saja, boleh menggunakan pewarna makanan tapi tidak akan bertahan lama. Saya sarankan memakai cat acrylic yang water base. 
  • Cetakan; kalau ingin mencetak
Setelah semua disiapkan diatas meja, langsung saja ke proses mencampurnya:

haluskan
Periksa dulu kondisi gipsumnya apakah ada gumpalan-gumpalan atau tidak. Jika ada, haluskan dengan menggunakan tangan (usahakan pakai sarung tangan) atau saring / ayak kalau bahannya banyak supaya lebih cepat.

tuang
Tuang tepung gipsum ke dalam wadah plastik berisi air sedikit demi sedikit dengan cara menggetar-getarkan tempat gipsumnya. Jangan menuang sekaligus karena akan menghasilkan campuran yang tidak bagus karena proses pelembapan yang tidak merata.

tuang1
Jangan diaduk dulu, diamkan saja sambil mengetuk-ngetuk sisi baskom perlahan-lahan agar semua pori-pori dan celah gipsum basah merata oleh air. Sebagai catatan, proses pengadukan adalah proses dimana gipsum bereaksi secara kimiawi dengan air, mengikat antar partikel dan proses ini jugalah saatnya campuran gipsum mulai mengeras.

tuang2
Lanjutkan lagi menaburkan gipsum secara perlahan-lahan sambil mengetuk-ngetuk sisi baskom hingga permukaan taburan gipsum mencapai permukaan air dalam arti tidak dibawah dan juga tidak juga diatas permukaan air. Dalam teorinya memang perbandingan adalah 1:2 antara air dan gipsum tetapi semua tergantung pada faktor kualitas tepung gipsum yang kita pakai.

aduk
Setelah semua rata basah oleh air, kita boleh mulai mengaduk perlahan-lahan dari sisi paling luar genangan dengan arah jarum jam dikombinasikan dengan sitem mengaduk arah spiral. Tambahkan pewarna kalau diperlukan. Jangan mengaduk dengan cepat, karena akan membentuk balon-balon udara yang akan mengurangi kekuatan gipsum nantinya.

tuang
Setelah terasa lembut merata, biarkan sekitar 1 menit sebelum menuang ke cetakan atau mengaplikasikannya ke apa saja yang akan kita kerjakan. Campuran ini juga sangat bagus untuk menempel lis gipsum ke plafon atau ukiran / ornamen berbahan gipsum lainnya.

Catatan Penting:
  • Gipsum yang sudah diaduk akan bertahan selama 20 - 35 menit sebelum mengeras secara sempurna. Oleh karena itu gunakanlah waktu sebaik mungkin ATAU campurlah dengan porsi sedikit untuk menghindari kerugian.
  • Sayangilah lingkungan, gunakanlah barang-barang yang sudah terpakai atau kotor dengan cara membersihkannya lagi.
  • Jangan membuang sisa-sisa campuran gipsum ke dalam saluran air, karena lama-kelamaan gipsum ini akan mengeras dan menyumbat saluran.
  • Campuran gipsum akan terasa panas dan itu wajar dalam proses pengerasan (curing process).
Demikian cara mencampur gipsu yang baik dan benar, dan hal ini juga saya lakukan untuk membuat ukiran dari gipsum sebagai mal cetakan karet saya. Saya akan megulasnya di artikel yang akan datang.

Suber Foto: Youtube

Thursday, May 18, 2017

Hai sahabat kreatif, semoga selalu dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apapun. Kali ini, saya akan mencoba berbagi cara membuat bingkai hiasan jendela dari bahan gypsum yang kebetulan masih ada 5 batang di gudang, sisa dari lis plafond rumah saya. Biasanya bahan yang digunakan adalah Lis Profil dari bahan kayu khusus tapi apa salahnya kita gunakan gipsum sebagai penggantinya karena disamping ekonomis, juga lebih praktis. Sudah lama saya ingin mengerjakan ini tapi karena kesibukan dan rasa malas yang paling besar, baru bisa kesampaian minggu yang lalu. Saya berhasil melawan rasa malas saya dan memang betuk kalau rasa malas tidak boleh kita pelihara karena bisa jadi wabah yang mendarah daging. Seram yah...hehehe.
Bingkai Hiasan Jendela dari Lis Gipsum
Add caption
Baca Juga: Pengenalan Gipsum dan Manfaatnya


Memulai memang sangat susah tapi kalau sudah berhasil di langkah awal, biasanya kita akan semangat bahkan tidak kenal rasa capek.
Langkah awal membuat Bingkai Jendela dari Gipsum adalah sebagai-berikut:
  • Abil kertas, pena/pensil, alat ukur/meteran dan penggaris panjang. 
  • Kopi segelas (keseringan baca blog orang nih..hehehe) 
Langsung ke pengerjaan, saya mengukur lebar gypsum dan memberi tanda selebar gypsum pada tembok dikeempat sisi kusen. Kemudian saya ambil penggaris panjang dan menarik garis dari hasil penanda lebar yang sudah saya buat tadi membentuk batas pinggir terluar.
Setelah semua sisi telah saya beri tanda garis, saya mencatat ukuran panjang masing-masing sisi terluar garis yang nantinya akan dijadikan acuan panjang bingkai gypsum yang akan di potong.
Gambarannya kira-kira seperti ini:
Kusen Jendela
Kusen Jendela
Dari gambaran diatas, kita bisa kita tentukan seberapa panjang masing-masing bagian gypsum yang harus kita potong. Panjang normal gypsum adalah 2m.
Bingkai Jendela dari gipsum
Bingkai Jendela dari gipsum
Setelah kita selesai memotong gypsum, saya meyakinkan kalau setiap ujung yang disatukan akan membentuk sudut 45 derajat. Tidak harus sangat tepat karena celah atau jarak yang mungkin ada nantinya bisa ditutupi dengan campuran gypsum. Jangan buang dulu sisa potongan karena nantinya mungkin bisa kita menggunakan lagi dengan cara menyambung.
Langsung saja ke cara menempelnya, saya sudah menyediakan tepung gypsum yang saya beli di toko bangunan dan mulai membuat campuran agar menjadi pasta dan inilah yang akan menjadi lem untuk bingkai gypsum untuk jendela.
Baca juga: Cara Mengaduk Plaster Gipsum yang Baik dan Benar
Setelah saya mencampur/mengaduk gipsum, saya langsung menempelnya satu persatu mulau dari bagian atas, kiri, bawah dan kanan. Celah yang ada saya tutupin lagi dengan campuran gypsum tadi dan untuk membersihkan sisa-sisa gipsum yang menempel saya menggunakan amplas atau mengorek dengan hati-hati menggunakan pisau cutter. 
Demikian tulisan saya kali ini mengenai cara menghias Bingkai Jendela dari Lis Gipsum, semoga bisa menjadi inspirasi kita semua dan mengembangkannya tidak hanya jadi lis jendela tapi juga yang lain.
Bingkai Jendela dari Gipsum-Selesai
Bingkai Jendela dari Gipsum-Selesai
Catatan:
Perlu diperhatikan bahwa campuran gipsum akan mengeras dalam waktu 10 menit, maka lakukanlah dengan cepat atau membuat campuran sedikit-sedikit saja. Sebenarnya ada cara lain untuk memperlambat pengerasan gimpsum (retarder) tapi belum sempat saya jelaskan dalam kesempatan ini. Silahkan ditunggu di artikel saya selanjutnya..
Mendengar nama gipsum, mungkin jita semua langsung terbayang plafon dan ukiran lisnya. Ya, plafon dan lisnya terbuat dari bahan gipsum tapi untuk diketahui, manfaat gipsum sangat banyak dan sudah digunaan dalam peradaban manusia sejak zaman dahulu.
Seperti yang saya kutip dari Wikipedia Indonesia, gipsum sebagian besar digunakan sebagai bahan bangunan, plaster paris, bahan dasar untuk pembuatan kapur, bedak, untuk cetakan alat keramik, tuangan logam, gigi dan sebagainya. Jumlah tersebut meliputi 72% dari seluruh volume perdagangan. 
Gypsum Rock
Gypsum Rock - europages.co.uk
Gipsum sebagai perekat mineral mempunyai sifat yang lebih baik dibandingkan dengan perekat organic karena tidak menimbulkan pencemaran udara, murah, tahan api, tahan deteriorasi oleh faktor biologis dan tahat terhadap zat kimia ( Purwadi, 1993).
Gipsum mempunyai sifat yang cepat mengeras yaitu sekitar 10 menit. Maka dalam pembuatan papan gipsum harus digunakan bahan kimia untuk memperlambat proses pengerasan tanpa mengubah sifat gipsum sebagai perekat (Simatupang, 1985). Perlambatan tersebut dimaksudkan agar tesedia cukup waktu mulai dari tahap pencampuran bahan sampai tahap pengempaan. Waktu pengerasan gipsum bervariasi tergantung pada kandungan bahan dan airnya. Dalam proses pengerasan gipsum setelah dicampur dengan air maka terjadi hidratasi yang menyebabkan kenaikan suhu. Kenaikan suhu tersebut tidak boleh melebihi suhu 400 C ( Simatupang, 1985 ). Suhu yang lebih tinggi lagi akan mengakibatkan pengeringan gipsum dalam bentuk CaSO4. 2H2O sehingga mengurangi bobot air hidratasi. Pengurangan tersebut akan menyebabkan berkurangnya keteguhan papan gipsum.
Hasil Karya Berbahan Gipsum
Hasil Karya Berbahan Gipsum
Gipsum memiliki banyak kegunaan sejak zaman prasejarah hingga sekarang. Beberapa kegunaan gipsum yaitu:
  1. Bahan perekat.
  2. Penyaring dan sebagai pupuk tanah. Di akhir abad 18 dan awal abad 19, gipsum Nova Scotia atau yang lebih dikenal dengan sebutan plaister, digunakan dalam jumlah yang besar sebagai pupuk di ladang-ladang gandum di Amerika Serikat.
  3. Campuran bahan pembuatan lapangan tenis.
  4. Sebagai pengganti kayu pada zaman kerajaan-kerajaan. Contohnya ketika kayu menjadi langka pada Zaman Perunggu, gipsum digunakan sebagai bahan bangunan.
  5. Sebagai pengental tofu karena memiliki kadar kalsium yang tinggi, khususnya di Benua Asia (beberapa negara Asia Timur) diproses dengan cara tradisonal.
  6. Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan
  7. Untuk bahan baku kapur tulis
  8. Sebagai salah satu bahan pembuat portland semen
  9. Sebagai indikator pada tanah dan air
  10. Sebagai agen medis pada ramuan tradisional China yang disebut Shi Gao.
    Lis dari gypsum
    Lis dari gypsum
Saat ini gipsum sebagai bahan bangunan digunakan untuk membuat papan gypsum dan propil pengganti triplek dari kayu. Papan gypsum propil adalah salah satu produk jadi setelah material gypsum diolah melalui proses pabrikasi menjadi tepung. Papan gypsum propil digunakan sebagai salah satu elemen dari dinding partisi dan plafon.

Demikian penjelasan singkat saya mengenai gimpsum dan saya rasa cukup untuk sekedar mengetahui saja.

Monday, May 8, 2017

Lazy susan banyak dijual di toko-toko bangunan dengan beragam variasi ukuran, bahan dan harga. Kebanyakan lazy susan ini dimaanfaatkan sebagai alas meja putar dan alas televisi yang ukurannya besar seperti televisi tabung besar orang tua saya yang berukuran 42 inchi dan itu masih ada sampai sekarang. Tujuannya sebenarnya hanya mempermudah mengarahkan hidangan makanan kehadapan anggota keluarga yang mengelilingi meja makan. demikian juga halnya dengan televisi, akan mempermudah kita mengarahkan layar televisi ke arah yang diinginkan dan tidak perlu menggunakan tenaga termasuk pinggang orang tua untuk menggeser atau mengangkatnya. Sebenarnya penggunaan lazy susan sangat banyak kita temukan dan memang harus diakui manfaatnya sangat banyak.

Pengrajin hiasan dari bahan semen pasti tidak lepas dari pekerjaan mengaduk semen yang lumayan menyusahkan dan melelahkan apalagi campuran yang akan diaduk lumayan banyak meskipun tidak sebanyak keperluan proyek beton bangunan, biasanya paling banyak sekitar 1/2 sak atau 25kg semen ditambah campuran pasirnya. Penggunaan sekop untuk mengaduk campuran semen di atas permuakaan di tanah sangat sering saya temukan meskipun campuran itu hanya sedikit bahkan masih banyak yang kurang menyadari bahwa kita harus menyayangi pinggang kita tidak hanya dalam pekerjaan berat tetapi juga dalam kegiatan ringan sehari-hari, bukan berarti kita sama sekali mengistirahatkan pinggang kita.

Cara pengolahan semen yang saya maksud dalam kesempatan ini adalah bagaimana cara kita mengaduk campuran semen yang praktis dan menghemat tenaga juga waktu yaitu pemanfaatan lazy susan ini sebagai alas wadah bahan campuran yang akan di aduk dan cara pembuatannya juga sangat mudah. Kita hanya cukup memotong triplek tebal dan membentuknya lingkaran dengan diameter yang libih besar sekitar 1 cm dengan diameter lingkaran roda paling besar di lazy susan yang kita miliki.

Setelah kita triplek kita bentuk, ada baiknya kita lapisi dengan cat atau resin agar tidak mudah lapuk atau kotor karena selama pemakaiannya, permukaan kayu triplek ini pasti akan selalu terkena air dan bahan semen. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca:

Untuk menyatukan kayu dengan lazy susan cukup dengan menggunakan paku sekrup di keenam lubang yang telah tersedia. Biasanya ada 6 lubang khusus untuk paku sekrup di lingkaran sebelah dalam yaitu yang akan kita satukan dengan triplek bulat dana ada 3 di bagian lingkaran luar yang biasanya digunakan apabila lazy susan diletakkan di tempat yang permanen. Tetapi dalam praktek saya, lazy susan ini tidak saya pakukan ke tempat permanen dan hanya saya gunakan di atas meja kerja setinggi pinggang yang telah saya buat. Selain menghemat tempat, lazy susan ini juga bisa saya simpan atau gantung di tempat lain selama tidak saya pakai. Untuk contoh meja kerja, dapat Anda lihat di artikel: 
Satu hal yang perlu kita perhatikan, kedua lingkaran lazy susan ini dirancang untuk bergerak bebas berlawanan arah dan berisi bola-bola besi (bearing) yang sangat rentan dengan kotor dan karat oleh debu, pasir dan air. Ada baiknya kita merawatnya dengan menggunakan minyak pelumas/oli bekas secara berkala atau mencucinya dengan minyak tanah apabila sudah sangat kotor karena hal ini akan mengurangi kemungkinan macetnya putaran lazy susan. Kita bisa menemukan lubang khusus dengan sekrup penutup disisi terluar lazy susan ini yang tujuannya untuk mengeluarkan/memasukkan bola besi atau tempat meneteskan oli/pelumas.
Lazy Susan Aluminium
Lazy Susan Aluminium 
Saran saya berikutnya, ada baiknya kita memberi alas dari karet supaya lingkaran bawah/alas lazy susan lebih kuat menahan beban putaran pada saat lazy susan sedikit macet. Sebenarnya rata-rata lazy susan sudah ada karet bawaannya tetapi hanya berbentuk bulat kecil dan cenderung keras seperti plastik. Lebih baik kita gunakan cara lain dengan menempelkan karet bekas seperti ban dalam bekas atau sendal karet bekas ke bagian lingkaran roda paling bawah atau bisa juga dengan menambah triplek bulat lagi untuk alasnya. Tapi ini tidak saya sarankan karena sedikit mempersulit bongkar-pasang apabila lazy susan macet.

Untuk tempat mengaduk campuran semen, gunakanlah ember karet yang bersisi rendah, banyak dijual di toko bangunan atau minimarket terdekat. Biasanya berwarna hitam dan penampilannya tidak terlalu rapi. Gunakan juga sendok semen yang kecil dan kuat untuk mempermudah proses pengadukan campuran semen atau silahkan berkreasi dengan memodifikasi kayu bekas untuk pengaduknya. Letakkan ember di atas lazy susan, tangan kiri memutar embernya sambil mengaduk dengan menggunakan tangan kanan. Untuk yang kidal, tinggal menyesuaikan saja ya..hehehe.

Ember Plastik Karet
Ember Plastik Karet 
Demikian artikel singkat saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Thursday, May 4, 2017

Susah mencari koral yang menarik di daerah Anda? Jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Kita bisa membuat tiruan yang bahkan bisa lebih menarik dari aslinya. Memang kita bisa saja membeli tetapi kalau harga, ongkos kirim dan tampilan tidak sesuai yang kita harapkan apa salahnya kita coba membuat sendiri. Selain ada rasa bangga akan karya sendiri tentunya akan bisa menghemat isi dompet.


Bahan pewarna semen yang saya pakai bukan seperti yang dijual online atau di toko-toko bangunan serba lengkap seperti iron oxide misalnya, tetapi saya memilih menggunakan semen nat berwarna karena memang tidak ada pewarna semen khusus seperti itu di daerah saya. Mungkin saya bisa saja memesan tapi ya sudahlah dari pada ide saya buyar, saya coba pakai semen nat saja.
Ini saya alami sendiri sewaktu saya mencoba membuat koral dari semen biasa untuk pot bonsai saya dan langsing dapat pujian: "kok pelit amat? Beli kan bisa,," Don't worry, be happy, saya teruskan saja berkreasi dan bereksperimen dengan mencampur beberapa bahan pewarna.
Kalau dihitung-hitung dari segi ekonomis memang terbilang pelit (baca: irit) karena biayanya lebih murah daripada membeli di toko batu koral hias. Saya pernah menayakan harganya sekitar Rp50.000 per kantong plastik kecil ukuran 5 kg entahlah mereka import dari mana. Sekarang coba kita hitung harga bahan yang akan kita pakai:
  • Sarung tangan karet~Rp2.000 sepasang (termasuk bahan karena hanya sekali pakai)
  • Semen PPC/PCC biasa  5kg~Rp12.500 (harga Rp2.500/kg). Semen putih~Rp5.000/kg.
  • Semen Nat Hitam ~ Rp12.000 per kemasan (kemasan 1 kg)
  • Cairan pengeras beton/concrete additive, biasanya berwarna putih sangat kental. Kita hanya memerlukan 10ml ~ Rp500

Totalnya hanya Rp17.000 untuk koral hitam/abu-abu dan untuk koral putih atau warna, sekitar Rp29,500 dan itu untuk sekitar 5 kg. Berapa banyak kalau kita membutuhkan untuk hiasan taman pekarangan rumah kita ya?
Exterior Paving Koral
Exterior Paving Koral
Langsung saja ya, sediakan alat dan bahan di atas ditambah alat-alat berikut ini:
  • Baskom plastik 2 buah, usahakan yang pinggirannya rendah supaya lebih mudah dalam proses pengerjaannya.
Baskom Plastik untuk tempat mencampur semen dan tempat air bilasan
Baskom Plastik untuk tempat mencampur semen dan tempat air bilasan
  • Alat penyemprot air/gun sprayer kecil
gunsprayer
Gunsprayer
  • Busa angin lembut untuk alas, bisa dari busa kursi bekas, bantal atau kasur bekas, dll. Ini berguna untuk alas batu yang baru dibuat.
Busa Angin 4mm
Busa Angin 4mm
  • Gelas Plastik ukuran sekitar 250ml untuk melarutkan pengeras beton
Cara membuatnya pun terbilang mudah, berikut penjelasan singkat cara saya:
  1. Siapkan air di semprotan tangan 
  2. Pakai sarung tangan 
  3. Bentangkan busa angin 
  4. Sediakan air bersih di baskom plastik 1. 
  5. Tuang semen kedalam baskom plastik 2, campur dengan semen nat aduk sampai rata. 
  6. Larutkan bahan pengeras semen dengan 1 gelas penuh air. Gunakan wadah gelas plastik. 
  7. Tuang air perlahan-lahan kedalam campuran semen dan nat, sambil diremas-remas dengan tangan. Jangan sampai terlalu basah, cukup lembab saja, kemudian siram lagi dengan larutan pengeras tadi dan harus tercampur merata. Sambil diremas-remas, coba diuji dengan membuat bulatan menggunakan kedua telapak tangan. 
  8. Kalau sudah bisa menjadi bulat, tinggal diteruskan saja dan coba-coba terus meggunakan trik bagaimana supaya bentuk bulatan agak pipih seperti batu koral. 
  9. Letakkan batu yang sudah selesai dibentuk ke atas busa angin dengan teratur, ingat bagian mana yang selesai dibentuk terlebih dahulu. 
  10. Dalam waktu 30-45 menit, hentikan membentuk batunya kita langsung melanjutkan dengan membilas batu yang dibentuk ke dalam air yang ada di baskom plastik 1 tadi sambil mengusap-usap seluruh permukaan di dalam genangan air. Gunakan 1 tangan saja. Ingat yang mana yang terlebih dahulu dibentuk, itulah yang dicelupkan terlebih dahulu, karena pengalaman saya, dalam waktu 30-45 menit semen yang dibentuk sudah mulai sedikit mengeras. 
  11. Ulangi lagi hal di atas sampai campuran semen dan nat habis. Jika campuran semen yang ada di wadah agak mengeras, tambahkan air sedikit demi sedikit hingga bisa dibentuk lagi.
Tips :
  • Cobalah berkreasi dengan menyatukan beberapa gumpalan kecil campuran semen putih yang sudah dicampur dengan semen nat warna yang berbeda. Lihat hasilnya setelah dibilas. 
  • Kalau ingin finishing kilat (glossy) gunakan cat semprot/kompressor untuk melapisi dengan pelindung batu alam transparan yang glossy, bisa kita beli di toko bangunan terdekat dengan merek dan harga yang bervariasi. 
Gambar di bawah ini adalah penampakan batu koral buatan saya:
Batu Koral Buatan dari Semen
Batu Koral Buatan dari Semen
Sebenarnya di beberapa negara seperti China dan Rusia sudah menggunakan cetakan karet yang lebih moderen tetapi tetap saja cara inilah yang paling efektif dan ekonomis menurut saya. Sistem suntik yang biasa mereka pakai tentunya membutuhkan mesin dengan tekanan yang lumayan kuat untuk mengisi cetakan atau sistem tuang ke cetakan yang tidak akan menghasilkan bentuk bulat atau pipih yang alami. Tentunya sisi lain akan tampak datar sementara sisi yang lain bulat mengikuti bentuk cetakan. Semua itu kembali ke diri kita masing-masing, terserah mana yang lebih menarik. Ada banyak jenis cetakan yang ada dijual dengan harga dan bentuk bervariasi, silahkan anda cari dengan mesin pencari di internet dengan kata kunci "pebbles stone mold". Kita akan menemukan beberapa contoh cetakan yang berbeda dari bahan plastik atau. Mudah-mudahan contoh-contoh itu akan membuka fikiran kita untuk ide-ide yang lebih kreatif dalam membuatnya.
Baca juga: Cara Membuat Cetakan Batu Alam dari Silikon Sealant Tabung/Lem Kaca
Demikian sedikit penjelasan saya, mudah-mudahan bisa memberikan inspirasi kepada teman-teman yang suka 'bermain' semen seperti saya.
Kalau ada ide, kritik atau saran lain terkait hal ini, jangan sungkan-sungkan berbagi di kolom komentar bawah. Terima kasih..