HIMBAUAN

Mohon non-aktifkan Ad-blocker atau tambahkan ke 'whitelist' Ad-blocker browser Anda.
Blog ini menampilkan iklan yang benar-benar bersahabat dan aman untuk mendukung biaya pemeliharaan dan pengembangan demi kebaikan kita bersama. Mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan.
Terima kasih, dukungan Anda sangat berarti.

Saturday, April 29, 2017

Ada beberapa cara untuk memadatkan campuran semen kedalam wadah cetak diantaranya dengan sistem tekanan dan sistem getaran. Sistem tekanan atau pressure ini banyak digunakan oleh pembuat batu bata (batako) dan sistem getar biasanya digunakan pembuaat batu alam tiruan maupun hiasan lain seperti profil cetak. Sistem getar memiliki kelebihan dibanding sistem tekanan dimana dalam prosesnya tidak memerlukan tenaga atau alat press dan hasilnya juga lebih padat. Dengan sistem getar hasil akhir dari semen yang dicetak akan lebih mulus karena partikel-partikel kasar yang ada di dalam campuran akan terangkat ke atas. Kekurangannya adalah campuran yang digunaan harus dalam keadaan basah.
meja getar sederhana
Meja Getar
Dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan rencana saya membuat meja getar dari barang-barang bekas yang ada di rak dapur dan gudang saya. Saya sebut rencana karena pembuatan meja getar ini masih dalam tahap pengerjaan tetapi saya yakin akan berfungsi dengan baik ditambah mood sedang memihak ke menulis blog ini. Jadi pada penjelasan dibawah, sketsa dan render photoshop akan mewakili sebagian ide saya. Mohon pengertiannya ya..
Berikut daftar alat dan barang-barang yang saya butuhkan:
  1. Kerangka meja (harus kokoh) ukuran 100cm x 60cm dengan tinggi 80cm tidak jauh berbeda dengan yang ada di artikel sebelumnya yaitu Membuat Meja Kerja. Bedanya adalah harus lebih kokoh. (penjelasan selanjutnya ada di bawah) 
  2. Kayu triplek tebal 12mm ukuran 100cm x 60cm untuk permukaan meja getar 
  3. Dinamo bekas yang masih berfungsi. Saya menggunakan kipas angin bekas yang sudah tidak terpakai lagi karena kapasitor rusak dan baling-balingnya patah..tragis kedengarannya ya 😁. 
  4. Baut full drat untuk beban putaran sumbu dinamo
    Baut Full Drat
    Baut Full Drat
  5. Sendal jepit bekas untuk bantalan, alas kaki meja atau peredam suara getaran.
    sendal-jepit
    Sendal Jepit
  6. Kawat jemuran sekitar 2 meter 
  7. Gabus atau Stereo Foam dibentuk bulat diameter 5cm, panjang sekitar 6 cm 
  8. Minuman Kaleng (Milo atau Nescafe) 4 kaleng, minum dulu kalau haus kalengnya jangan dibuang ya, kegunaannya nanti saya jelaskan di bawah 😁 
  9. Tang, obeng, kunci inggris, palu/martil, pisau cutter, dll untuk alat.
Okay, hal pertama yang saya lakukan adalah memeriksa dan pemperbaiki dinamo kipas angin yang rusak dengan mengganti kapasitor yang sama. Bisa kita beli di toko-toko bangunan dan jangan lupa membawa kapasitor yang rusak untuk perbandingan μF (microfarad). Kapasitor kipas angin ini mudah diganti dan pasti menempel di bagian dinamo tetapi kalau kipas angin langit-langit (ceiling) biasanya di luar dinamo atau terikat di tangkai.
Kapasitor kipas angin
Kapasitor kipas angin
Tolong jangan gunakan kipas jenis yang dibawah ini, getarannya..entahlah 😁..
kipastopi-kipas

Setelah saya ganti ternyata berhasil dan siap digunakan. Sebenarnya ide menggunakan kipas angin adalah karena baling-baling yang patah dimana putarannya tidak akan seimbang dan mengakibatkan getaran dahsyat..syat..syat... Nah, saya manfaatkan lagi baling-baling yang patah tadi dan memodifikasinya sedemikian rupa supaya getarannya tidak begitu kuat dengan cara memangkas semua bagian baling-balingnya dan menyisakan bagian tengahnya saja. Menyisakan bagian tengah baling-baling kipas akan meghemat waktu dan biaya kita karena kita tidak perlu lagi bersusah payah mencari ukuran yang cocok untuk sumbu as kipas karena yang akan kita pakai sudah tentu cocok baik ukuran dan desainnya.
Di salah satu sisi bagian tengah tersebut saya memberi lubang dengan paku panas atau solder lebih gampang. Di lubang saya memberikan pemberat dari baut besar pendek dan kunci dengan dratnya.
fan-mid-propeller
Bagian tengah baling-baling kipas dan baut untuk menimbulkan getaran pada saat berputar
Cukup untuk modifikasi baling-baling/propeller, sekarang kita modifikasi badan kipasnya. Tujuan saya adalah untuk mengambil dinamonya saja dan langsung menyambung ke kabel AC power. Silahkan kalau bisa tanpa merusak kabel penghubung tombol-tombolnya karena mungkin untuk anda berguna untuk menghidupkan, mematikan dan mengatur kuat getaran yang nantinya kita butuhkan. Mungkin rumit tapi silahkan dicoba.
  • Tujuan selanjutnya adalah bagaimana supaya dinamo tertempel kuat ke sisi meja tetapi sebelumnya saya akan menjelaskan kriteria meja yang kita butuhkan sebagai tambahan. Meja yang terkena dampak getaran sangat membutuhkan meja yang kuat dan berat untuk mengasilkan getaran yang lebih stabil. Cara yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
  • Kaki kerangka meja menggunakan kayu 3x3 atau 3x4 akan lebih baik dan setiap sudut sambungan harus diberi kayu penyangga untuk menambah kekuatan meja. 
  • Potong kaleng minuman setinggi 2-3 cm dari dasarnya, kemudian tempelkan dengan sekrup tepat di bagian atas kaki meja. 
  • Tambahkan karet untuk alas setiap kaki agar tidak langsung menyentuh lantai karena ini akan menambah stabilitas getaran dan juga meminimalisir suara. Boleh menggunakan sendal karet bekas dipotong persegi dan lebih baik menempel dengan menggunakan lem, bukan paku sebab bagaimanapun paku bisa bergesekan dengan lantai.
Kerangka Meja Getar
Gambar Kerangka Meja Getar
Gambar Kaleng di bagian atas Kaki Meja
Gambar Kaleng di bagian atas Kaki Meja
  • Gunakan sekrup sepenuhnya sebab dikhawatirkan paku biasa lama-kelamaan akan longgar. Lobangi bagian kayu yang rawan pecah dengan menggunakan bor mata kecil
    Sekrup Panjang
    Sekrup Panjang
Selanjutnya, saya akan menjelaskan cara memasang triplek tebal yang menjadi bagian bidang meja dan paling berdampak pada getaran.
  • Triplek yang kita gunakan diusahakan yang tebal atau tambahkan lis kayu broti untuk kerangkanya agar tidak melengkung oleh beban semen yang akan diletak di atasnya nanti.
Gambar Permukaan Meja Getar
Gambar Permukaan Meja Getar
  • Dalam posisi telungkup, ikat dinamo kipas ke kayu yang sengaja dilebihkan dengan as putar mengarah ke atas. Boleh menggunakan lakban atau karet ban bekas atau silahkan diakali sebaik mungkin yang penting ikatan tidak lepas oleh getaran. Ada juga beberapa dinamo yang kipas yang bentuknya pas untuk desain meja ini seperti dinamo boxfan seperti exhaust yang bagian bawahnya lumayan rata dan ada lobang untuk sekrup/bautnya. 
  • Gambar Dinamo terpasang
    Gambar Dinamo terpasang
  • Pasang sambungan kabel ke cok power point listrik kalau kurang panjang dan kemudian pasang tengah kipas yang sudah dipasang baut tadi.
    Gambar Dinamo dan Modifikasi kipas siap digunakan
    Gambar Dinamo dan Modifikasi kipas siap digunakan
  • Masukkan gabus/stereo foam yang sudah dibentuk bulat panjang tadi ke dalam potongan kaleng minuman. Tentunya sudah dipasang semua ke bagian atas kaki meja. Akan lebih baik lagi kalau kita menggunakan per spring mungkin bisa kita cari bekasnya di bengkel-bengkel terdekat.
    Gabus di potongan kaleng minuman sebagai bantalan sekaligus peredam
    Gabus di potongan kaleng minuman sebagai bantalan sekaligus peredam
per-spring
Per spring
  • Letakkan kayu triplek ke atas kerangka meja dan meja siap digunakan. Sebenarnya gabus/stereo foam akan otomatis ada di bagian dalam frame kayu triplek tetapi ada baiknya juga kita pasang kaleng minuman di empat sudut kayu triplek untuk lebih meyakinkan ikatan busa. 
  • Silahkan membuat frame lis disekeliling permukaan meja kalau mau. Itu sebenarnya bagus untuk menahan kalau cetakan bergeser ke pinggir meja, tetapi begini saja sudah cukup menurut saya.
    Gambar sketsa Meja Getar Siap Pakai
    Gambar sketsa Meja Getar Siap Pakai
Demikian imajinasi proyek pending meja getar untuk memadatkan campuran semen saya, semoga ide ini bisa memberikan manfaat kepada kita semua. Saya akan menampilkan tautan ke youtube apabila meja saya sudah selesai nantinya.
Mohon dukungannya dengan komentar, kritik dan saran atau dengan membagikan artikel ini ke jejaring sosial. Terima kasih.

Wednesday, April 26, 2017

Cara membuat batu alam dari bahan semen dengan cara manual atau tempel sudah pernah saya sampaikan dan disini saya mencoba menyampaikan cara saya membuat cetakan batu alam dengan menggunakan karet silikon sealant tabung atau lem kaca.
Memang lebih mudah bila menggunakan silikon cair yang banyak dijual online tapi dibeberapa daerah harga karet cair akan sedikit lebih mahal bahkan harga kirim akan lebih mahal dibanding harga silikonnya.
Cetakan Batu Alam dari Silikon Sealant Tabung/Lem Kaca
Cetakan Batu Alam dari Silikon Sealant Tabung/Lem Kaca
Alasan lain menggunakan silikon tabung ini adalah kalau cetakan yang akan dibuat relatif kecil dan bukan untuk produksi massal seperti hiasan dari resin misalnya. Kenapa tidak kita coba saja? 
Bahan yang kita butuhkan adalah sebagai berikut:
  • Silikon tabung dan alatnya tembaknya. Belilah silikon tabung 300ml yang warnanya bening karena cetakan yang saya buat lama-kelamaan menyusut/mengecil pada saat saya menggunakan silikon tabung yang berwarna. Sebenarnya saya kurang yakin apa penyebabnya tapi saya merasa itu terjadi karena kandungan zat warnanya yang menyebabkan penyusutan atau kurang bersihnya cairan pelarut pada saat proses pembuatan yang nanti akan saya jelaskan lebih lanjut.
Silikon tabung/lem kaca 300ml dan alat tembaknya
Silikon tabung/lem kaca 300ml dan alat tembaknya
  • Sabun lemon cair untuk mencuci piring banyak kita temukan di minimarket atau warung-warung terdekat
Cairan Detergen Pencuci Piring
Cairan Detergen Pencuci Piring 
  • Baskom plastik, harganya tidak terlalu mahal atau pakai yang bekas saja tetapi masih cukup bagus dan bersih (sama aja yah😁) ..isi dengan air bersih.
wadah-silikon-cair
Baskom Plastik
  • Model batu alam yang akan kita tiru.
Model Batu Alam
Model Batu Alam
  • Lis kayu 1x3, untuk membuat frame cetakan 
  • Kuas kecil untuk mengoleskan sabun ke model 
  • Kaca atau Plastik Mika untuk alas model cetakan. Bisa juga menggunakan triplek licin acrilik.
  • Kalau tidak ada, triplek yang diolesi sabun juga bisa.
kaca-mika-cetakan-batu-alam-silikon
Plastik Acrilic
  • Lem Tembak (Hot Glue Gun) bisa dibeli di supermarket atau toko bangunan
lem-tembak-hot-glue
Hot Glue Gun
  • Lotion pelembab
Setelah semua tersedia, kita bisa memulai pembuatan cetakan sebagai berikut:
Baca juga: Membuat Meja Getar Murah untuk Memadatkan Campuran Beton
  • Buat frame dari lis kayu 1x3 sesuai ukuran model batu tetapi dilebihkan sekitar 1 cm dari setiap sisi batu. Kali ini batu yang akan dibuat adalah berukuran 30x10cm dan 20x10 cm. Tebal model batu adalah sekitar 1,5 cm
    Model Batu
    Model Batu
  • Tempelkan model batu sejajar di atas kaca atau plastik mika dengan menggunakan lem tembak. Beri jarak sekitar 1 cm antara kedua batu. Tempelkan juga lis kayunya sebagai penahan silikon
    Model Batu dan Frame Lis Kayu
    Model Batu dalam Frame Lis Kayu
  • Oleskan permukaan batu dan kayu dengan sabun cairan pencuci piring dengan menggunakan kuas dan biarkan agak mengering
  • Ambil baskom diameter sekitar 25-30 cm dan isi air 3/4 bagiannya. Larutkan cairan lemon pencuci piring ke dalam air hingga airnya berwarna kehijau-hijauan. Kegunaan larutan ini adalah untuk menghilangkan bahan kimia yang dikandung silikon dan sekaligus mengeraskan agar bisa dibentuk dengan jari. Kemungkinan proses pencucian silikon yang kurang baik juga dapat mengakibatkan penyusutan pada cetakan yang telah dibuat selain penggunaan silikon berwarna seperti yang saya sebutkan di atas. Oleh karena itu usahakan silikon yang kita remas-remas sudah tidak terlalu lembek seperti krim.
  • Semprotkan silikon sekitar empat kali tembakan kedalam air larutan sabun tadi, usahakan jangan sampai berserak. Silikon yang mengapung kita satukan dengan menggunakan tangan yang basah dan licin oleh larutan sabun. Remas-remas gumpalan silikon tersebut hingga sedikit membeku. 
  • Masukkan dengan memijat silikon ke semua celah antara model batu dan lis kayu kemudian menutupi semua permukaan batu. Lakukan hal ini dengan sedikit cepat karena silikon yang sudah kita cuci di sabun akan sedikit membeku dalam waktu sekitar 15 menit. Jangan khawatir, silikon yang basah akan tetap menyatu sengan yang lainnya apabila kita tekan dengan baik. Bau silikon ini sangat menyengat dan disarankan menggunakan masker demi kesehatan. 
  • Usahakan semua permukaan tertutupi dengan padat untuk membentuk tekstur yang lebih detail pada cetakan dan silikon paling atas juga harus rata karena ini akan menjadi alas pada saat kita mencetak batu alam nantinya. Gunakan triplek untuk menekan permukaan silikon untuk meratakannya. 
  • Tunggu sekitar 1 jam sambil di angin-anginkan sebelum kayu dan batu model dilepas atau periksa permukaan silikon untuk lebih meyakinkan. 
  • Oleskan lotion atau pelembab ke seluruh permukaan tangan yang terkena larutan sabun dan silikon karena akan mengakibatkan kulit ari terkelupas. Sebaiknya gunakan juga sebelum menyentuh larutan untuk mengurangi efek kulit kering.
Inilah tampilan cetakan batu alam dari Karet Silikon Tembak atau lem kaca yang telah siap untuk digunakan saya menghabiskan tidak sampai 2 tabung untuk cetakan seperti ini:
Cetakan Batu Alam Buatan
Cetakan Batu Alam Buatan
Demikian penjelasan saya kali ini, semoga sedikit banyak dapat difahami. Apabila ada pertanyaa, kritik dan saran, silahkan meniggalkan komentar di bawah. Terima Kasih dan semoga bermanfaat.

Tuesday, April 25, 2017

Kembali lagi, saya lanjutkan tulisan sebelumnya yaitu mengenai Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen Bagian 1. Pada dasarnya susunan batu alam manual yang akan saya jelaskan kali ini lebih mirip dengan struktur batu alam susun sirih yaitu batu alam yang dipotong kecil-kecil dan disusun sejajar dengan tebal tidak beraturan untuk menambah nilai artistik susunannya. Sebagai contoh kita bisa melihat gambar dibawah ini:


batu-alam-susun-sirih
Batu Alam Susun Sirih (image: stonecontact.com)
Kalau kita perhatikan dengan seksama, betuk batu di atas di desain sedemikian rupa agar sisi kiri akan tersambung sempurna menutupi sisi kanan batu ini dan sudah jelas batu ini adalah batu alam buatan manusia dengan cara mencetak untuk susun horizontal. Berbeda dengan batu alam buatan manual yang saya sampaikan kali ini adalah untuk tiang pilar teras rumah saya yang arah susunnya adalah ke vertikal jadi tidak membutuhkan sabungan sisi yang rumit.
proses-pembuatan-batu-alam-buatan-bagian-2
Seperti di judul topik kali ini saya sebutkan dengan cara manual yang artinya kebanyakan akan dilakukan dengan tangan bukan menggunakan sistem cetak jadi. Tujuan saya membuat dengan cara manual adalah supaya hasil yang kita buat lebih lain dari pada yang lain (atau agak sedikit aneh ðŸ˜) dan tentunya dengan alat dan biaya material yang jauh lebih murah karena tidak memerlukan cetakan yang harganya lumayan mahal. Tidak bisa dipungkiri bahwa cara manual akan memerlukan waktu lebih banyak dari sistem cetak tentunya. Untuk produksi massal dan dikejar waktu, gunakanlah sistem cetak.






Langsung saja, cetakan lis kayu yang saya sudah jelaskan di artikel bagian 1 digunakan untuk membuat base dan komponen/lempengan kecil batu alam yang caranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk Base Batu Alam:Campur pasir kasar dan semen.
  • Untuk Lempengan Batu Alam: Campur semen dan pasir untuk bahan batu alam, tambahkan cairan pengeras beton bila perlu. Pasir yang digunakan sebaiknya pasir yang paling halus seperti Pasir Elod dengan modulus aggregate 1,5-2,2 atau gunakan pasir pantai yang telah dicuci dan saring dengan ayak boleh di modifikasi menggunakan kasa nyamuk plastik /nylon biasanya berwarna hijau.

penyaring-pasir-halus
Saringan pasir halus dengan menggunakan triplek dan kasa nylon
  • Oleskan minyak dengan sangat tipis ke permukaan meja kerja atau gunakan koran sebagai alasnya. Hal ini bertujuan agar base yang sudah mengeras mudah di lepas dari permukaan meja.
  • Letakkan rangkain lis kayu yang sudah dijepit dengan binder clip keatas meja dan isi dengan campuran semen untuk base yang sudah kita buat sebelumnya. Komposisinya jangan terlalu basah agar kita bisa langsung melepas jepitan kayu langsung setelah semen terisi padat dan rata.
  • Setelah terisi padat dan rata, lepas penjepit binder clip dan perlahan-lahan juga lepaskan rangkaian lis kayu. Lakukan hal yang sama ke bagian lain permukaan meja kerja sampai jumlah yang diinginkan. Biarkan kering sampai bisa diangkat kalau ingin disusun dulu atau langsung tempel lempengan kalau sudah tersedia dengan semen aci kalau mau.



    • Lakukan cara membuat base batu alam di atas lagi dengan menggunakan campuran pasir halus dan semen, tetapi kali ini langsung di bagi-bagi menjadi lempengan kecil sesuai ukuran panjang yang diinginkan tetapi dengan lebar yang sama. Cara membaginya lebih baik menggunakan alat potong supaya lebih rapi bisa dibuat dengan mudah. Saya memotong tutup casing komputer bekas dengan gerinda sebagai plat seng pemotongnya (lihat gambar di bawah). Tunggu semen sampai kering dan bisa dilepas dan di pisah-pisah, biasanya dalam waktu 8 jam potongan ini sudah bisa ditempelkan.

    modifikasi-pemotong-semen-batu-alam
    Alat pemotong semen untuk batu alam


    batu-alam-dari-semen
    Semen yang sudah dipotong dan siap dipisah-pisahkan


    keping-batu-alam-dari-semen
    Potongan/lempengan batu alam yang sudah kering dan siap ditempel
    • Buat campuran semen aci secukupnya, disarankan dengan cairan pengeras beton. Kalau lempengan dan base atau permukaan yang akan kita tempelkan kering, basahi terlebih dahulu dengan menggunakan semprotan air atau gun sprayer supaya semen aci lebih menyatu dengan permukaan batu. Saya pakai bekas pewangi setrika pakaian saja. Warning: Kalau mau tiru saya, jangan lupa pamit dulu sama yang biasa pakai supaya nggak dimarah..😁
      gun-spray-batu-alam-buatan
      Semprotan Air
    • Susun dan tempel lempengan-lempengan yang sudah jadi dengan semen aci menggunakan kuas. Sapukan semen aci ke permukaan base dan lempengan kemuadian rongga-rongga sambungan. Ratakan/rapikan dengan mencelupkan kuas ke wadah berisi air untuk hasil sapuan yang lebih baik. Setelah semua selesai di tempel, pastikan tidak ada sisa semen acian di permukaan lempengan atau gunakan semprotan air untuk membersihkan sekaligus merapikan.

    lempengan-tertempel-batu-alam-buatan
    Lempengan yang sudah ditempel ke base batu alam
    • Pengecatan. Saya menggunakan cat air karena lebih mudah dirapikan dan tidak terlalu repot untuk membersihkan kuas. Silahkan menggunakan cat minyak kalau tidak malas seperti saya ya, karena cat minyak baik menutupi pori-pori semen karena bahkan batu alam yang memiliki pori-pori lebih kecil pun membutuhkan pelindung (optional).

    cat-batu-alam-buatan-dari-semen
    Pengecatan Batu Alam Buatan di atas  meja
    Tips:
    1. Kombinasi lempengan batu alam yang tebal dan tipis  akan menambah nilai artistik susunan batu alam. Sesuaikan cetakan lis kayu tebal untuk membuat tebal lempengan yang berbeda.
    2. Penggunaan base adalah untuk mempercepat pemasangan batu alam atau untuk penyelesaian bidang yang ingin dihias. Misalnya, kita ingin lebih menghabiskan waktu di ruangan sambil mendengan musik daripada di bawah terik matahari. Ukuran maksimal base adalah 30x30cm untuk mencegah patah.
    3. Tidak perlu menggunakan base apabila ingin menempel langsung ke tiang atau dinding dengan syarat plasteran dinding atau tiang sudah benar-benar rata.
    4. Lakukan pengecatan sebelum ditempel atau dalam posisi datar agar lebih mudah mencapai celah-celah sudut susunan lempengan batu alam; sehingga pada saat sudah terpasang hanya merapikan atau menutupi bagian-bagian yang kotor saja saja.

    Gambar di bawah adalah batu alam yang sudah saya tempel di pilar teras rumah saya.
    Saya juga menempel ornamen dari semen putih untuk mempercantik.


    batu-alam-buatan-di-pilar-rumah
    Batu Alam Buatan di pilar teras rumah
    Demikian tulisan kali ini mengenai apa yang saya lakukan untuk mengisi waktu luang saya, karena kreatifitas tak ada batas...semoga bermanfaat.

    Terima kasih dan silahkan tunggu artikel saya yang lain..

    Sunday, April 23, 2017

    Batu alam (anak saya menyebutnya 'Batu Alami'😁) adalah lapisan keras bagian luar bumi yang terbuat secara mineral atau mineraloid dikategorikan berdasarkan proses pembentukannya seperti batuan beku, batuan metamorf dan batuan sedimen yang kebanyakan terjadi karena terkena panas yang sangat tinggi seperti dari lahar letusan gunung merapi.
    Penggunaan batu sebagai bangunan sudah ada sejak jaman dahulu contohnya adalah candi-candi tetapi eksploitasi berlebihan sering kita dengar dewasa ini bahkan sampai merusak cagar alam demi keuntungan orang-orang berkantong besar. Menurut saya boleh-boleh saja melakukannya asalkan tidak berlebihan dan tentunya jangan sampai merusak lingkungan.





    Pemanfaatan batu alam pada saat ini juga adalah sebagai bahan bangunan untuk memperindah eksterior rumah dan taman serta bangunan lainnya. Kita dapat menemukan berbagai macam jenis batu alam yang digunakan sebagai bahan hiasan seperti batu palimanan, andesit polos, andesit bakar, candi hitam, candi merah, batu cupang dan lain-lain. Ketersediaan yang mudah didapat dan pengolahan yang terbilang sangat sederhana membuat sebagian orang menjadikan bisnis batu alam ini sebagai mata pencarian utama terutama di Pulau Jawa. Jadi tidak heran apabila batu alam di pulau jawa sangat murah dibandingkan yang ada di daerah saya.





    Mahalnya batu alam dan kepedulian saya terhadap alam (modus kata teman saya..😁) membuat saya berfikir untuk memperindah rumah dengan batu alam buatan sendiri yaitu dari bahan pasir dan semen. Meskipun sebenarnya semua berasal dari alam, setidaknya kedua bahan bangunan ini mudah dicari dan murah dibeli. Disamping itu, dengan membuat sendiri tentunya akan menghasilkan tampilan yang lebih istimewa dalam arti tidak sama dengan yang ada di pasaran.
    proses-pembuatan-batu-alam-dari-semen
    Proses Pembuatan Batu Alam dari Semen

    Okay..langsung saja ke penjelasan intinya yaitu Cara Manual Membuat Batu Alam dari Bahan Semen.
    • Beli 1 batang lis kayu ukuran 1x3cm panjang normal 2 meter, biasa dipakai untuk plafond, harganya sekitar Rp 8.000/batang atau potong saja triplek tebal 9mm jadi lis dengan lebar 3cm dan panjang 33cm. Total lis yang kita butuhkan adalah 4 batang lis sepanjang 33cm:
    lis-kayu-cetak-batu-alam
    Lis Kayu 1x3 (Digambar dengan Google SketchUp)
    • Satukan 2 lis menjadi satu membentuk siku dengan menyambungkan bagian tebalnya. Totalnya menjadi 2 lis siku: 
    lis-siku-cetak-batu-alam
    Lis Siku
    Cara menyatukan lis ini juga ada beberapa cara terserah mana yang paling mudah menurut Anda. Semakin baik sambungan yang kita buat maka akan lebih baik juga kualitas dan ketahanan lis kayu/frame ini. Bentuk sudut yang tidak siku akan sangat berpengaruh besar juga terhadap hasil yang telah dicetak karena selain lebar lempengan semen yang tidak sama besar juga akan membentuk sambungan yang kurang rapi. Berikut contoh cara menyambung yang paling sederhana menurut saya.
    • Menggunakan staples tembak (Cara mudah tapi tidak cukup kuat)

    sambungan-lis-cetak-batu-alam
    Menyambung Lis dengan Staples Tembak (Digambar dengan Google SketchUp)

    • Menggunakan sekrup kecil panjang dengan memberi lubang di sisi tebal lis terlebih dahulu dengan menggunakan bor mata kecil agar lis tidak pecah pada saat di sekrup.
    cara-sambung-lis-cetakan-batu-alam
    Menyambung Lis dengan Paku Sekrup kecil panjang(Digambar dengan Google SketchUp)
    • Berikan penahan di masing-masing ujung yang terbuka bisa dari seng, plat besi atau aluminium yang dibentuk siku. 
    plat-penahan-lis-cetakan-batu-alam
    Plat Penahan Aluminium Siku 1
    plat-penahan-lis-cetakan-batu-alam
    Sketsa Plat Penahan Aluminium Siku 2(Digambar dengan Google SketchUp)

    penahan-plat-aluminium-lis-cetakan-batu-alam
    Sketsa Penahan Aluminium Siku 3(Digambar dengan Google SketchUp)
    plat-penahan-lis-cetakan-batu-alam
    Sketsa Penahan Aluminium Siku 4
    (Digambar dengan Google SketchUp)
    Plat penahan aluminium ini bertujuan agar lis mudah dibuka setelah semen kita isikan nantinya. Saya menggunakan penjepit buku alias binder clips untuk penahannya, bisa kita beli di toko-toko alat tulis atau mungkin toko atom terdekat dengan harga berkisar Rp 9.000 per kotak dengan isi 12 buah. Penampakannya seperti ini:
    binder-clip-penahan-cetakan-batu-alam
    Gambar Penjepit atau Binder Clip

    Frame cetakan jadi dari lis kayu seperti dibawah ini. Kita hanya tinggal menjepit penahan dengan 2 buah penjepit kertas sebelum memulai mengisi dengan campuran semen, dan tinggal melepasnya untuk pengerjaan selanjutnya. Sangat sederhana menurut saya.
    frame-cetakan-batu-alam-buatan
    Sketsa Lis Kayu cetakan Batu Alam buatan setelah selesai (Digambar dengan Google SketchUp)
    Kegunaan rangkain ini nantinya untuk base dan lempengan batu alam yang akan kita buat dengan cara manual. Untuk lempengan yang lebih tebal, kita bisa membuat frame yang sama tetapi menggunaan bahan lis kayu yang lebih tebal juga. Hal ini akan menghasilkan efek timbul tenggelam yang sudah pasti menambah nilai artistik batu alam seperti Batu Alam Susun Sirih misalnya. Sebelum digunakan sebaiknya seluruh permukaan lis kayu harus kita lapisi dengan cat minyak atau resin supaya tahan lebih lama karena akan selalu basah oleh campuran semen. 
    Baca Juga: Cara Melapisi Permukaan Kayu Dengan Resin
    Sepertinya tulisan saya harus saya lanjutkan lagi nanti karena mata sudah mulai mengantuk. Saya akan tulis di bagian 2 mengenai cara membuat 'batu alami' nya dan yang jelas semakin lama ide kreatifitas dan imajinasi yang dihasilkan pasti akan semakin menarik. Tetap saja ikuti blog sederhana saya ini dan saya mohon supportnya dengan share. Terima kasih banyak...😁

    Baca juga kelanjutannya: Cara Manual membuat Batu Alam dari Bahan Semen (Bagian 2-Selesai)

    Saturday, April 22, 2017

    resin-dan-katalis
    Resin dan Katalis
    Resin adalah zat kimiawi yang bersifat agak kental, cenderung transparan, tidak larut dalam air, mudah terbakar dan akan mengeras dengan cepat dan ada juga yang lambat. Menurut beberapa sumber, resin sudah dipakai sejak zaman purba kebanyakan sebagai pelapis pernis atau perekat contohnya adalah getah resin damar, resin gumpalan dupa sebagai bahan pembuatan patung dan sesajian. Seiring dengan berkembangnya zaman dan kemungkinan resin organic lebih susah diproduksi, manusia mulai membuat sintetis dari bahan-bahan kimia. Dewasa ini resin diproduksi bermacam-macam jenis dan cara sesuai dengan kegunaannya seperti seperti akrilik, epoxy, melamin dan lain lain.





    Dalam kesempatan ini yang akan saya sampaikan adalah Resin untuk fiberglass yaitu cairan yang banyak dijual di toko-toko bangunan. Biasanya Resin ini dijual sekaligus dengan pengerasnya biasa disebut katalis (Catalyst) sebab resin saja tidak akan mengeras dengan baik bahkan ada yang yang tidak akan kering selama berminggu-minggu. Katalis tidak kental, berbau tajam dan berwarna bening.
    Penggunaan Resin dan katalis sangat banyak ditemukan diberbagai industri seperti beberapa contoh berikut: 
    • Pembuatan badan kapal, kursi dan meja. 
    • Usaha kecil seperti gantungan kunci, hiasan, bingkai foto, dll. 
    • Modifikasi motor seperti fairing, spakbor, tutup kerangka dan sparepart lainnya 
    • Industri kerajinan semen dan gypsum digunakan sebagai bahan pembuatan cetakan model atau mal. 
    • Bahan dasar cat kuku, cat minyak, tinta printer laser dan lain-lain.
    Produk dari Resin Fiberglass

    “Untuk hasil yang terbaik, mencampur resin dan katalis harus sesuai dengan takaran yang benar menurut kebanyakan orang yaitu 10:1”

    Pernyataan di atas belum tentu benar sepenuhnya karena beda jenis resin maka beda juga takaran yang ditentukan produsennya.
    Saya rasa cukup dulu pengenalan resin dan langsung saja ke topik utama yaitu takaran campuran resin dengan katalis yang tepat sesuai dengan pengalaman saya sendiri dan dari hasil pencarian dari sumber lain. Dari berbagai artikel dan video-video di dunia maya, campuran yang dianjurkan antara resin dan katalis adalah adalah:
    • 1:10 yang artinya banyak katalis adalah 1/10. Perbandingan ini yang dipakai oleh kebanyakan orang untuk jenis akrilik.
    • 3/100 atau banyak katalis adalah 1/33,333333~ dari banyaknya resin. Ini biasanya untuk resin yang kualitasnya kurang bagus atau resin butek. 
    • ½ Gelas Air Mineral resin: 10-15 tetes katalis.
    Dan banyak lagi tergantung jenis maupun kualitas resin dan katalis masing-masing. Beberapa ada juga yang mengunakan cara sendiri dalam mengukur perbandingan baku ini, ada yang menghitung perbandingan dengan banyaknya tetes dan ada juga dengan cara mengira-ngira saja. Menurut saya itu sah-sah saja tetapi harus sudah melewati uji coba sebelumnya sebab sesuai dengan pengalaman saya, takaran katalis yang pernah saya pakai juga tergantung pada kualitas dan usia resin atau katalis itu sendiri. Saya pernah mencoba membeli resin dan katalis di tempat yang berbeda tetapi perbandingan takaran yang dianjurkan tidak menghasilkan apa yang benar-benar saya harapkan yaitu mengeras tepat waktu, hasil berwarna bening dan tidak lengket.

    Contoh-contoh akibat takaran katalis yang terlalu banyak:

    • Hasil resin bening akan menjadi buram kekuning-kuningan setelah kering. Ini pernah saya coba pada saat membuat hiasan kecil untuk anak.
    • Panas yang berlebihan bahkan sampai mengeluarkan asap dan wadah campur dari gelas air mineral pun ikut meleleh. Saat itu saya kira katalis masih kurang banyak dan saya coba membuat campuran yang baru dengan katalis yang sedikit lebih banyak. Hehehe.. 
    • Lama mengering. Ada yang mengira bahwa memperbanyak katalis akan mempercepat pengeringan campuran resin tetapi itu tidaklah benar dan bahkan bisa memperlambat proses pengeringan. Hal ini sebenarnya masih wajar terlebih-lebih kalau kualitas resin yang kita gunakan tidak baik. Kita hanya perlu bersabar hingga 24 jam. Memang ada yang cepat mengering dalam waktu 15 menit tetapi ada juga yang 3-5 jam bahkan 24 jam.

      Contoh-contoh akibat katalis yang terlalu sedikit:

      • Lama mengering. Hal ini sama seperti kelebihan takaran diatas karena zat kimia tidak mendapatkan bahan ikatan yang pas dan akan saling tolak menolak antara partikel yang satu dengan yang lain. 
      • Gelembung yang berlebihan. Proses penggabungan tidak akan sempurna mengakibatkan senyawa menghasilkan gelembung udara yang tentu akan memberikan hasil yang kurang memuaskan. 
      • Mengeras tetapi dengan permukaan yang lengket. Sebenarnya hal ini dapat kita siasati terutama untuk benda hasil cetakan yang tidak memerlukan kebeningan dan kehalusan permukaan yang nantinya akan dilapisi lagi, yaitu dengan menggunakan thinner yang bagus dengan cara menuangkan ke permukaan yang lengket dan menyapu dengan menggunakan kain. Jangan menggunakan busa karena busa akan hancur dengan thinner.
      Saran saya campuran yang terbaik untuk hasil yang sesuai keinginan adalah dengan menerapkan beberapa hal di bawah ini:
      1. LAKUKAN UJI COBA. Kita coba terlebih dulu dengan sedikit takaran sesuai perbandingan 10:1 atau 100:1. Ulangi lagi apabila kurang sesuai dengan yang kita harapkan dan jangan lupa membuat catatan hasil sesuai perbandingan.
      2. ALAT UKUR. Gunakan selalu alat takar atau alat timbang yang pas. Alat ukur yang paling ekonomis adalah alat ukur plastik, bisa kita beli di toko-toko kimia atau apotek. 
      3. KONSISTEN. Biasakan membeli resin dan katalis di tempat yang sama dan jangan sungkan menanyakan apakah jenis yang kita beli sama dengan yang sebelumnya. Hal ini untuk mengurangi kerugian waktu dan tenaga untuk menguji lagi.
      Alat-alat ukur plastik, suntik dan timbangan digital mudah kita temukan di toko kimia dan supermarket terdekat yang harganya bervariasi.

      alat-ukur-resin
      Image copyright: Excite Shop
      Demikian pengenalan resin dan katalis yang saya bisa sampaikan, semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi kita semua. Mohon dukungannya dengan membagikan artikel ini. Terima kasih.
      Baca juga: Cara Melapisi Permukaan Kayu dengan Resin